Indonesia Sampaikan Duka atas Gugurnya Pasukan UNIFIL Prancis di Lebanon
- account_circle Rahman
- calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
- visibility 49
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : pasukan penjaga perdamaian united nations interim force in lebanon (UNIIFIL) melakukan patroli di lebanon selatan, di sertai simbol duka berupa lilin dan tanda pengenal prajurit. ilustrasi ini menggambarkan solidaritas internasional, termaksut indonesia dan francis dalam misi perdamaian PBB.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Kabaristana.com) – Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada Prancis atas gugurnya anggota pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon pada 18 April 2026.
Kementerian Luar Negeri RI menilai serangan itu tidak dapat diterima. Insiden terjadi saat gencatan senjata masih berlangsung selama 10 hari.
Pemerintah Indonesia meminta semua pihak menahan diri. Selain itu, Indonesia menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan negara dan hukum internasional.
Gencatan Senjata Harus Dihormati
Kemlu RI menekankan bahwa semua pihak wajib menjaga kesepakatan damai. Mereka juga meminta pihak terkait tidak melakukan tindakan yang memicu kekerasan.
Indonesia menilai pelanggaran gencatan senjata berpotensi memperburuk konflik. Kondisi tersebut juga dapat mengancam keselamatan pasukan di lapangan.
Indonesia Soroti Serangan ke Pasukan PBB
Indonesia terus mengingatkan bahaya serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian. Pemerintah menegaskan bahwa pasukan UNIFIL tidak boleh menjadi target.
Kemlu menyebut tindakan tersebut bisa masuk kategori kejahatan perang. Karena itu, Indonesia mendesak semua pihak mematuhi hukum humaniter internasional.
Solidaritas untuk Prancis
Indonesia menyatakan solidaritas kepada Prancis dan negara kontributor lainnya. Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan perlindungan bagi personel PBB.
Komitmen ini sejalan dengan Pernyataan Bersama tentang Keselamatan dan Keamanan Personel PBB pada 9 April 2026.
Pernyataan Presiden Prancis
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan satu tentaranya tewas dalam serangan di Lebanon selatan. Tiga prajurit lainnya mengalami luka.
Macron mendesak otoritas Lebanon segera menangkap pelaku. Ia juga meminta kerja sama penuh dengan UNIFIL.
Korban dari Indonesia
Indonesia juga mengalami kehilangan dalam misi ini. Tiga personel gugur pada 29–30 Maret 2026 di Lebanon selatan.
Selain itu, delapan prajurit TNI mengalami luka saat bertugas. Indonesia kemudian meminta Dewan Keamanan PBB menyelidiki semua serangan terhadap UNIFIL.
Penegasan Indonesia
Indonesia menegaskan pentingnya melindungi pasukan penjaga perdamaian. Pemerintah juga meminta semua pihak menjaga stabilitas kawasan.
Upaya damai hanya bisa berhasil jika semua pihak mematuhi hukum dan komitmen internasional.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar