JAKARTA, (Kabaristana.com) || Orang terkaya ASEAN 2026 kini resmi berubah setelah pengusaha Vietnam Pham Nhat Vuong berhasil menggeser Prajogo Pangestu dari posisi puncak. Data terbaru Forbes menunjukkan kekayaan Vuong mencapai sekitar US$ 24,5 miliar, menempatkannya di peringkat 100 dunia.
Sementara itu, kekayaan Prajogo Pangestu turun signifikan menjadi sekitar US$ 18,6 miliar. Penurunan ini terjadi dalam beberapa bulan terakhir akibat tekanan besar di pasar saham. Saham Barito Pacific yang menjadi sumber utama kekayaannya tercatat mengalami koreksi tajam hingga sekitar 60 persen.
Kondisi tersebut muncul setelah meningkatnya pengawasan otoritas pasar terhadap transparansi dan kewajaran valuasi saham perusahaan besar di Indonesia. Situasi ini langsung berdampak pada penurunan nilai kapitalisasi pasar dan kekayaan pemegang saham utama.
Di sisi lain, Pham Nhat Vuong juga menghadapi tekanan pasar. Saham Vingroup sempat terkoreksi setelah mencapai level tertinggi pada tahun sebelumnya. Namun, kepemilikan mayoritas dalam perusahaan tersebut membuat Vuong tetap mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya ASEAN 2026.
Vuong mencatat sejarah sebagai miliarder pertama Vietnam sejak masuk daftar Forbes pada 2013. Ia terus memperluas bisnisnya melalui Vingroup ke berbagai sektor strategis seperti properti, teknologi, hingga otomotif listrik melalui VinFast. Langkah ekspansi ini menjadi faktor utama pertumbuhan kekayaannya dalam satu dekade terakhir.
Selain itu, keluarga Vuong juga semakin memperkuat pengaruhnya dalam dunia bisnis global. Istrinya, Pham Thu Huong, serta saudara iparnya, Pham Thuy Hang, kini sama-sama masuk dalam daftar miliarder dunia dengan kekayaan masing-masing mencapai miliaran dolar.
Ke depan, Vingroup menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang agresif. Perusahaan tersebut berencana memperluas ekspansi bisnis dan meningkatkan kinerja di berbagai lini usaha.
Perubahan posisi orang terkaya ASEAN 2026 ini menunjukkan bahwa fluktuasi pasar saham sangat memengaruhi peta kekayaan para konglomerat di Asia Tenggara. Dinamika ini juga menegaskan pentingnya stabilitas pasar dan kepercayaan investor dalam menjaga nilai perusahaan.
Saat ini belum ada komentar