Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi Tolak Rencana Eksekusi Hotel Sultan

Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi Tolak Rencana Eksekusi Hotel Sultan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) – Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi menggelar aksi bertajuk “Pribumi Bersatu, Tolak Eksekusi Hotel Sultan” di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). Aksi tersebut menolak rencana eksekusi Hotel Sultan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026.

Selain mahasiswa, karyawan hotel, buruh, dan berbagai elemen masyarakat juga mengikuti aksi tersebut. Mereka menilai rencana eksekusi dapat memicu persoalan hukum, sosial, dan ekonomi.

Massa Tegaskan Penolakan

Koordinator koalisi, Al Hams Qamarallah, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan perlawanan secara damai dan konstitusional.

“Kami siap menghadang rencana eksekusi Hotel Sultan melalui aksi damai dan konstitusional. Karena itu, eksekusi tidak boleh mengabaikan keadilan dan kepastian hukum,” ujar Al Hams.

Menurut Al Hams, beberapa aspek hukum masih memerlukan perhatian. Misalnya, persoalan putusan serta-merta, kewajiban jaminan, hak pemegang HGB, dan perlindungan pekerja.

Sengketa Dinilai Berdampak Luas

Al Hams menjelaskan bahwa sengketa tersebut berkaitan dengan status tanah. Namun, dampaknya dapat meluas ke bangunan dan kegiatan usaha.

Selain itu, ia menilai pelaksanaan eksekusi dapat mengganggu aktivitas ekonomi yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

“Objek sengketanya adalah tanah. Namun, yang terancam bukan hanya tanah, melainkan bisnis hotel, tenaga kerja, tenant, dan vendor,” katanya.

Koalisi Ajukan Enam Tuntutan

Pertama, koalisi meminta pembatalan eksekusi karena pemohon belum menyerahkan nilai jaminan yang setara.

Kedua, mereka meminta pemerintah menghormati ketentuan hukum mengenai hak pemegang HGB.

Ketiga, mereka menuntut perlindungan terhadap pekerja, pelaku usaha, dan pihak ketiga.

Selanjutnya, mereka mendorong penyelesaian sengketa secara transparan, adil, dan bermartabat.

Di samping itu, mereka menegaskan bahwa keadilan harus melindungi hak seluruh warga negara, termasuk pengusaha pribumi.

Terakhir, mereka meminta pemerintah mempertimbangkan dampak sosial dan stabilitas nasional.

Soroti Dampak Sosial dan Ekonomi

Selain aspek hukum, massa juga menyoroti dampak sosial dan ekonomi apabila eksekusi tetap berlangsung.

Karena itu, mereka meminta perlindungan bagi karyawan, tenant, vendor, dan pemasok.

“Hotel Sultan bukan hanya tanah dan bangunan. Di dalamnya ada pekerja, keluarga karyawan, tenant, dan aktivitas ekonomi yang harus dilindungi,” ujar Al Hams.

Sementara itu, koalisi merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960, Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021, serta Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 18 Tahun 2021.

Koalisi Dorong Dialog

Selain menyampaikan penolakan, koalisi juga meminta pemerintah dan PT Indobuildco mengedepankan dialog.

Menurut mereka, negosiasi dapat menghasilkan solusi yang lebih baik. Oleh karena itu, mereka menilai dialog lebih konstruktif dibandingkan pelaksanaan eksekusi.

“Kami akan menyampaikan aspirasi secara damai. Namun, kami tetap meminta pembatalan eksekusi, perlindungan pekerja, dan pembukaan ruang dialog,” tutup Al Hams.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istana Presiden untuk pelajar saat Teddy Indra Wijaya memberi keterangan pers di Jakarta

    Istana Dibuka untuk Pelajar, Langkah Prabowo Kenalkan Pemerintahan Sejak Dini

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 172
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || 7 April 2026 Presiden Prabowo Subianto membuka Istana Kepresidenan untuk kunjungan pelajar. Ia ingin mengenalkan dunia pemerintahan dan sejarah bangsa sejak dini. Program ini mulai berjalan pada Selasa (7/4/2026). Siswa SMKN 19 Jakarta menjadi rombongan pertama yang berkunjung ke Kompleks Istana Kepresidenan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan tujuan program ini. Ia […]

  • Kapolda Jabar ajak Bobotoh rayakan kemenangan Persib dengan tertib

    Kapolda Jabar Ajak Bobotoh Rayakan Kemenangan Persib dengan Tertib

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 73
    • 0Komentar

    BANDUNG, (Kabaristana.com) – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengajak Bobotoh merayakan kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Menurut Rudi, euforia kemenangan tidak boleh berujung pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia meminta para suporter menjaga keselamatan selama merayakan hasil positif Persib di kompetisi […]

  • belasungkawa Indonesia untuk UNIFIL dan Prancis di Lebanon

    Indonesia Sampaikan Duka atas Gugurnya Pasukan UNIFIL Prancis di Lebanon

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada Prancis atas gugurnya anggota pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon pada 18 April 2026. Kementerian Luar Negeri RI menilai serangan itu tidak dapat diterima. Insiden terjadi saat gencatan senjata masih berlangsung selama 10 hari. Pemerintah Indonesia meminta semua pihak menahan diri. Selain […]

  • UU hukuman mati Israel dikritik Uni Eropa di kantor Komisi Eropa Brussel

    Uni Eropa Soroti UU Hukuman Mati Israel, Dinilai Langkah Mundur dan Berisiko Diskriminatif

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 220
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || UU hukuman mati Israel memicu sorotan internasional setelah Uni Eropa menyampaikan keprihatinan serius. Selain itu, UE menilai kebijakan ini sebagai langkah mundur dalam perlindungan hak asasi manusia dan berpotensi menciptakan diskriminasi. Uni Eropa Soroti UU Hukuman Mati Israel Juru bicara urusan luar negeri UE, Anouar El Anouni, menegaskan bahwa UU hukuman mati […]

  • penghargaan penerbangan Indonesia 2026 pelatihan ICAO global

    Penghargaan Penerbangan Indonesia 2026 di Ajang ICAO

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}-Indonesia kembali mencatat prestasi penting. Kementerian Perhubungan meraih tiga penghargaan dalam ajang International Civil Aviation Organization Global Implementation Support Symposium (GISS) 2026 di Marrakech, Maroko. Capaian ini menunjukkan kemajuan signifikan sektor pelatihan penerbangan nasional. Selain itu, Indonesia tidak hanya mengikuti standar global, tetapi juga aktif mengembangkan sistem pelatihan internasional. Oleh karena itu, posisi Indonesia […]

  • regulasi AI global China dan Indonesia dalam penguatan aturan kecerdasan buatan untuk keamanan dan etika teknologi

    China dan Indonesia Perketat AI: Dunia Sepakat, Teknologi Tak Bisa Gantikan Manusia Sepenuhnya

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Pemerintah China mulai memperketat pengaturan kecerdasan buatan (AI) karena kekhawatiran global terus meningkat. Oleh karena itu, pemerintah menyusun regulasi baru yang berfokus pada keselamatan dan etika. Secara khusus, regulasi ini menargetkan layanan AI berbasis konsumen yang meniru kepribadian manusia dan melibatkan interaksi emosional. Misalnya, chatbot, asisten virtual, serta teknologi berbasis teks, audio, […]

expand_less