Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Fokus Nambang dan Lupa Pada Janji Bangun Smelter, Ampuh Sultra Minta Pemerintah Hentikan Aktivitas PT. SCM di Konawe.

Fokus Nambang dan Lupa Pada Janji Bangun Smelter, Ampuh Sultra Minta Pemerintah Hentikan Aktivitas PT. SCM di Konawe.

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
  • visibility 165
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KONAWE, (Kabaristana.com) — PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) kembali menuai sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Perusahaan ini belum merealisasikan komitmennya untuk membangun pabrik pemurnian bijih nikel (smelter) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.

Ampuh Sultra Tagih Komitmen Perusahaan

Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menagih realisasi pembangunan smelter tersebut.

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, menyatakan bahwa masyarakat awalnya menyambut kehadiran PT. SCM dengan antusias. Dukungan itu muncul karena perusahaan berjanji membangun smelter di wilayah Routa.

Seiring waktu, aktivitas perusahaan berubah. PT. SCM kini lebih sering menambang nikel seperti perusahaan IUP lainnya.

“Awalnya banyak yang mendukung karena ada janji pembangunan smelter. Namun, perusahaan lebih aktif menambang dan menjual ore daripada membangun smelter,” ujar Hendro, Sabtu (4/4/2026).

Produksi Nikel Meningkat, Smelter Belum Dibangun

Data yang dihimpun menunjukkan PT. SCM memproduksi sekitar 6,9 juta metrik ton nikel di Routa pada semester I tahun 2025.

Hendro menilai kondisi ini memperkuat dugaan masyarakat bahwa perusahaan lebih memprioritaskan penambangan dan penjualan dibanding pembangunan smelter.

Ia juga menegaskan bahwa perusahaan merampungkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) sejak 2022. Namun, hingga saat ini perusahaan belum memulai pembangunan smelter.

“Sudah lebih dari 10 tahun berjalan. Amdal sudah selesai, tetapi perusahaan belum membangun smelter. Mereka justru menjual hasil tambang ke Morowali,” jelasnya.

Ampuh Desak Pemerintah Segera Bertindak

Ampuh Sultra mendesak pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah tegas.

Mereka meminta pemerintah menghentikan sementara aktivitas PT. SCM di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe dan mengevaluasi izin perusahaan.

“Pemerintah harus menghentikan sementara aktivitas PT. SCM serta mengevaluasi luas wilayah IUP dan kuota produksinya,” tegas Hendro.

IUP Luas Dinilai Berkaitan dengan Janji Smelter

Hendro menilai pemerintah memberikan keistimewaan kepada PT. SCM karena komitmen pembangunan smelter. Perusahaan ini memegang wilayah IUP luas dan kuota produksi besar di Sulawesi Tenggara.

Ia menegaskan pemerintah perlu meninjau ulang kebijakan tersebut jika perusahaan tidak merealisasikan komitmennya.

“Jika perusahaan tidak memenuhi janji pembangunan smelter, pemerintah harus mengevaluasi kembali izin dan kuota yang diberikan,” tutupnya.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran blokir serangan AS Israel melalui pernyataan resmi pemerintah

    Iran Desak Negara Kawasan Tutup Akses untuk Serangan AS-Israel di Tengah Eskalasi Konflik

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 84
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pemerintah Iran mendesak negara-negara di Timur Tengah untuk menolak penggunaan wilayah dan fasilitas militer mereka oleh Amerika Serikat dan Israel. Selain itu, Teheran menyampaikan seruan ini saat ketegangan kawasan terus meningkat akibat konflik yang belum mereda. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa negara-negara kawasan harus bertindak tegas. Oleh […]

  • iran produksi rudal dengan bendera Iran berkibar di langit

    Iran Bantah Klaim Netanyahu, IRGC Tegaskan Produksi Rudal Tetap Berjalan di Tengah Konflik

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 88
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Iran melalui Garda Revolusi atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan bahwa produksi rudal nasional tetap berlangsung normal, sekaligus membantah klaim Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyebut kemampuan tersebut telah melemah. Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naeini, menyatakan industri rudal Iran tidak terdampak signifikan meski berada dalam situasi konflik. Pernyataan ini […]

  • penghematan energi nasional Presiden Prabowo Subianto rapat kabinet di Istana Merdeka Jakarta

    Prabowo Siapkan Strategi Hemat Energi, WFH Jadi Opsi Redam Dampak Krisis Global

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 118
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto menyiapkan langkah penghematan energi nasional untuk menghadapi ketidakpastian pasokan global. Ia mendorong penerapan kerja dari rumah (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai salah satu solusi. Prabowo membahas kebijakan tersebut bersama para menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026). Dalam rapat itu, ia menyoroti meningkatnya tensi geopolitik […]

  • operasional Whoosh aman saat cuaca ekstrem di Bandung

    Whoosh Tetap Aman Saat Cuaca Ekstrem, KCIC Pastikan Perjalanan Normal

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 94
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional kereta cepat Whoosh rute Jakarta–Bandung tetap aman meski cuaca ekstrem melanda wilayah Bandung dan sekitarnya. KCIC menghentikan sementara perjalanan KA G1046 relasi Tegalluar Summarecon–Halim pada Jumat (3/4) pukul 16.45 WIB di KM 126+383 wilayah Kopo. Petugas mengambil langkah ini untuk menjaga keselamatan setelah sistem […]

  • penahanan vanessa dipersoalkan gaskan oleh aktivis keadilan

    GASKAN Sebut Penahanan Vanessa Bhayangkari Diduga Tidak Sah, Minta Penangguhan dan Gelar Perkara Khusus

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 185
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | 28 Februari 2026  Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN) menyuarakan keberatan atas penahanan Bhayangkari Vanessa yang terjadi pada 12 Februari 2026. GASKAN menilai aparat melanggar sejumlah prosedur hukum dalam proses tersebut. Saat penahanan berlangsung, Vanessa hanya didampingi M. Yamin Nasution. Namun, Yamin sebelumnya telah menyatakan mundur dari tim kuasa hukum Vanessa pada 6 Februari […]

  • pencemaran lingkungan Pulau Kabaena akibat aktivitas tambang nikel

    Kementerian ESDM Diminta Tolak RKAB dan Cabut IUP Tiga Perusahaan Tambang di Kabaena

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 148
    • 3Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Senin, 2 Februari 2025 – Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara–Jakarta melaporkan dugaan pencemaran lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas tambang di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Mereka menyampaikan laporan tersebut langsung ke Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada Senin (2/2). Koalisi menyoroti aktivitas tiga […]

expand_less