Jakarta, (kabaristana.com) — Kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang melibatkan KRL dan kereta jarak jauh memicu perhatian serius dari DPR RI. Anggota Komisi V, Danang Wicaksana Sulistya, mendesak KNKT segera mengungkap penyebab insiden tersebut.
Danang menegaskan perlunya investigasi menyeluruh untuk memastikan sumber utama kecelakaan. Ia menyoroti kemungkinan faktor teknis, kesalahan manusia, serta kelemahan sistem pengamanan perlintasan sebagai pemicu.
Peristiwa bermula di perlintasan sebidang di Bekasi. Sebuah taksi listrik menerobos jalur saat KRL melintas dan memicu tabrakan. Benturan itu menghentikan rangkaian KRL di lintasan. Selang beberapa waktu, kereta relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL yang berhenti.
Rangkaian kejadian ini menunjukkan risiko tinggi di perlintasan sebidang, terutama ketika sistem pengamanan tidak berjalan optimal.
DPR mendorong evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan transportasi. Danang menekankan pentingnya penguatan teknologi pengamanan serta kesiapan petugas di lapangan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan saat melintasi jalur kereta agar dapat menekan potensi kecelakaan.
Sementara itu, KNKT menurunkan tim investigasi sejak malam kejadian. Juru bicara KNKT, Anggo Anurogo, menyatakan tim kini mengumpulkan data di lokasi, memeriksa sarana, dan mengevaluasi sistem pengamanan.
Hasil investigasi diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperbaiki sistem keselamatan transportasi nasional. Pemerintah dan operator perlu meningkatkan koordinasi, memperkuat pengawasan, serta memperluas edukasi publik sebagai langkah pencegahan ke depan.
Saat ini belum ada komentar