Produksi Minyak Libya 2025 Capai Rekor 12 Tahun
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- visibility 306
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kilang minyak Libya yang mendukung capaian produksi minyak nasional pada 2025.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, kabaristana.com | Produksi minyak Libya 2025 mencatat capaian tertinggi dalam 12 tahun terakhir. Pemerintah Libya melaporkan produksi minyak nasional mencapai 1,37 juta barel per hari, seiring pemulihan sektor energi dan meningkatnya aktivitas di sejumlah ladang minyak utama.
Perdana Menteri Libya, Abdulhamid Dbeibah, menyampaikan capaian tersebut saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi Energi dan Ekonomi Libya (Libya Energy and Economic Summit/LEES) 2026 di Tripoli, Sabtu (24/1/2026). Ia menilai kinerja sektor energi menunjukkan tren positif dibandingkan satu dekade terakhir.
Dbeibah menjelaskan bahwa pemerintah berhasil meningkatkan produksi minyak dengan mengaktifkan kembali dan mengoptimalkan sejumlah ladang minyak sepanjang 2025. Ladang-ladang tersebut antara lain Iravn, Mutahandush, Al-Khayr, Hamada 47, dan Sinawan, yang tersebar di berbagai wilayah penghasil minyak Libya.
Produksi Naik Seiring Stabilitas Operasional
Menurut Dbeibah, peningkatan produksi tidak terlepas dari membaiknya stabilitas operasional di sektor energi. Pemerintah memperkuat koordinasi dengan otoritas energi nasional serta menjaga kelangsungan produksi di tengah tantangan teknis dan geopolitik.
Ia menyebut produksi minyak yang konsisten menjadi kunci dalam menjaga pemasukan negara. Sektor migas selama ini menjadi sumber utama pendapatan Libya dan menopang pembiayaan belanja negara.
Putaran Perizinan Pertama dalam 17 Tahun
Selain meningkatkan produksi, pemerintah Libya juga membuka putaran perizinan eksplorasi minyak dan gas alam pertama dalam 17 tahun pada 2025. Langkah ini menarik minat yang kuat dari perusahaan energi internasional yang melihat potensi cadangan migas Libya masih besar.
Dbeibah mengatakan pemerintah akan mengumumkan hasil tender eksplorasi tersebut pada pekan kedua Februari. Pemerintah berharap proyek eksplorasi baru dapat meningkatkan kapasitas produksi jangka menengah dan panjang.
Migas Tetap Jadi Penopang Ekonomi
Pemerintah menilai capaian produksi minyak Libya 2025 mencerminkan upaya memperbaiki tata kelola sektor energi nasional. Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga menargetkan masuknya investasi baru untuk modernisasi infrastruktur migas.
Ke depan, pemerintah Libya berupaya menjaga stabilitas produksi dan memperluas kerja sama internasional agar sektor minyak dan gas tetap menjadi penopang utama pemulihan ekonomi nasional.



Saat ini belum ada komentar