Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Aktivitas Pertambangan PT MUTU Disorot, Kepala Adat Minta Pemerintah Turun ke Lapangan

Aktivitas Pertambangan PT MUTU Disorot, Kepala Adat Minta Pemerintah Turun ke Lapangan

  • account_circle Usupriyadi
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • visibility 214
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BARITO SELATAN, (kabaristana.com) — Kondisi lingkungan di wilayah adat Muara Malungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, menjadi perhatian masyarakat adat.

Perhatian itu muncul setelah masyarakat menemukan dugaan perubahan dan penimbunan alur anak sungai. Warga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan dan pertambangan batu bara PT MUTU.

Kepala Adat Muara Malungai, Pak Sabtu yang juga dikenal sebagai Bapak Pino, menyampaikan hal tersebut kepada awak media pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kepala Adat Cek Kondisi Sungai

Pak Sabtu mengatakan dirinya telah meninjau kawasan hulu dan sejumlah alur sungai di wilayah adat Muara Malungai.

Dalam peninjauan itu, ia melihat perubahan pada kondisi Sungai Arang dan Sungai Dewi. Kedua sungai tersebut merupakan anak Sungai Moromlongai.

Menurut Pak Sabtu, perubahan itu terlihat pada bentuk alur sungai dan kondisi material di sekitar kawasan.

Dugaan Timbunan Material Overburden

Pak Sabtu menduga aktivitas pembukaan lahan dan pertambangan PT MUTU berkaitan dengan masuknya material tanah penutup atau overburden (OB) ke sejumlah alur sungai.

Ia menyebut timbunan material tersebut cukup besar. Kondisi itu, menurutnya, dapat mengubah bentuk alur sungai dan mengganggu fungsi aliran air alami.

“Alur sungai sudah tertimbun dan kondisi sungainya tidak lagi seperti sebelumnya,” ujar Pak Sabtu.

Ia menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah. Sungai memiliki fungsi penting bagi ekosistem dan kehidupan masyarakat sekitar.

Alur Sungai Diduga Berubah

Pak Sabtu mengatakan timbunan material dalam jumlah besar diduga mengubah sebagian alur Sungai Arang dan Sungai Dewi.

Menurut dia, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut perubahan bentang alam. Kondisi itu juga berpotensi memengaruhi tata air dan ekosistem di kawasan tersebut.

Masyarakat adat Muara Malungai memandang sungai dan kawasan alam di sekitarnya sebagai bagian dari ruang hidup. Kawasan tersebut juga memiliki nilai ekologis dan sosial bagi masyarakat.

Kepala Adat Ungkap Hasil Peninjauan

Pak Sabtu menegaskan bahwa keterangannya berdasarkan hasil peninjauan langsung di lapangan.

Ia mengatakan dirinya melihat kondisi alur sungai serta aktivitas di kawasan tersebut saat melakukan pengecekan.

Namun, Pak Sabtu mengaku belum melihat komunikasi atau sosialisasi yang memadai dengan pemangku adat dan masyarakat setempat terkait perubahan alur sungai tersebut.

Lembaga Adat Siapkan Langkah

Lembaga Adat Muara Malungai menyatakan akan mengambil langkah sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Pak Sabtu juga mendorong pemerintah desa dan lembaga adat untuk bekerja sama menangani persoalan lingkungan tersebut.

Ia meminta semua pihak membahas persoalan secara serius, terbuka, dan objektif.

Lembaga adat saat ini juga mengkaji perangkat hukum adat yang berlaku di wilayah Muara Malungai.

Kajian itu menjadi bagian dari persiapan langkah adat. Lembaga adat akan menentukan langkah lebih lanjut apabila pemeriksaan menemukan tindakan yang merusak lingkungan atau mengganggu tatanan alam di wilayah adat.

Minta Pemerintah Turun ke Lapangan

Pak Sabtu berharap pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.

Ia meminta pemerintah tidak hanya menerima laporan secara administratif. Pemeriksaan lapangan, menurutnya, dapat membantu memastikan kondisi sungai secara objektif.

Pemeriksaan juga dapat memberi kesempatan kepada seluruh pihak untuk menyampaikan keterangan dan penjelasan.

“Pemerintah perlu turun langsung supaya kondisi di lapangan bisa dilihat dan dinilai secara objektif,” katanya.

Masyarakat adat Muara Malungai kini menaruh perhatian terhadap persoalan tersebut. Mereka berharap pemerintah dan instansi terkait segera memeriksa kondisi sungai secara transparan.

Masyarakat juga berharap penyelesaian persoalan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta hak masyarakat adat.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beri sambutan terkait penanganan premanisme Tanah Abang di Kantor Wali Kota Jakarta Timur

    Tak Ada Ampun! Pramono Anung Tegaskan Perang Melawan Premanisme di Tanah Abang

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 215
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertegas langkah pemberantasan premanisme setelah insiden yang menimpa sopir bajaj di Tanah Abang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan aparat tidak memberi toleransi terhadap praktik pemalakan. Pramono menyampaikan pernyataan tersebut saat berada di Bambu Apus, Minggu. Ia langsung memerintahkan Satpol PP dan dinas terkait untuk menindak pelaku secara […]

  • Paskibra Gedung Joang 45 saat mengikuti seleksi upacara 17 Agustus

    Seleksi Paskibra Gedung Joang 45 untuk Upacara 17 Agustus Diikuti Ratusan Pelajar

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Purna Paskibra Gedung Joang 45 menggelar seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera untuk upacara HUT RI pada 17 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Museum Joang 45, Jakarta. Selain itu, pelajar kelas 7 dan 8 SMP sederajat dari Jakarta dan Bekasi ikut meramaikan seleksi tersebut. Ketua Umum Purna Paskibra Gedung Joang 45, Citra […]

  • Haerul Saleh meninggal kebakaran saat renovasi rumah

    Anggota IV BPK Haerul Saleh Meninggal Dunia Akibat Kebakaran Saat Renovasi Rumah Berlangsung

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, meninggal dunia akibat kebakaran di kediamannya saat proses renovasi rumah berlangsung, Jumat (8/5/2026). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan informasi duka tersebut melalui pernyataan resmi di Jakarta. Menurut keterangan yang diterima, Haerul Saleh mengawasi sejumlah pekerja renovasi ketika kebakaran tiba-tiba terjadi. Dalam waktu […]

  • Purbaya Perry rapat ekonomi bahas kebijakan SBN 2026

    BI dan Kemenkeu Sepakati Pengelolaan SBN 2026 untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 310
    • 0Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com | Purbaya Perry rapat ekonomi bersama Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan untuk membahas pengelolaan Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo pada 2026. Dalam rapat tersebut, Bank Indonesia menyepakati pembelian SBN pemerintah senilai Rp173,4 triliun secara bertahap. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasar keuangan nasional. Selain itu, kebijakan tersebut mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan […]

  • gratifikasi lebaran ASN di gedung KPK Jakarta

    KPK Tegaskan Larangan Gratifikasi Lebaran, ASN Diminta Jaga Integritas

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 218
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | gratifikasi lebaran ASN menjadi perhatian serius Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelang Idul Fitri 1447 H. KPK menegaskan larangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menerima hadiah yang berkaitan dengan jabatan. Aturan ini tercantum dalam Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026. Melalui aturan tersebut, KPK ingin memastikan aparatur negara tetap menjaga integritas selama […]

  • Nadiem Makarim tahanan rumah kasus Chromebook

    Nadiem Makarim Resmi Jalani Tahanan Rumah Terkait Kasus Chromebook Kemendikbudristek

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 175
    • 2Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, mulai menjalani tahanan rumah sejak Senin malam (11/5). Status itu terkait dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek tahun 2019–2022. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengatakan jaksa telah menjalankan keputusan majelis hakim pada Senin malam. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor […]

expand_less