BRI dan Kemenpora Gelar Literasi Keuangan, Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet Berprestasi SEA Games 2025
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- visibility 242
- comment 0 komentar
- print Cetak

ketgam : RI dan Kemenpora Gelar Literasi Keuangan, Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet Berprestasi SEA Games 2025
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (kabaristana.com) | Literasi keuangan atlet menjadi perhatian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah keberhasilan kontingen Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand. Program ini bertujuan membantu atlet mengelola pendapatan, bonus, dan investasi secara lebih bijak.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan pentingnya pemahaman finansial bagi para atlet. Menurutnya, banyak atlet menerima bonus dalam jumlah besar setelah meraih prestasi. Karena itu, mereka perlu memahami cara mengatur keuangan sejak dini.
“Program literasi keuangan atlet membantu para atlet menjaga stabilitas finansial. Dengan demikian, mereka dapat merencanakan masa depan dengan lebih baik,” ujar Hery Gunardi.
BRI tidak hanya menyalurkan bonus bagi atlet berprestasi. Selain itu, perusahaan juga memberikan edukasi tentang pengelolaan tabungan, investasi, serta perencanaan keuangan jangka panjang. Melalui program tersebut, atlet dapat memahami cara memanfaatkan penghasilan secara lebih terarah.
Program edukasi ini berjalan melalui kerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Melalui kolaborasi ini, pemerintah dan sektor perbankan berupaya memperkuat kesejahteraan atlet Indonesia.
Sementara itu, prestasi kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand menjadi momentum penting bagi dunia olahraga nasional. Indonesia berhasil mengumpulkan 333 medali pada ajang tersebut.
Rinciannya meliputi 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Berkat capaian itu, Indonesia menempati posisi runner-up dalam klasemen akhir.
Prestasi ini juga memiliki makna khusus. Pasalnya, Indonesia meraih posisi tersebut saat tidak berstatus sebagai tuan rumah. Dengan demikian, capaian tersebut menyamai prestasi pada SEA Games 1995 di Chiang Mai, Thailand.
Keberhasilan ini mendorong berbagai pihak untuk memperkuat pembinaan atlet. Upaya tersebut tidak hanya fokus pada latihan dan kompetisi. Namun, perhatian juga tertuju pada pengelolaan keuangan pribadi para atlet.
Melalui program literasi keuangan atlet, para atlet diharapkan mampu mengelola bonus, gaji, dan sponsor secara bijak. Pada akhirnya, pemahaman finansial yang baik dapat membantu mereka menjaga kesejahteraan dalam jangka panjang.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: https://kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar