Trump Klaim AS Tak Butuh Minyak Iran, Pamer Kekuatan Militer di Tengah Perang
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
- visibility 203
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Presiden AS Donald trump.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa negaranya tidak lagi bergantung pada minyak Iran di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
JAKARTA, (Kabaristana.com) || Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya di Gedung Putih. Ia menilai Amerika Serikat kini memiliki cadangan energi yang kuat sehingga tidak membutuhkan pasokan dari Iran maupun kawasan sekitarnya.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran Amerika di Timur Tengah bertujuan menjaga stabilitas dan melindungi sekutu, bukan karena ketergantungan energi.
Selain itu, Trump mengungkapkan bahwa operasi militer bertajuk Operation Epic Fury berhasil melemahkan kekuatan militer Iran. Ia menyebut pasukan Amerika telah menekan kemampuan angkatan laut dan udara Iran dalam waktu relatif singkat.
Trump menambahkan bahwa militer AS menghancurkan sejumlah fasilitas strategis, termasuk infrastruktur yang berkaitan dengan program nuklir Iran. Ia memastikan pengawasan ketat terus berlangsung untuk mencegah upaya pemulihan fasilitas tersebut.
Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa pemerintahnya akan meningkatkan tekanan militer jika Iran tidak segera menempuh jalur diplomasi. Ia bahkan menyebut kemungkinan serangan lanjutan terhadap infrastruktur vital, termasuk pembangkit listrik.
Namun, ia mengaku sengaja tidak menargetkan fasilitas minyak Iran. Menurutnya, langkah itu memberi ruang terbatas bagi Iran untuk tetap bertahan secara ekonomi.
Trump juga membandingkan operasi militer saat ini dengan perang-perang sebelumnya. Ia menilai operasi yang baru berjalan beberapa pekan tersebut menunjukkan efektivitas dan kecepatan militer Amerika Serikat.
Trump menyimpulkan bahwa kekuatan energi dan militer Amerika Serikat saat ini berada pada posisi yang sangat kuat. Ia meyakini kondisi tersebut akan mendorong stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat posisi global negaranya.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: The Washington Post



Saat ini belum ada komentar