Para Pekerja Venezuela Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tuntut Kepulangan Maduro
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
- visibility 355
- comment 0 komentar
- print Cetak

ketgam : Kaum muda berpartisipasi dalam sebuah demonstrasi di Caracas, Venezuela, Kamis (8/1/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,(kabaristana.com) | Para pekerja Venezuela menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (14/1) di sejumlah ruas jalan utama Caracas. Mereka menuntut pembebasan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang dilaporkan ditahan pasukan militer Amerika Serikat sejak 3 Januari lalu.
Saat aksi berlangsung, penjabat presiden Venezuela Delcy Rodriguez menyapa massa melalui sambungan telepon. Dalam kesempatan itu, ia mengajak para pendukung untuk tetap bersatu. Ia juga meminta massa menjaga semangat kolektif demi memulangkan Maduro dan Flores ke tanah air.
“Karena itu, kita harus terus bersemangat untuk membawa presiden dan ibu negara kembali,” ujar Rodriguez.
Selain itu, Rodriguez menekankan pentingnya persatuan nasional. Ia mendorong para pekerja untuk melanjutkan agenda pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial. Menurutnya, solidaritas buruh berperan penting dalam menjaga stabilitas negara dan memperjuangkan keadilan sosial.
Sementara itu, para demonstran memusatkan aksi di Lapangan O’Leary, pusat kota Caracas. Dalam orasinya, Rodriguez menyampaikan keyakinannya terhadap Kongres Konstituen Kelas Pekerja Nasional yang baru digelar. Ia berharap forum tersebut menghasilkan undang-undang yang memperkuat keadilan, inklusi, dan kesetaraan sosial.
Di sisi lain, Kepala Serikat Pekerja Sosialis Bolivarian Pusat, Wilis Rangel, menyerukan Amerika Serikat agar segera memulangkan Maduro dan Flores. Ia menegaskan para pendukung akan terus bergerak. Mereka akan melakukan mobilisasi di jalanan dan di tempat kerja sampai tuntutan itu terpenuhi.
Selain Rangel, sejumlah orator lain juga menyoroti pentingnya persatuan nasional. Mereka menggambarkan Maduro sebagai pemimpin yang mengutamakan dialog. Mereka juga menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah membuka pembicaraan diplomatik dengan negara-negara pemberi sanksi.
Akhirnya, aksi unjuk rasa tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat setempat. Kondisi ini mencerminkan konsolidasi dukungan kalangan pekerja terhadap agenda persatuan nasional dan diplomasi pemerintah Venezuela.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar