Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Perang Pakistan–Afghanistan Memanas, China Terancam Rugi Besar dari Proyek Strategis Regional

Perang Pakistan–Afghanistan Memanas, China Terancam Rugi Besar dari Proyek Strategis Regional

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) | Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali memuncak. Konflik ini menjadi yang paling serius sejak Taliban menguasai Kabul pada 2021.

Bentrokan bersenjata terjadi di sejumlah wilayah perbatasan. Pakistan bahkan melancarkan serangan udara ke beberapa kota dan provinsi di Afghanistan.

Langkah militer tersebut menandai eskalasi besar dalam hubungan kedua negara. Situasi ini juga memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.

Gencatan senjata yang disepakati pada Oktober 2025 pun runtuh. Pertempuran kembali pecah di sepanjang Garis Durand yang memiliki panjang sekitar 2.600 kilometer.

Akibat konflik tersebut, ribuan warga sipil meninggalkan rumah mereka di wilayah perbatasan.

Tuduhan Militan Jadi Pemicu Utama

Pakistan menuduh Afghanistan melindungi kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Kelompok militan itu sering melancarkan serangan ke wilayah Pakistan.

Pemerintah Taliban membantah tuduhan tersebut. Namun ketegangan antara kedua negara terus meningkat.

Serangan balasan dan bentrokan lintas batas pun terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memperburuk hubungan diplomatik Islamabad dan Kabul.

China Jadi Pihak yang Paling Dirugikan

Konflik ini juga berdampak pada kepentingan strategis China di kawasan.

Peneliti dari China-CEE Institute sekaligus anggota Valdai Discussion Club, Ladislav Zemánek, menilai Beijing berada dalam posisi sulit.

Menurutnya, China menjadi salah satu pihak yang paling dirugikan jika konflik berlangsung lama.

Selama ini China berusaha membangun konektivitas ekonomi antara Asia Tengah, Asia Selatan, dan wilayah barat China.

Salah satu proyek utama dalam strategi tersebut adalah Koridor Ekonomi China–Pakistan (CPEC). Proyek ini merupakan bagian penting dari Belt and Road Initiative.

Proyek Infrastruktur Raksasa Terancam

CPEC menghubungkan wilayah Xinjiang di China dengan Pelabuhan Gwadar di Pakistan. Proyek tersebut mencakup pembangunan jalan, energi, dan kawasan industri.

China juga ingin menghubungkan Afghanistan dengan jaringan ekonomi tersebut.

Integrasi itu dapat memberi Afghanistan akses perdagangan laut. Selain itu, jalur ini juga membuka koneksi ekonomi baru bagi Asia Tengah.

Namun konflik Pakistan dan Afghanistan justru terjadi di kawasan inti rencana tersebut. Situasi ini mengancam stabilitas proyek yang bernilai miliaran dolar.

Diplomasi China Menghadapi Ujian

China memiliki hubungan sangat erat dengan Pakistan. Beijing juga menjadi mitra dagang terbesar negara tersebut.

Di sisi lain, China mulai memperluas kerja sama ekonomi dengan Afghanistan. Beberapa perusahaan China bahkan tertarik mengembangkan sektor pertambangan di negara itu.

Beijing sebelumnya membentuk mekanisme dialog trilateral bersama Pakistan dan Afghanistan. Forum ini bertujuan menjaga stabilitas kawasan.

Namun pecahnya konflik antara dua negara itu menunjukkan keterbatasan pendekatan diplomasi ekonomi China.

Sengketa Perbatasan Jadi Masalah Lama

Konflik ini juga berkaitan dengan sengketa Garis Durand. Perbatasan era kolonial tersebut membagi wilayah Pakistan dan Afghanistan.

Afghanistan hingga kini tidak mengakui garis perbatasan tersebut.

Selain itu, konflik juga dipicu oleh jaringan militan, rivalitas ideologi, dan tekanan politik domestik di kedua negara.

China kini mendorong Islamabad dan Kabul menyelesaikan konflik melalui dialog.

Namun para analis menilai stabilitas kawasan tidak bisa tercapai hanya dengan pembangunan infrastruktur. Penyelesaian politik dan keamanan tetap menjadi faktor utama untuk meredakan konflik di kawasan tersebut.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Copot Kajati Sultra desakan FAMHI Sultra Jakarta

    FAMHI Sultra Jakarta Desak Jaksa Agung Copot Kajati Sultra Terkait Mandeknya Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bombana

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 384
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Forum Advokasi Mahasiswa Hukum Indonesia Sulawesi Tenggara–Jakarta (FAMHI Sultra Jakarta) mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia segera mencopot Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kajati Sultra). Desakan ini muncul karena FAMHI menilai Kejati Sultra lambat menangani dugaan korupsi yang menyeret Bupati Bombana, Burhanuddin. Selain itu, FAMHI Sultra Jakarta juga menilai Kejati Sultra belum menunjukkan […]

  • Judi online anak Indonesia jadi perhatian pemerintah

    Judi Online Ancam Anak Indonesia, Pemerintah Catat Hampir 200 Ribu Kasus

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak Indonesia terpapar judi online. Dari jumlah itu, sekitar 80 ribu anak masih berusia di bawah 10 tahun. Meutya menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol di Medan, Rabu. Meutya menilai kondisi itu menjadi ancaman serius bagi […]

  • PSE global Indonesia buka kantor perwakilan di Jakarta

    Pemerintah Dorong PSE Global Buka Kantor di Indonesia demi Pengawasan Digital

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Pemerintah mendorong Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) global yang memiliki banyak pengguna di Indonesia untuk membuka kantor perwakilan di dalam negeri. Langkah ini bertujuan memperkuat pengawasan serta mempercepat koordinasi ketika muncul persoalan di platform digital. Analis Kebijakan Madya Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Nanci Laura Sitinjak, mengatakan pengawasan terhadap […]

  • harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah di Selat Hormuz

    Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Kembali Melonjak

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 131
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Ketegangan militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memicu kekhawatiran pasar energi global. Memasuki pekan ketiga konflik, para analis memperkirakan harga minyak dunia berpotensi kembali naik pada pembukaan perdagangan awal pekan. Pasar energi global menyoroti potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk yang selama ini menjadi pusat […]

  • aktivitas seni budaya bantu perlambat penuaan biologis

    Terlibat Aktivitas Seni dan Budaya Disebut Bisa Perlambat Penuaan Biologis

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Kegiatan seni dan budaya dapat membantu memperlambat penuaan biologis. Temuan ini muncul dalam penelitian terbaru di jurnal Innovation in Aging. Selain itu, laporan Health pada Jumat (15/5) menyebut aktivitas seperti membaca, mendengarkan musik, melukis, menari, hingga mengunjungi museum memberi dampak positif bagi kesehatan tubuh dan otak. Peneliti dari University College London, Feifei […]

  • Jafar Felisha Indonesia Masters 2026 ganda campuran Indonesia

    Jafar/Felisha Bidik Semifinal BAC 2026, Fokus Pulihkan Performa Usai Tur Eropa

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 129
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, menatap Kejuaraan Asia (BAC) 2026 dengan pendekatan realistis. Mereka kini fokus meningkatkan performa setelah hasil kurang memuaskan dalam tur Eropa. Felisha menegaskan tim telah mengevaluasi performa secara menyeluruh. Ia menyebut masih banyak aspek yang perlu mereka tingkatkan agar bisa kembali ke level terbaik. […]

expand_less