Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » GARPEM Sultra Desak Direktur PT TRK Dipanggil Terkait Dugaan Tambang Tanpa Izin di Kolaka

GARPEM Sultra Desak Direktur PT TRK Dipanggil Terkait Dugaan Tambang Tanpa Izin di Kolaka

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KENDARI, (kabaristana.com) — Garda Pemuda Sulawesi Tenggara (GARPEM Sultra) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra), Selasa (18/8/2026). Aksi tersebut mendesak aparat penegak hukum segera mengusut secara menyeluruh dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin yang dikaitkan dengan PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK) di Kabupaten Kolaka.

Dalam aksi tersebut, GARPEM Sultra menyoroti dugaan kegiatan penambangan batu dengan volume produksi yang disebut mencapai sekitar 5 juta metrik ton atau nilai kontrak yang diklaim mencapai sekitar Rp500 miliar.

Ketua GARPEM Sultra, Aksan Setiawan mengatakan pihaknya meminta Kejati Sultra tidak berhenti pada pemeriksaan administratif, tetapi menelusuri seluruh rangkaian kegiatan yang diduga dilakukan oleh perusahaan.

“Kami meminta Kejati Sultra segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Mulai dari legalitas perizinan, kegiatan produksi, pengangkutan, penjualan material, sampai dengan kewajiban pajak dan penerimaan negara maupun daerah,” ujar Aksan Setiawan dalam aksi tersebut.

Aksan juga mendesak Kejati Sultra untuk segera memanggil dan meminta klarifikasi Direktur PT. Tambang Rejeki Kolaka yang berinisial NJMDN terkait dugaan aktivitas pertambangan yang menjadi sorotan.

“Kami mendesak kejati Sultra segera memanggil Direktur PT TRK berinisial NJMDN untuk dimintai keterangan dan klarifikasi jangan sampai persoalan ini berlarut-Larut tanpa adanya pemeriksaan terhadap pihak yang bertanggung jawab dalam kegiatan perusahaan tersebut”ujarnya.

Menurut Aksan, pemanggilan terhadap pihak perusahaan penting dilakukan agar aparat penegak hukum dapat memperoleh penjelasan secara langsung mengenai legalitas dan pelaksanaan kegiatan pertambangan yang dipersoalkan.

GARPEM Sultra juga meminta Kejati Sultra bersama Kejaksaan Agung dan Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap dokumen perizinan perusahaan, termasuk dugaan kepemilikan Izin Usaha pertambangan (IUP) Batuan maupun surat izin penambangan batuan (SIPB)

Selain aspek perizinan, GARPEM Sultra meminta aparat penegak hukum menelusuri dugaan kewajiban pembayaran pajak mineral Bukan Logam dan batuan (MBLB) serta kewajiban lainnya apabila benar terdapat kegiatan produksi dan perdagangan material.

“Kami ingin semuanya terang. Kalau izinnya ada, tunjukkan dan periksa kesesuaiannya. Kalau ada kewajiban kepada negara dan daerah, harus dipastikan telah dilaksanakan. Kalau kemudian ditemukan pelanggaran, tentu harus ada proses hukum sesuai ketentuan,” tegas Aksan.

GARPEM Sultra juga meminta aparat penegak hukum memeriksa dugaan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan tersebut. Menurut mereka, pengelolaan sumber daya alam harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara serta tetap memperhatikan aspek lingkungan.

“Jangan sampai kekayaan alam Sulawesi Tenggara justru menimbulkan kerugian negara, kerugian daerah maupun persoalan lingkungan. Karena itu kami meminta pemeriksaan dilakukan secara objektif dan terbuka,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, GARPEM Sultra turut mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) agar melakukan pengawasan dan menindaklanjuti dugaan aktivitas pertambangan tersebut. GARPEM Sultra meminta Polda Sultra melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum, termasuk dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin, serta menelusuri pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab.

Aksan menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Tenggara.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Kami tidak ingin mendahului proses hukum dan tetap menghormati asas praduga tak bersalah. Namun, apabila ditemukan adanya pelanggaran, kami meminta aparat penegak hukum tidak ragu menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegas aksan.

GARPEM Sultra berharap Kejati Sultra segera menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan, termasuk melakukan pemanggilan terhadap Direktur PT TRK berinisial NJMDN serta pihak-pihak lain yang dianggap perlu untuk dimintai keterangan.

“Kami meminta Kejati Sultra segera memanggil Direktur berinisial NJMDN. Biarkan aparat penegak hukum memeriksa dan membuktikan seluruh dugaan yang kami sampaikan. Jika tidak terbukti, tentu harus disampaikan secara terbuka. Tetapi jika ditemukan pelanggaran, kami meminta hukum ditegakkan tanpa pandang bulu,” tutup Aksan Setiawan.”

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seleksi bos OJK dipercepat untuk menjaga stabilitas pasar keuangan Indonesia

    DPR Percepat Penunjukan Bos OJK, Misbakhun: Demi Kepastian Pasar Keuangan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 186
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan alasan DPR mempercepat proses pemilihan Anggota Dewan Komisioner di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menilai langkah ini penting untuk menjaga kepastian dan stabilitas pasar keuangan. Menurut Misbakhun, DPR sengaja menggabungkan proses fit and proper test dengan pengambilan keputusan pada Rabu (11/3/2026). DPR ingin segera […]

  • air sungai bumi etam keruh akibat erosi tambang batu bara

    Air Sungai PDAM Bumi Etam Keruh, Warga Duga Dampak Erosi Tambang Batu Bara

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle usupriyadi
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Kutai Timur, (Kabaristana.com) | Air sungai Bumi Etam kini terlihat keruh dan tidak lagi layak digunakan. Warga Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, mengeluhkan perubahan kondisi air yang sebelumnya jernih. Air berubah warna menjadi kecokelatan dan membawa lumpur. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi kesehatan dan lingkungan sekitar. Dugaan Dampak Aktivitas Tambang Warga menduga aktivitas tambang batu bara […]

  • Kompetisi Baru PSSI 2026 Resmi Disiapkan Erick Thohir

    Erick Thohir Bocorkan Kompetisi Baru Musim 2026/2027, Bakal Jalan Bersamaan dengan Liga

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 179
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Ketua Umum Erick Thohir membocorkan rencana peluncuran kompetisi baru yang akan hadir pada musim 2026/2027. Ajang ini akan berjalan bersamaan dengan liga utama di semua kasta, mulai dari Super League hingga Liga 4. Ia menyampaikan rencana tersebut saat memimpin rapat Exco PSSI bersama I.League. Dalam pertemuan itu, Erick menegaskan bahwa federasi sedang […]

  • Korban terakhir Sungai Mapili dievakuasi oleh tim SAR gabungan menggunakan perahu karet di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

    Korban Terakhir Tenggelam di Sungai Mapili Ditemukan, Operasi SAR Resmi Berakhir

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) — Tim SAR gabungan menemukan korban terakhir peristiwa tenggelam di Sungai Mapili, Desa Segerang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Minggu (7/6). Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian terhadap lima anak yang terlibat dalam insiden tragis itu. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju, Mahmud Afandi, mengatakan tim SAR menemukan Dermawan (6) sekitar pukul […]

  • keamanan Selat Hormuz Donald Trump politik internasional

    Dubes AS: Desakan Trump Libatkan NATO Amankan Selat Hormuz Sudah Tepat

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 178
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Duta Besar Amerika Serikat untuk NATO, Matthew Whitaker, mendukung langkah Presiden AS Donald Trump yang meminta sekutu NATO membantu menjaga keamanan Selat Hormuz di tengah konflik dengan Iran. Whitaker menilai jalur pelayaran tersebut sangat penting bagi banyak negara, terutama bagi negara yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk Persia. Ia mengatakan […]

  • Kisah Nabi Nuh

    Kisah Nabi Nuh: Mengapa Hewan Diselamatkan dan Manusia Ditinggalkan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 1.822
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Kisah Nabi Nuh sering dipahami sebagai cerita tentang bahtera dan banjir besar. Padahal, kisah ini menyimpan pelajaran moral yang jauh lebih dalam. Dari sini muncul satu pertanyaan penting: mengapa Nabi Nuh menyelamatkan hewan, sementara banyak manusia justru ditinggalkan? Selama ratusan tahun, Nabi Nuh berdakwah dengan kesabaran luar biasa. Dengan keteguhan hati, ia […]

expand_less