Prabowo Tegaskan Nasionalisme sebagai Fondasi Kemajuan Ekonomi di Munas HIPMI
- account_circle Retanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat membuka Munas XVIII HIPMI di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026), dengan menekankan pentingnya nasionalisme ekonomi Indonesia sebagai fondasi kemajuan bangsa.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Kabaristana.com) – Nasionalisme ekonomi Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya semangat kebangsaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurut Prabowo, sebuah negara tidak akan mencapai kemajuan jika mengabaikan kepentingan nasional. Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu.
Nasionalisme Ekonomi Indonesia Jadi Kunci Pertumbuhan
Prabowo menilai nasionalisme sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi. Ia mengatakan para pemikir ekonomi dunia juga mengakui pentingnya semangat kebangsaan dalam menciptakan kemajuan.
“Pertumbuhan ekonomi hanya dapat terwujud apabila didukung oleh semangat nasionalisme. Tidak ada bangsa yang maju tanpa menempatkan kepentingan negaranya sebagai prioritas,” ujar Prabowo.
Selain itu, Prabowo mengajak generasi muda untuk memperkuat perekonomian nasional. Ia menekankan bahwa pengusaha muda memegang peran strategis dalam menciptakan inovasi dan membuka lapangan kerja.
HIPMI Perkuat Nasionalisme Ekonomi Indonesia
Prabowo menilai HIPMI mampu melahirkan pengusaha yang tangguh dan berdaya saing. Karena itu, pemerintah mendukung langkah HIPMI dalam mengembangkan kewirausahaan nasional.
Presiden Prabowo membuka Munas XVIII HIPMI dengan memukul alat musik tradisional khas Lampung. Sejumlah tokoh senior HIPMI dan calon Ketua Umum BPP HIPMI mendampingi Presiden dalam prosesi tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari menyebut Munas XVIII sebagai momentum penting bagi organisasi. Menurutnya, HIPMI perlu menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Akbar juga mengingatkan pesan ekonom Profesor Sumitro Djojohadikusumo tentang pentingnya kedaulatan ekonomi. Ia menilai bangsa Indonesia harus memperjuangkan kemerdekaan ekonomi, bukan sekadar mempertahankan kemerdekaan politik.
“Kita ingin memastikan Indonesia tidak hanya merdeka secara politik, tetapi juga berdaulat secara ekonomi melalui kontribusi nyata generasi muda dan pelaku usaha,” kata Akbar.
Munas HIPMI Rumuskan Langkah Strategis
Munas XVIII HIPMI menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Panitia membuka acara dengan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, peserta menyanyikan hymne dan mars HIPMI sebelum mengikuti doa bersama.
Melalui forum tersebut, HIPMI berupaya merumuskan langkah strategis untuk mendukung pembangunan nasional. Dengan demikian, pengusaha muda dapat memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.
Di sisi lain, semangat nasionalisme ekonomi Indonesia perlu tumbuh di kalangan generasi muda. Semangat tersebut dapat mendorong Indonesia menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda



Saat ini belum ada komentar