Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Perang Pakistan–Afghanistan Memanas, China Terancam Rugi Besar dari Proyek Strategis Regional

Perang Pakistan–Afghanistan Memanas, China Terancam Rugi Besar dari Proyek Strategis Regional

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 273
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) | Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali memuncak. Konflik ini menjadi yang paling serius sejak Taliban menguasai Kabul pada 2021.

Bentrokan bersenjata terjadi di sejumlah wilayah perbatasan. Pakistan bahkan melancarkan serangan udara ke beberapa kota dan provinsi di Afghanistan.

Langkah militer tersebut menandai eskalasi besar dalam hubungan kedua negara. Situasi ini juga memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.

Gencatan senjata yang disepakati pada Oktober 2025 pun runtuh. Pertempuran kembali pecah di sepanjang Garis Durand yang memiliki panjang sekitar 2.600 kilometer.

Akibat konflik tersebut, ribuan warga sipil meninggalkan rumah mereka di wilayah perbatasan.

Tuduhan Militan Jadi Pemicu Utama

Pakistan menuduh Afghanistan melindungi kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Kelompok militan itu sering melancarkan serangan ke wilayah Pakistan.

Pemerintah Taliban membantah tuduhan tersebut. Namun ketegangan antara kedua negara terus meningkat.

Serangan balasan dan bentrokan lintas batas pun terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memperburuk hubungan diplomatik Islamabad dan Kabul.

China Jadi Pihak yang Paling Dirugikan

Konflik ini juga berdampak pada kepentingan strategis China di kawasan.

Peneliti dari China-CEE Institute sekaligus anggota Valdai Discussion Club, Ladislav Zemánek, menilai Beijing berada dalam posisi sulit.

Menurutnya, China menjadi salah satu pihak yang paling dirugikan jika konflik berlangsung lama.

Selama ini China berusaha membangun konektivitas ekonomi antara Asia Tengah, Asia Selatan, dan wilayah barat China.

Salah satu proyek utama dalam strategi tersebut adalah Koridor Ekonomi China–Pakistan (CPEC). Proyek ini merupakan bagian penting dari Belt and Road Initiative.

Proyek Infrastruktur Raksasa Terancam

CPEC menghubungkan wilayah Xinjiang di China dengan Pelabuhan Gwadar di Pakistan. Proyek tersebut mencakup pembangunan jalan, energi, dan kawasan industri.

China juga ingin menghubungkan Afghanistan dengan jaringan ekonomi tersebut.

Integrasi itu dapat memberi Afghanistan akses perdagangan laut. Selain itu, jalur ini juga membuka koneksi ekonomi baru bagi Asia Tengah.

Namun konflik Pakistan dan Afghanistan justru terjadi di kawasan inti rencana tersebut. Situasi ini mengancam stabilitas proyek yang bernilai miliaran dolar.

Diplomasi China Menghadapi Ujian

China memiliki hubungan sangat erat dengan Pakistan. Beijing juga menjadi mitra dagang terbesar negara tersebut.

Di sisi lain, China mulai memperluas kerja sama ekonomi dengan Afghanistan. Beberapa perusahaan China bahkan tertarik mengembangkan sektor pertambangan di negara itu.

Beijing sebelumnya membentuk mekanisme dialog trilateral bersama Pakistan dan Afghanistan. Forum ini bertujuan menjaga stabilitas kawasan.

Namun pecahnya konflik antara dua negara itu menunjukkan keterbatasan pendekatan diplomasi ekonomi China.

Sengketa Perbatasan Jadi Masalah Lama

Konflik ini juga berkaitan dengan sengketa Garis Durand. Perbatasan era kolonial tersebut membagi wilayah Pakistan dan Afghanistan.

Afghanistan hingga kini tidak mengakui garis perbatasan tersebut.

Selain itu, konflik juga dipicu oleh jaringan militan, rivalitas ideologi, dan tekanan politik domestik di kedua negara.

China kini mendorong Islamabad dan Kabul menyelesaikan konflik melalui dialog.

