APEC Optimistis Ekonomi Asia Pasifik Tetap Tumbuh di Tengah Hambatan Perdagangan
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
- visibility 166
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) Business Advisory Council (ABAC) Meeting 2026 yang membahas arah pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik di tengah tantangan perdagangan global
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, kabaristana.com | Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) memproyeksikan ekonomi Asia Pasifik tetap tumbuh positif meski hambatan perdagangan global meningkat. Konsumsi domestik yang kuat dan investasi teknologi terus menopang pertumbuhan kawasan.
Dalam laporan APEC Regional Trends Analysis, APEC menyebut pertumbuhan ekonomi kawasan mencapai 3,2 persen pada 2025. Pada 2026, APEC memprediksi ekonomi kawasan tumbuh 3,1 persen.
Permintaan Stabil dan Investasi AI Menguat
Direktur Satuan Dukungan Kebijakan APEC, Carlos Kuriyama, menilai prospek pertumbuhan jangka pendek semakin membaik. Permintaan yang stabil, perdagangan yang solid, dan investasi kecerdasan artifisial (AI) mendorong optimisme tersebut.
“Permintaan tetap terjaga, perdagangan menunjukkan kinerja positif, dan investasi AI terus meningkat,” ujar Kuriyama dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Perdagangan Komoditas Tetap Tumbuh
APEC mencatat perdagangan kawasan tetap tumbuh meski fragmentasi ekonomi global meningkat. Industri teknologi menjaga arus perdagangan kawasan tetap kuat.
Pada tiga kuartal pertama 2025, kawasan Asia Pasifik mencatat kenaikan ekspor komoditas sebesar 8 persen. Pada periode yang sama, kawasan ini juga mencatat pertumbuhan impor sebesar 7,6 persen.
Sektor Jasa Masih Mencatat Pertumbuhan
Sektor jasa terus mencatat pertumbuhan meski lajunya melambat dibandingkan 2024. Penurunan jasa perjalanan menekan kinerja sektor tersebut.
Namun, jasa transportasi dan jasa komersial lainnya membantu menjaga pertumbuhan sektor jasa secara keseluruhan.
Inflasi Kawasan Terus Menurun
APEC mencatat tren inflasi Asia Pasifik terus menurun sepanjang 2025. Kawasan ini mencatat inflasi sebesar 2,4 persen, lebih rendah dari 2,6 persen pada 2024.
Harga energi yang lebih rendah serta perbaikan pasokan dan harga pangan mendorong penurunan inflasi tersebut.
APEC Waspadai Perlambatan Jangka Menengah
Meski ekonomi menunjukkan kinerja positif dalam jangka pendek, APEC memprediksi perlambatan ekonomi pada 2027. Pada tahun tersebut, APEC memperkirakan pertumbuhan ekonomi kawasan turun ke 2,9 persen.
Keterbatasan struktural, fragmentasi perdagangan, dan risiko geopolitik terus menekan prospek jangka menengah. Kuriyama menilai pembatasan perdagangan dan ketidakpastian kebijakan memperberat tekanan tersebut.
Perdagangan Semikonduktor Meningkat
APEC mencatat perdagangan semikonduktor terus meningkat seiring naiknya permintaan sektor AI. Peningkatan tersebut mendorong produktivitas ekonomi kawasan.
Namun, APEC juga melihat risiko konsentrasi investasi yang dapat memengaruhi struktur pasar dan rantai pasok global.
APEC Dorong Penguatan Kebijakan
APEC mendorong negara anggota memperkuat kredibilitas kebijakan ekonomi. Organisasi ini juga meminta pemerintah menyesuaikan investasi AI dengan peningkatan kualitas tenaga kerja.
Selain itu, APEC menekankan pentingnya koordinasi kebijakan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketidakpastian bagi dunia usaha.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://www.apec.org/press/news-releases

Saat ini belum ada komentar