Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik Global » Warga Asing Ajukan Uji Materi ke MK Korea Selatan soal Larangan Aktivitas Politik

Warga Asing Ajukan Uji Materi ke MK Korea Selatan soal Larangan Aktivitas Politik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 344
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com | Larangan politik warga asing di Korea Selatan kembali menjadi sorotan setelah kelompok advokasi hak asasi manusia Open Net Korea mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi Korea Selatan. Gugatan ini menilai aturan imigrasi yang berlaku membatasi kebebasan berekspresi penduduk asing.

Open Net Korea menggugat Pasal 17-2 Undang-Undang Imigrasi. Pasal tersebut melarang seluruh aktivitas politik warga negara asing kecuali jika undang-undang secara tegas mengizinkannya. Aparat dapat menjatuhkan sanksi deportasi atau perintah keluar jika terjadi pelanggaran.

Larangan Politik Warga Asing Dinilai Tidak Relevan

Menurut Open Net Korea, larangan politik warga asing bersifat terlalu luas dan menyeluruh. Akibatnya, warga asing yang tinggal, bekerja, atau belajar dalam jangka panjang kesulitan berpartisipasi di ruang publik. Kelompok tersebut menilai pembatasan ini tidak sejalan dengan prinsip demokrasi modern.

“Dengan jumlah penduduk asing yang mencapai jutaan orang, pembatasan seperti ini tidak lagi relevan,” ujar Open Net Korea, seperti dikutip The Korea Herald, Sabtu (7/2/2026).

Aturan Lama Era Otoriter Masih Berlaku

Open Net Korea juga menyoroti latar belakang aturan tersebut. Pemerintah memberlakukan ketentuan ini pada 1977, saat Korea Selatan berada di bawah pemerintahan otoriter era Yushin. Pada masa itu, negara memandang warga asing sebagai potensi ancaman keamanan.

Namun kini, menurut kelompok tersebut, konteks politik dan sosial telah berubah. Oleh karena itu, Open Net Korea menilai negara perlu menyesuaikan kebijakan hukum dengan kondisi demokrasi saat ini.

Aktivis Iklim Jadi Pemohon Gugatan

Pemohon dalam perkara ini merupakan seorang pekerja asing di organisasi nirlaba yang bergerak di bidang iklim. Ia mengaku membatasi keikutsertaan dalam konferensi pers, demonstrasi, dan kampanye kebijakan lingkungan karena khawatir melanggar hukum.

Open Net Korea menilai definisi “aktivitas politik” dalam undang-undang terlalu longgar. Definisi tersebut berpotensi mencakup advokasi lingkungan, kebijakan energi, hingga isu perubahan iklim.

Dampak Larangan Politik Warga Asing bagi Migran

Selain aktivis iklim, aturan ini juga berdampak pada migran dan pengungsi. Menurut Open Net Korea, larangan politik warga asing menghambat partisipasi dalam isu global, seperti konflik internasional, demokratisasi, dan kebijakan ketenagakerjaan.

Bahkan, ekspresi dukungan atau kritik terhadap isu hak asasi manusia global berpotensi dianggap sebagai tindakan politik berdasarkan aturan yang berlaku.

Kontradiksi dalam Kerangka Hukum

Data resmi menunjukkan warga negara asing mencakup sekitar 5,5 persen dari total populasi Korea Selatan. Banyak dari mereka berkontribusi aktif dalam sektor ekonomi dan komunitas lokal.

Di sisi lain, pemerintah memberikan hak pilih lokal kepada penduduk asing tertentu. Namun, undang-undang imigrasi tetap membatasi partisipasi politik mereka. Open Net Korea menilai kondisi ini menciptakan kontradiksi dalam sistem hukum.

Desakan Putusan Mahkamah Konstitusi

Melalui gugatan ini, Open Net Korea mendesak Mahkamah Konstitusi segera memberikan putusan. Mereka berharap keputusan tersebut memberi kepastian hukum sekaligus melindungi kebebasan berekspresi warga asing di Korea Selatan.

Redaksi

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Barcelona vs Newcastle 7-2 Raphinha merayakan gol di Camp Nou Liga Champions

    Barcelona Menggila! Hajar Newcastle 7-2, Tiket Perempat Final di Tangan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 236
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Barcelona memastikan tiket perempat final Liga Champions setelah menghancurkan Newcastle United dengan skor 7-2 pada leg kedua babak 16 besar di Camp Nou, Rabu waktu setempat. Hasil ini membuat Blaugrana unggul agregat 8-3. Barcelona langsung menekan sejak menit awal. Raphinha membuka keunggulan pada menit ke-6 setelah menerima umpan matang dari Fermin Lopez. […]

  • Adrian Moita menyoroti pengelolaan SDA Sulawesi Tenggara

    Mencegah Repetisi Pola Krisis Tata Kelola SDA di Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 464
    • 0Komentar

    (KabarIstana.com), JAKARTA — Adrian Moita menyampaikan pernyataan sikap tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Ia menyampaikan pandangan ini berdasarkan analisis data dan pengalaman pengelolaan SDA di berbagai daerah penghasil di Indonesia. Adrian menilai kekayaan SDA tidak selalu menghasilkan kesejahteraan masyarakat. Banyak kajian kebijakan publik dan ekonomi politik menunjukkan kondisi tersebut. […]

  • Forum Pemuda Adat Tolaki dalam kegiatan pelestarian budaya dan nilai sara

    Mengenal Dewan Sara Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI)

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 3.681
    • 10Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI) hadir sebagai wadah pemuda adat yang berkomitmen menjaga nilai budaya, hukum adat (sara), serta identitas Tolaki. Di tengah perubahan zaman, FORDATI menempatkan generasi muda sebagai pelaku utama pelestarian adat. Organisasi ini mendorong pemuda adat untuk memahami budaya sebagai pedoman hidup, bukan sekadar warisan simbolik. Melalui pendekatan edukatif […]

  • Perwakilan Puskom menunjukkan dokumen laporan dugaan suap izin prodi IAI Rawa Aopa usai melapor ke Gedung KPK RI di Jakarta.

    Puskom Resmi Laporkan Pengelola Yayasan IAI Rawa Aopa ke KPK RI

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabaristana.com – Pusat Studi Konstitusi Indonesia (Puskom) melaporkan dugaan suap dan gratifikasi dalam proses penerbitan izin operasional Program Studi Ekonomi Syariah IAI Rawa Aopa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Perwakilan Puskom menyerahkan laporan langsung di Gedung KPK RI, Jakarta. Langkah itu menjadi tindak lanjut dari aksi dan pengaduan sebelumnya terkait tata kelola di […]

  • Pemkab Labura raih WTP ke-11 dari BPK RI atas LKPD Tahun Anggaran 2025.

    Sampaikan Apresiasi, PERMADA Teluk Piai Sebut Akuntabilitas Anggaran Jadi Budaya Kerja di Labura

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 175
    • 0Komentar

    MEDAN, (kabaristana.com) – Perhimpunan Mahasiswa dan Pemuda (PERMADA) Desa Teluk Piai mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Pemkab Labura) mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara. BPK RI Perwakilan Sumatera Utara menyerahkan penghargaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 pada Jumat (29/5/2026). Raihan tersebut […]

  • serangan sekolah Iran di Minab Hormozgan yang menewaskan ratusan anak

    Tragedi Minab: Serangan Rudal Hantam Sekolah Dasar di Iran, Ratusan Anak Tewas dan Dunia Berduka

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 321
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Serangan udara menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada 28 Februari 2026. Tragedi tersebut menewaskan ratusan anak sekolah dasar dan memicu gelombang duka serta kemarahan publik. Komunitas internasional pun mendesak penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab peristiwa itu. Serangan Terjadi Saat Jam Belajar Kegiatan belajar mengajar sedang […]

expand_less