Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis & Industri » Dua Kapal Tanker Pertamina Terkendala Melintasi Selat Hormuz, Ini Penyebabnya

Dua Kapal Tanker Pertamina Terkendala Melintasi Selat Hormuz, Ini Penyebabnya

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (Kabaristana.com) || 1 April 2026 – Dua kapal tanker milik Pertamina belum berhasil melintasi Selat Hormuz. Kondisi ini memicu perhatian publik karena kapal dari negara lain, termasuk Malaysia, tetap bisa melintas tanpa tarif tambahan.

Perizinan jadi faktor utama

Otoritas maritim di kawasan Teluk menerapkan aturan ketat. Setiap kapal harus memenuhi dokumen pelayaran, asuransi, dan standar keamanan. Perbedaan kontrak pengiriman juga memengaruhi proses izin.

Petugas sering melakukan pemeriksaan tambahan pada kapal tertentu. Proses ini dapat memperlambat perjalanan, terutama jika dokumen belum sepenuhnya sinkron.

Faktor geopolitik memperketat pengawasan

Selat Hormuz berada di kawasan dengan tensi tinggi. Negara-negara di sekitar jalur ini meningkatkan pengawasan untuk menjaga keamanan.

Kapal tanker harus melewati kontrol ketat sebelum melintas. Situasi ini dapat menyebabkan antrean, terutama saat lalu lintas meningkat.

Malaysia gunakan jalur dan skema berbeda

Operator dari Malaysia cenderung memakai jalur distribusi yang lebih terintegrasi. Mereka juga menggunakan kontrak dagang yang sudah mapan.

Skema tersebut mempercepat proses administrasi. Akibatnya, kapal dapat melintas lebih lancar tanpa hambatan berarti.

Dampak terhadap pasokan energi

Keterlambatan ini berpotensi mengganggu distribusi energi. Namun, Pertamina memastikan stok nasional tetap aman.

Perusahaan mengatur pasokan melalui cadangan dan jalur alternatif. Pemerintah juga terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas distribusi.

Kondisi di Selat Hormuz menunjukkan kompleksitas distribusi energi global. Faktor regulasi, keamanan, dan kontrak dagang saling memengaruhi kelancaran pelayaran.

Perbedaan perlakuan antarnegara menjadi bukti bahwa sistem logistik energi tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis, tetapi juga strategi dan kerja sama internasional.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prasetyo Hadi bahas hilirisasi industri April 2026 di Istana Kepresidenan Jakarta

    April 2026 Jadi Momentum: Pemerintah Siapkan Groundbreaking Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 171
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pemerintah menargetkan pelaksanaan groundbreaking proyek strategis nasional pada April 2026. Fokus utama mencakup program hilirisasi industri dan pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah akan memulai proyek waste to energy di 29 kabupaten/kota setelah melakukan penyesuaian dari rencana awal 33 titik. “Pemerintah menargetkan seluruh […]

  • Barang bukti sindikat narkoba Gang Langgar berupa plastik klip, uang tunai, dan alat transaksi yang diamankan polisi di Samarinda

    Transaksi Sabu Dijaga “Sniper”, Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Gang Langgar

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com)— Sindikat narkoba Gang Langgar di Samarinda, Kalimantan Timur, memakai sistem pengawasan berlapis untuk menjaga aktivitas transaksi sabu-sabu. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menemukan puluhan pengawas atau “sniper” yang memantau setiap pergerakan pembeli di kawasan tersebut. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan para sniper berjaga di sejumlah […]

  • pelanggaran udara indonesia oleh pesawat militer AS

    AS Disebut Langgar Wilayah Udara RI 18 Kali, Pemerintah Tegaskan Kedaulatan Prioritas

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 182
    • 2Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) — Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan wilayah udara setelah muncul laporan pelanggaran oleh armada militer Amerika Serikat (AS) sebanyak 18 kali. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa pemerintah menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama. Selain itu, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga wilayah perbatasan. “Kami terus menempatkan kedaulatan wilayah udara […]

  • Ilustrasi_ kuasa hukum jelaskan klien sakit luar negeri dalam proses pemeriksaan

    Kuasa Hukum Tegaskan Kliennya Sakit, Bantah Isu di Luar Negeri

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 166
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Kuasa hukum Anton Timbang menegaskan bahwa kliennya tidak menghadiri panggilan pertama penyidik Bareskrim Polri karena kondisi kesehatan yang menurun, bukan karena berada di luar negeri sebagaimana isu yang beredar di publik. Pihak kuasa hukum menyatakan bahwa Anton Timbang saat ini sedang sakit dan telah mengirimkan surat resmi permohonan penundaan pemeriksaan kepada penyidik. […]

  • aktivitas tambang nikel terkait janji smelter PT SCM di Routa Konawe

    Fokus Nambang dan Lupa Pada Janji Bangun Smelter, Ampuh Sultra Minta Pemerintah Hentikan Aktivitas PT. SCM di Konawe.

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 208
    • 0Komentar

    KONAWE, (Kabaristana.com) — PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) kembali menuai sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Perusahaan ini belum merealisasikan komitmennya untuk membangun pabrik pemurnian bijih nikel (smelter) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe. Ampuh Sultra Tagih Komitmen Perusahaan Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menagih realisasi pembangunan smelter tersebut. Direktur Ampuh Sultra, Hendro […]

  • Penolakan Pilkada dipilih DPRD oleh DPRD DKI Jakart

    Legislator DKI Tegas Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 473
    • 2Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com – Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menolak keras wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Ia menilai gagasan tersebut melemahkan demokrasi dan menjauhkan rakyat dari hak politiknya. Menurut Kenneth, Pilkada langsung lahir dari perjuangan Reformasi 1998. Karena itu, ia menegaskan negara tidak boleh mundur dari sistem yang memberi rakyat hak memilih secara langsung. […]

expand_less