Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kriminal » Temuan Kokain Giligenting 27,83 Kg Diusut, Polisi Telusuri Jalur Laut

Temuan Kokain Giligenting 27,83 Kg Diusut, Polisi Telusuri Jalur Laut

  • account_circle Retanto
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • visibility 260
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) – Polisi mengusut temuan kokain Giligenting seberat 27,83 kilogram di Pantai Pasir Putih Kahuripan, Kecamatan Giligenting, Sumenep. Petugas langsung bergerak untuk memburu pelaku dan menelusuri jalur distribusi.

Kapolres Sumenep, Anang Hardiyanto, memimpin penyelidikan. Ia menegaskan timnya fokus mengungkap asal barang. Polisi juga menelusuri jaringan yang terlibat.

Petugas Satuan Reserse Narkoba mengamankan seluruh barang bukti. Tim kemudian mengirim sampel ke laboratorium Polda Jawa Timur untuk memastikan jenis zat secara akurat.

Kronologi Penemuan

Warga Dusun Lombi Timur menemukan bungkusan mencurigakan di pesisir pantai pada Senin (13/4) sore. Mereka segera melapor ke polisi.

Petugas Polsek Giligenting langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 16.15 WIB. Polisi mengumpulkan barang bukti di lokasi. Tim kemudian membawa barang tersebut ke Mapolres Sumenep.

Laporan cepat warga membantu polisi menangani temuan kokain Giligenting sejak awal.

Dugaan Jalur Laut

Polisi menduga pelaku memakai jalur laut untuk menyelundupkan barang. Wilayah kepulauan sering menjadi titik rawan masuknya narkotika.

Kasus ini mengingatkan pada kejadian di Masalembo pada 2025. Saat itu, polisi menemukan puluhan kilogram sabu di perairan tersebut.

Masyarakat dapat mengakses informasi bahaya narkoba melalui situs resmi:
https://bnn.go.id

Pengawasan Diperketat

Polisi meningkatkan patroli laut di wilayah pesisir. Aparat juga memperketat pengawasan distribusi barang ilegal.

Selain itu, polisi mengajak masyarakat untuk tetap waspada. Warga perlu segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.

Kerja sama antara warga dan aparat membantu mencegah peredaran narkoba.

  • Penulis: Retanto
  • Editor: Nur wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dudung sebut Prabowo minta kasus penyekapan.

    Dudung sebut Prabowo minta kasus penyekapan diproses sesuai hukum

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 190
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian serius terhadap kasus penyekapan YTR di Kabupaten Bandung. Presiden meminta aparat menegakkan hukum secara tegas sesuai peraturan yang berlaku. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menyampaikan pesan tersebut setelah menjenguk korban di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Kamis. “Pesan beliau, diproses sesuai hukum yang […]

  • Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Batas antara dunia digital dan fisik semakin kabur. Teknologi terus berkembang dan mengubah cara manusia hidup. Karena itu, banyak inovasi gadget muncul setiap tahun. Saat ini, para pengusaha dan penggemar teknologi memiliki banyak peluang baru. Mereka dapat menciptakan solusi yang lebih cerdas dan efisien. Selain itu, berbagai perangkat pintar mulai masuk ke kehidupan sehari-hari. Dari […]

  • Pemkab Konsel KLHK terkait dugaan pelanggaran PT WIN

    Tak Indahkan Rekomendasi KLHK Terkait Sanksi PT. WIN, Pemda Konsel Tuai Sorotan.

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dan Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara menyoroti sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) yang hingga kini belum menindaklanjuti rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait PT Wijaya Inti Nusantara (WIN). Gubernur LIRA Sultra, Jefry Rembasa, menilai KLHK telah menunjukkan penghargaan kepada Pemkab Konsel dengan […]

  • Pembekuan IUP Wawonii didesak GMH Sultra melalui permintaan penghentian RKAB dan evaluasi izin tambang di Pulau Wawonii.

    GMH SULTRA–JAKARTA DESAK ESDM RI TOLAK RKAB DAN BEKUKAN IUP PT GKP, PT BKM, DAN PT WMJR

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Kendari, (kabaristana.com) – Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Hukum Sulawesi Tenggara (GMH Sultra–Jakarta), Abdi Aditya, mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI untuk tidak menerbitkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bagi perusahaan tambang di Pulau Wawonii. Ia juga meminta pemerintah membekukan Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Gema Kreasi Perdana (GKP), PT Bumi […]

  • Aksi mahasiswa GMII menyoroti dugaan korupsi kontrak PT Antam di depan KPK RI

    GMII Tegaskan Perlawanan: Kasus Rp 890 Miliar Jangan Dibiarkan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 445
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Gerakan Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) kembali menyuarakan kritik terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. GMII menilai KPK belum menunjukkan langkah nyata dalam menangani dugaan korupsi kontrak jasa sewa alat berat di lingkungan PT Antam Tbk. Hingga kini, KPK belum menyampaikan perkembangan resmi kepada publik. Kondisi ini memicu pertanyaan dan spekulasi di […]

  • penanganan kasus pemerkosaan anak melalui proses hukum tanpa kompromi

    GASKAN DUKUNG PENANGANAN KASUS DUGAAN PEMERKOSAAN ANAK, ERLES: TIDAK ADA RUANG UNTUK KORUPSI KEADILAN

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 270
    • 0Komentar

    JAKARTA,kabaristana.com | Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak kembali mencuat dan memicu perhatian publik. Seorang anak di bawah umur berinisial N melaporkan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh pamannya sendiri. Korban mengaku mengalami perlakuan tersebut berulang kali sebelum akhirnya berani menyampaikan kepada orang tuanya. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran luas karena terjadi di lingkup keluarga. Situasi tersebut […]

expand_less