Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » DULU DISANKSI AMERIKA, KINI BERULAH DI INDONESIA: JEJAK KELAM SOLWAY SWISS TERDETEKSI DI KONAWE UTARA, MAHASISWA SEGEL KANTOR AQUILA!

DULU DISANKSI AMERIKA, KINI BERULAH DI INDONESIA: JEJAK KELAM SOLWAY SWISS TERDETEKSI DI KONAWE UTARA, MAHASISWA SEGEL KANTOR AQUILA!

  • account_circle jurnalis1
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 468
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com — Publik Indonesia kembali menyoroti aktivitas Solway Investment Group, perusahaan tambang asal Swiss yang beroperasi di Sulawesi Tenggara. Di Indonesia, Solway menjalankan bisnisnya melalui Aquila Nickel Group dan anak usaha PT Bumi Konawe Minerina.

Namun demikian, sorotan tersebut tidak muncul tanpa alasan. Sejumlah aktivis menilai perusahaan ini membawa rekam jejak bermasalah dari luar negeri. Oleh karena itu, publik mulai mempertanyakan komitmen kepatuhan hukum perusahaan di dalam negeri.

Rekam Jejak Internasional Jadi Perhatian

Sebelumnya, otoritas Amerika Serikat melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) menjatuhkan sanksi kepada Solway. Lembaga tersebut menilai perusahaan terlibat praktik korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia di Guatemala.

Lebih lanjut, aktivis menilai pola operasional itu berpotensi terulang di Indonesia. Akibatnya, kehadiran Solway di sektor nikel nasional memicu kekhawatiran luas.

Mahasiswa Lakukan Aksi Penyegelan

Sementara itu, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum Indonesia (IMPH) menyegel kantor Aquila Nickel Group di Jakarta. Aksi tersebut berlangsung sebagai bentuk tekanan moral kepada perusahaan dan pemerintah.

Dalam aksi itu, IMPH menyebut Satgas Penataan Kawasan Hutan (PKH) telah menjatuhkan sanksi administratif kepada PT Bumi Konawe Minerina. Sanksi itu berkaitan dengan dugaan pembukaan lahan di kawasan hutan.

“Amerika sudah memberi sanksi. Sekarang mereka mencoba mengakali hukum Indonesia,” kata Rendy Salim, pimpinan aksi IMPH.

Selain itu, Rendy menuding perusahaan tidak membuka dokumen Program Pemberdayaan Masyarakat. Ia juga menyebut warga Konawe kehilangan hak atas informasi publik.

Klaim ESG Dinilai Tidak Selaras

Di sisi lain, Koordinator Aksi IMPH, Muhammad Rahim, mengkritik klaim ESG yang kerap Solway gaungkan di Eropa. Menurutnya, klaim tersebut tidak mencerminkan kondisi di lapangan.

Bahkan, Rahim menilai sanksi PKH menjadi bukti konkret lemahnya kepatuhan perusahaan. Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah bertindak lebih tegas.

“Jika Amerika bisa bertindak keras, maka Indonesia juga harus berani,” ujarnya.

Dampak bagi Hilirisasi Nikel

Pada saat yang sama, pengamat menilai polemik ini berpotensi mengganggu agenda hilirisasi nikel nasional. Indonesia saat ini tengah membangun citra sebagai pemasok bahan baku baterai kendaraan listrik.

Namun, keberadaan perusahaan dengan catatan sanksi internasional dapat merusak kepercayaan pasar global. Akibatnya, reputasi industri nikel nasional ikut terancam.

Desakan Audit dan Evaluasi Izin

Oleh karena itu, IMPH mendesak pemerintah melakukan audit investigatif menyeluruh. Mereka meminta aparat menelusuri dugaan pelanggaran kehutanan dan kewajiban sosial perusahaan.

Pada akhirnya, mahasiswa mendorong pencabutan izin operasi jika pelanggaran terbukti terjadi secara sistematis.

“Jangan sampai nikel Indonesia dicap sebagai nikel kotor di pasar global,” tegas IMPH.

  • Penulis: jurnalis1

Komentar (1)

  • binance Konto

    Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

    Balas18 Juni 2026 10:11 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkebunan kelapa sawit di Indonesia dengan potensi limbah sawit sebagai sumber energi terbarukan dan ekonomi hijau

    Limbah Sawit: Kunci Tersembunyi Transisi Ekonomi Hijau Indonesia

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 593
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Limbah sawit Indonesia kembali menjadi sorotan setelah banjir berulang di sejumlah wilayah Sumatra memicu perdebatan publik tentang dampak lingkungan industri kelapa sawit. Pembukaan lahan skala besar yang tidak diiringi pengelolaan limbah memadai memperbesar risiko kerusakan ekosistem. Akibat kondisi tersebut, masyarakat di sekitar perkebunan menghadapi banjir, penurunan kualitas air, dan rusaknya lahan produktif. […]

  • Ilustrasi sampel Hantavirus MV Hondius di laboratorium kesehatan di Ankara, Turki.

    Hantavirus MV Hondius: Dua Warga Singapura Negatif usai Pemeriksaan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) — Kasus Hantavirus MV Hondius kembali menjadi perhatian setelah dua warga Singapura dinyatakan negatif dari infeksi hantavirus Andes. Meski hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi aman, otoritas kesehatan tetap menjalankan pengawasan ketat terhadap keduanya. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Singapura (CDA) menyebut dua pria berusia 65 dan 67 tahun itu sempat mengikuti pelayaran menggunakan […]

  • Penganiayaan THM Exodus Kendari disorot Ampuh Sultra

    Tanggapi Kasus Penganiayaan di Exodus Kendari, Ampuh Sultra Desak Pemkot Cabut Izin Operasionalnya dan Terbitkan SK Moratorium THM.

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 158
    • 3Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyoroti kasus penganiayaan yang terjadi di Tempat Hiburan Malam (THM) Exodus Kendari beberapa waktu lalu. Ampuh menilai insiden tersebut bukan pertama kali terjadi dan terus memicu keresahan di tengah masyarakat. Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mengatakan keberadaan sejumlah THM, khususnya Exodus, memicu kekhawatiran masyarakat […]

  • Polisi tangkap pelempar bom molotov dan penganiayaan di Koja Jakut

    Polisi tangkap pelempar bom molotov dan penganiayaan di Koja Jakut

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com0) – Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara menangkap dua pelaku pelemparan bom molotov, penganiayaan, dan penyalahgunaan senjata tajam di Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Polisi masih memburu satu pelaku lain yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Wakil Kepala Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKP Bima Sakti Pria Laksana, mengatakan tim Resmob menangkap pelaku […]

  • pesawat Pelita Air jatuh di Krayan Kalimantan Utara

    Pesawat Kargo Pelita Air Jatuh di Krayan, Pilot Meninggal Dunia

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 337
    • 0Komentar

    NUNUKAN,Kabaristana.com — Pesawat kargo milik PT Pelita Air Service jatuh di kawasan perbukitan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kamis (19/2/2026). Insiden ini menewaskan pilot pesawat, Capt. Hendrick Lodewyck Adam. Pesawat jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA menjalankan misi distribusi BBM Satu Harga. Pesawat terbang tanpa penumpang dan hanya diawaki satu pilot. Penerbangan tersebut menggunakan nomor PAS7101. Kepala […]

  • petani menanam varietas padi tahan kekeringan di lahan sawah

    Kementan Dorong Petani Gunakan Varietas Padi Tahan Kekeringan Hadapi Kemarau 2026

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 308
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak petani memanfaatkan varietas padi adaptif untuk menghadapi potensi musim kemarau yang diperkirakan datang lebih cepat pada 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipasi. Ia menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini. Menurut Amran, petani perlu menanam varietas padi […]

expand_less