Namun para analis menilai stabilitas kawasan tidak bisa tercapai hanya dengan pembangunan infrastruktur. Penyelesaian politik dan keamanan tetap menjadi faktor utama untuk meredakan konflik di kawasan tersebut.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mapolda Sulawesi Tenggara terkait dugaan penipuan di Polda Sultra

    PERAK Ungkap Dugaan Pemerasan di Lingkungan Polda Sultra, Polisi Gadungan Diduga Bebas Berkeliaran

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 510
    • 2Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com — Dugaan penipuan dan pemerasan yang terjadi di lingkungan kepolisian kembali mengusik rasa aman warga pencari keadilan. Seorang pelapor kasus penipuan mengaku mengalami kerugian lanjutan saat berada di area Resmob Unit Jatanras Polda Sulawesi Tenggara. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius tentang perlindungan negara terhadap warganya. Situasi tersebut penting disorot karena kantor polisi seharusnya menjadi […]

  • lobi gedung KPK terkait kasus KPK Lippo Cikarang

    KPK Periksa Legal Lippo Cikarang, Dalami Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 300
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap di Kabupaten Bekasi. Dalam proses ini, isu KPK Lippo Cikarang mencuat setelah penyidik memeriksa saksi dari pihak perusahaan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa penyidik memanggil saksi berinisial RR yang bekerja di bagian legal Lippo Cikarang. Tim penyidik menjalankan pemeriksaan di […]

  • Dugaan suap Ombudsman RI saat IMPH desak Kejagung periksa LSO

    IMPH: Kejagung Jangan Tebang Pilih, Segera Periksa Dirut PT TSHI

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia segera memeriksa Direktur Utama PT Toshida Indonesia (TSHI) berinisial LSO. IMPH menilai LSO memiliki keterkaitan dalam dugaan suap yang menyeret Ketua Ombudsman RI. Kasus tersebut mencuat setelah Ombudsman RI menerbitkan surat koreksi kepada Kementerian Kehutanan terkait persoalan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) […]

  • Mahasiswa Sulawesi Tenggara Rawamangun Aktif Berkegiatan

    Ruang Tumbuh Dan Kiprah Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Ibu Kota

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 507
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Jakarta dikenal sebagai pusat pendidikan yang menarik mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Banyak mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra) juga memilih menetap di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. (10/01/2026). Rawamangun menjadi tempat berkumpul mahasiswa Sulawesi Tenggara dari 17 kabupaten dan kota. Mereka membangun komunitas untuk saling mendukung selama menempuh pendidikan di Jakarta. Komunitas […]

  • Iran bantah MoU AS yang disebut telah difinalisasi, dengan latar Gedung Capitol Amerika Serikat di Washington, D.C.

    Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Final dengan AS, Perundingan Masih Berlangsung

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)– Iran bantah MoU AS yang disebut sejumlah media telah mencapai tahap final. Pemerintah di Teheran menegaskan bahwa perundingan masih berlangsung dan belum menghasilkan dokumen resmi terkait program nuklir maupun keamanan kawasan. Penegasan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai kesepakatan baru antara kedua negara. Sejumlah media internasional sebelumnya melaporkan bahwa kedua negara telah menyusun […]

  • Mediasi Sengketa Lahan Gagal, Perwakilan PT MUTU Tinggalkan Ruang Mediasi

    Mediasi Sengketa Lahan Gagal, Perwakilan PT MUTU Tinggalkan Ruang Mediasi

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Usupriyadi, Tim
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabaristana.com — Mediasi sengketa lahan antara Yupelis dan sejumlah pihak dengan PT Multi Tambang Jaya Utama (PT MUTU) belum menghasilkan kesepakatan. Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (PKS) Kabupaten Barito Timur memfasilitasi pertemuan tersebut pada Jumat, 7 Agustus 2026. Proses mediasi berlangsung dengan melibatkan sejumlah pihak terkait. Mediasi Sengketa Lahan Berakhir Buntu Mediasi memasuki tahap […]

expand_less