Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Prabowo Dorong Oxford Cambridge Buka Kampus di Indonesia

Prabowo Dorong Oxford Cambridge Buka Kampus di Indonesia

  • account_circle Porondosi
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 284
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, kabaristana.com-Prabowo dorong Oxford Cambridge buka kampus di Indonesia sebagai strategi mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi nasional. Melalui kebijakan ini, pemerintah menargetkan peningkatan daya saing sumber daya manusia serta penguatan riset di dalam negeri. (20/01/2026).

Prabowo Subianto menilai kehadiran kampus kelas dunia akan membawa dampak langsung bagi mutu pendidikan nasional. Karena itu, Prabowo dorong Oxford Cambridge buka kampus di Indonesia agar mahasiswa memperoleh akses pendidikan global tanpa harus ke luar negeri.

Selain itu, kebijakan ini membuka ruang transfer ilmu pengetahuan. Dengan demikian, kolaborasi akademik dan inovasi dapat berkembang lebih cepat.

Prabowo menegaskan bahwa dorongan membuka kampus Oxford dan Cambridge di Indonesia bertujuan meningkatkan kualitas SDM. Oleh sebab itu, pemerintah ingin memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional.

Pada saat yang sama, mahasiswa dapat menghemat biaya pendidikan. Akibatnya, akses pendidikan bermutu menjadi lebih merata.

Untuk itu, Prabowo mendorong model kampus cabang berbasis kemitraan. Artinya, universitas asing harus bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam negeri.

Tidak hanya pengajaran, kerja sama juga mencakup riset bersama dan pertukaran dosen. Bahkan, kurikulum dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasional.

Sementara itu, pemerintah menyiapkan regulasi pendukung. Misalnya, kemudahan perizinan dan kepastian hukum.

Di samping itu, pemerintah membuka peluang insentif investasi. Tujuannya menarik universitas kelas dunia berinvestasi di sektor pendidikan.

Namun demikian, pengamat mengingatkan tantangan implementasi. Meski begitu, banyak negara Asia telah membuktikan keberhasilan model serupa.

Oleh karena itu, pemerintah harus menjaga mutu dan keterjangkauan biaya. Pada akhirnya, kebijakan ini tetap harus melindungi kampus nasional.

  • Penulis: Porondosi
  • Editor: Brian putra

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hubungan Indonesia India saat Presiden Prabowo Subianto bertemu PM Narendra Modi di Istana Merdeka

    Menteri P2MI ingin kedekatan RI-India buka peluang kerja baru

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menilai hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan India dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, kerja sama kedua negara juga berpotensi memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri. Mukhtarudin menyampaikan pernyataan tersebut setelah Presiden RI Prabowo Subianto memberikan Bintang Republik Indonesia […]

  • Penolakan Pilkada dipilih DPRD oleh DPRD DKI Jakart

    Legislator DKI Tegas Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 502
    • 2Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com – Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menolak keras wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Ia menilai gagasan tersebut melemahkan demokrasi dan menjauhkan rakyat dari hak politiknya. Menurut Kenneth, Pilkada langsung lahir dari perjuangan Reformasi 1998. Karena itu, ia menegaskan negara tidak boleh mundur dari sistem yang memberi rakyat hak memilih secara langsung. […]

  • operasi militer AS di Venezuela pada Januari 2026

    Venezuela: Serangan Militer AS Tewaskan 83 Orang, Termasuk 32 Warga Kuba

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 351
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Pemerintah Venezuela melaporkan 83 orang tewas dan sedikitnya 112 lainnya terluka akibat operasi militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2026. Operasi tersebut, menurut Caracas, memicu krisis politik serta meningkatkan ketegangan internasional setelah pasukan AS menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López menyampaikan data korban pada Jumat […]

  • Kader Pemuda 21 Wujudkan Mimpi di Jepang Lewat Program Magang Internasional

    Kader Pemuda 21 Wujudkan Mimpi di Jepang Lewat Program Magang Internasional

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Mahasiswa Institut STIAMI mengikuti program magang internasional di Jepang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing global. Salah satu peserta merupakan kader Pemuda 21 yang siap mewujudkan mimpinya melalui pengalaman kerja di Negeri Sakura. Program tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk bekerja langsung di berbagai perusahaan Jepang. Peserta juga mempelajari […]

  • Koalisi kuat Prabowo ditegaskan saat Taklimat Kabinet 2026 di Hambalang

    Prabowo Yakin Koalisi Kuat, Sambil Berkelakar “PKB Harus Diawasi Terus”

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 286
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — koalisi kuat Prabowo kembali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto pada pengujung Taklimat Awal Tahun 2026. Pada kesempatan itu, Prabowo berbicara langsung di hadapan seluruh anggota Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa. Selain menyoroti agenda pemerintahan, Prabowo juga menekankan pentingnya kekompakan partai pendukung pemerintah. Menurutnya, soliditas politik […]

  • pelecehan seksual kampus ilustrasi kasus mahasiswi Caption: Ilustrasi kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus

    Geger! Dugaan Pelecehan Seksual di IAI Rawa Aopa, Lidik Sultra: Ketua Yayasan Ternyata Anak Terduga Pelaku

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Jurnalis 1
    • visibility 278
    • 1Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) –  Dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Kabupaten Konawe Selatan, terus berkembang. Publik menyoroti kasus ini setelah muncul fakta baru terkait pimpinan yayasan. Ketua yayasan diketahui memiliki hubungan keluarga langsung dengan terduga pelaku. Ia merupakan anak dari pemilik yayasan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran soal konflik kepentingan. […]

expand_less