Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi Tolak Rencana Eksekusi Hotel Sultan

Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi Tolak Rencana Eksekusi Hotel Sultan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) – Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Pribumi Bersatu, Tolak Eksekusi Hotel Sultan” di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Senin (15/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana eksekusi Hotel Sultan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026.

Aksi itu diikuti oleh mahasiswa, karyawan Hotel Sultan, buruh, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya. Massa menilai pelaksanaan eksekusi berpotensi menimbulkan persoalan hukum, sosial, dan ekonomi yang lebih luas.

Koordinator Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi, Al Hams Qamarallah, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan perlawanan sipil secara damai dan konstitusional untuk menolak pelaksanaan eksekusi.

“Kami siap menghadang rencana eksekusi Hotel Sultan melalui aksi damai dan konstitusional. Eksekusi tidak boleh dipaksakan dengan mengabaikan keadilan, kepastian hukum, dan hak seluruh pihak yang berkepentingan,” ujar Al Hams.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah aspek hukum yang perlu mendapat perhatian, di antaranya terkait pelaksanaan putusan serta-merta, kewajiban penempatan jaminan oleh pemohon eksekusi, hak pemegang Hak Guna Bangunan (HGB), hingga perlindungan terhadap pekerja dan pihak ketiga yang terdampak.

Al Hams menyebut sengketa yang terjadi berkaitan dengan status tanah. Namun demikian, pelaksanaan eksekusi dinilai dapat berdampak pada bangunan serta aktivitas usaha yang selama ini dijalankan oleh PT Indobuildco.

“Objek sengketanya adalah tanah. Namun yang terancam dihentikan dan diambil alih bukan hanya tanah, melainkan juga bangunan, bisnis hotel, lapangan kerja, tenant, vendor, dan kehidupan ekonomi banyak orang,” katanya.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan enam tuntutan. Pertama, meminta pembatalan pelaksanaan eksekusi Hotel Sultan karena pemohon eksekusi dinilai belum menyerahkan nilai jaminan yang setara dengan objek eksekusi. Kedua, mendesak pemerintah menjalankan ketentuan perundang-undangan serta menjunjung prinsip hukum terkait hak pemegang HGB.

Ketiga, menuntut perlindungan terhadap hak-hak pekerja, pelaku usaha, dan pihak ketiga yang terdampak. Keempat, meminta penyelesaian sengketa melalui mekanisme hukum yang transparan, adil, bermartabat, serta mengedepankan solusi yang menguntungkan seluruh pihak (win-win solution).

Kelima, menegaskan bahwa keadilan harus diwujudkan tidak hanya melalui kepastian hukum, tetapi juga melalui proses yang menjamin perlindungan hak setiap warga negara, termasuk pengusaha pribumi. Keenam, meminta pemerintah mempertimbangkan dampak terhadap stabilitas nasional di tengah meningkatnya berbagai aksi demonstrasi dari mahasiswa, buruh, dan kelompok masyarakat sipil lainnya.

Dalam tuntutannya, koalisi merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021, serta Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 18 Tahun 2021.

Selain aspek hukum, massa juga menyoroti dampak sosial dan ekonomi apabila eksekusi tetap dilaksanakan. Mereka meminta adanya jaminan perlindungan terhadap hak-hak karyawan Hotel Sultan, tenant, vendor, pemasok, serta pihak ketiga lainnya yang bergantung pada operasional hotel tersebut.

“Hotel Sultan bukan hanya tanah dan bangunan. Di dalamnya terdapat pekerja, keluarga karyawan, tenant, vendor, dan berbagai aktivitas ekonomi yang harus dilindungi,” ujar Al Hams.

Koalisi juga mendorong pemerintah dan PT Indobuildco untuk mengedepankan dialog serta negosiasi dalam penyelesaian sengketa. Menurut mereka, langkah tersebut lebih konstruktif dibandingkan pelaksanaan eksekusi yang berpotensi memunculkan persoalan baru.

“Kami akan menyampaikan aspirasi secara damai, tetapi sikap kami tegas: batalkan eksekusi Hotel Sultan, hormati hukum, lindungi pekerja dan pihak ketiga, serta buka ruang negosiasi untuk memperoleh penyelesaian yang adil,” tutup Al Hams.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ashima dan keluarga korban menunggu di kediaman KDM demi memperjuangkan keadilan korban pencabulan

    GASKAN Soroti Kasus Pencabulan Dua Kakak Beradik, Ibu Bawa Korban Datangi Kediaman KDM Mencari Keadilan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 72
    • 1Komentar

    Subang, (kabaristana.com) – Ashima kembali mendatangi kediaman KDM di Subang pada Minggu (31/5/2026). Kali ini, ia mengajak dua anaknya yang menjadi korban dugaan pencabulan oleh ayah tiri. Ashima berharap KDM bersedia menerima dan mendengar langsung keterangan dari kedua anak tersebut. Ia ingin memastikan perjuangan keluarganya mendapatkan keadilan tidak berhenti di tengah jalan. “Saya sudah beberapa […]

  • Bahlil Lahadalia jelaskan pasokan minyak Indonesia saat Selat Hormuz ditutup

    Bahlil Ungkap Kondisi Pasokan Minyak Indonesia di Tengah Ketegangan Timur Tengah

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 169
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan kondisi pasokan minyak Indonesia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat turut memicu kekhawatiran terhadap distribusi energi global. Bahlil menegaskan Selat Hormuz memiliki peran penting dalam perdagangan minyak dunia. […]

  • Tekanan korban kampus dalam surat klarifikasi IAI Rawa Aopa terkait dana KIP Kulia

    Puskom Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Korban Kekerasan Seksual di IAI Rawa Aopa

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 70
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com – Pusat Studi Konstitusi Indonesia (Puskom Indonesia) mengecam keras sikap IAI Rawa Aopa yang dianggap tidak berpihak kepada korban kekerasan seksual. Alih-alih memberikan perlindungan dan pendampingan, pihak kampus justru mengirim surat klarifikasi terkait dana KIP Kuliah kepada korban yang mengundurkan diri karena trauma. Polemik tersebut mencuat setelah pihak kampus mengirim surat tertanggal 18 […]

  • Khofifah perkuat demokrasi pers

    Khofifah Ajak Pers Perkuat Demokrasi dan Kedaulatan Bangsa

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 241
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Arus informasi digital yang semakin deras mendorong penyebaran hoaks, disinformasi, dan narasi sensasional. Akibatnya, publik kerap kesulitan membedakan fakta dan opini. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi dan kebijakan publik. Karena itu, Khofifah perkuat demokrasi pers dengan menegaskan pentingnya jurnalisme akurat dan berintegritas. Menurutnya, pers berperan memastikan […]

  • Jayden Oosterwolde tegaskan Pilih Belanda

    Jayden Oosterwolde tegaskan Pilih Belanda

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 186
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Oosterwolde pilih Belanda dan mengakhiri spekulasi publik mengenai negara yang akan ia bela di level internasional. Isu ini sebelumnya mencuat karena latar belakang keluarganya yang memiliki garis keturunan Indonesia dan Suriname. Kendati lebih jauh lagi, sebagai Atlet profesional yang berkarir di Liga Turkey FC. Fenerbahce, Jayden Oosterwolde menegaskan bahwa keputusan tersebut lahir […]

  • Evakuasi penumpang MV Hondius terkait risiko hantavirus di Eropa di Pelabuhan Granadilla Tenerife Spanyol.

    Risiko Hantavirus di Eropa Masih Rendah, Uni Eropa Tingkatkan Pengawasan

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Risiko hantavirus di Eropa masih berada pada tingkat rendah berdasarkan penilaian terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Komisi Eropa menegaskan bahwa otoritas kesehatan terus memantau perkembangan situasi guna memastikan keamanan masyarakat di kawasan tersebut. Juru bicara Komisi Eropa Eva Hrncirova menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers pada Senin. Ia menjelaskan bahwa Uni Eropa […]

expand_less