Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » BNN Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dari Kapal Tanzania

BNN Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dari Kapal Tanzania

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Batam, kabaristana.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Bea Cukai dan Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggagalkan dugaan penyelundupan 2,6 ton sabu cair di perairan Karimun, Kepulauan Riau.

Tim gabungan mencegat kapal MV Ocean Porter berbendera Tanzania pada 17 Agustus 2026. Petugas kemudian membawa kapal tersebut ke Dermaga PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun untuk menjalani pemeriksaan.

BNN Ungkap Sabu Cair dari Informasi Intelijen

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN RI Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan informasi intelijen mengawali pengungkapan kasus tersebut.

Informasi itu menunjukkan adanya dugaan pengiriman narkotika dari Sarawak, Malaysia, menuju wilayah Indonesia.

BNN RI lalu membentuk operasi gabungan bersama Bea Cukai dan Polda Kepri. Tim melakukan intersepsi terhadap MV Ocean Porter pada 17 Agustus sekitar pukul 18.15 WIB.

“BNN RI kemudian membentuk operasi gabungan BNN RI, Bea Cukai dan Polda Kepri. Kami melakukan intercept 17 Agustus sekitar pukul 18.15 WIB, kemudian kapal tersebut ditarik untuk diperiksa,” kata Roy.

Setelah tiba di Karimun, petugas memeriksa kapal menggunakan sejumlah peralatan. Tim mengerahkan anjing pelacak K9, backscatter, Trunarc, dan narkotest.

Pemeriksaan tersebut menemukan delapan drum dan satu tangki air yang berisi cairan. Tim kemudian menguji cairan itu menggunakan perangkat identifikasi narkotika.

Hasil pengujian menunjukkan cairan tersebut mengandung methamphetamine atau metamfetamin. Total berat cairan mencapai sekitar 2,6 ton.

MV Ocean Porter Pernah Berganti Nama

Tim gabungan juga menelusuri identitas kapal. Saat operasi, kapal menggunakan nama MV Ocean Porter dan mengibarkan bendera Tanzania.

BNN mencatat kapal tersebut sebelumnya menggunakan sejumlah nama, termasuk Hong Run 2, Race Wind, dan Rain Maker.

Petugas kini menelusuri perubahan identitas serta perjalanan kapal untuk mengungkap jaringan yang mengatur pengiriman narkotika tersebut.

Selain narkotika, petugas memeriksa empat kontainer di dalam kapal. Tim menemukan 157 boks rokok ilegal merek GD tanpa pita cukai.

Rokok tersebut diduga berasal dari China. Berdasarkan keterangan BNN, jumlahnya mencapai 1.570.000 batang.

Petugas Amankan 10 Awak Kapal

Tim gabungan juga mengamankan 10 awak MV Ocean Porter. Seluruh awak kapal tersebut merupakan warga negara asing.

BNN, Bea Cukai, dan Polda Kepri kemudian memeriksa para awak kapal. Penyidik juga mendalami keterangan mereka untuk mencari informasi mengenai asal muatan, rute perjalanan, serta pihak yang mengendalikan pengiriman narkotika.

Pengungkapan tersebut menjadi bagian dari upaya aparat membongkar jaringan penyelundupan narkotika lintas negara melalui jalur laut.

BNN menyebut pengungkapan 2,6 ton metamfetamin cair itu memiliki nilai ekonomi hampir Rp8,5 triliun dan berpotensi menyelamatkan sekitar 14,13 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Tim gabungan masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan dan pihak lain yang terlibat dalam dugaan penyelundupan tersebut.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Tim redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program dokter internship diperbaiki Kemenkes di rumah sakit Indonesia

    Kemenkes Benahi Tata Kelola Dokter Internship Usai Empat Kasus Kematian

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 149
    • 3Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengevaluasi tata kelola program dokter internship atau magang kedokteran di Indonesia setelah empat dokter muda meninggal dunia sepanjang tahun ini. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan duka cita kepada keluarga dr. Andito Mohammad Wibisono, dr. Karika Ayu Permatasari, dr. Edgar Bezaliel Hartanto, dan dr. Myta Aprilia Azmi. “Kementerian Kesehatan […]

  • ilustrasi kejar-kejaran tol permai dan penangkapan pelaku penculikan anak oleh polisi pjr riau

    Kejar-kejaran 140 Km di Tol Permai, Polisi Tangkap Pelaku Penculikan Anak

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com} — Kejar-kejaran tol permai sejauh 140 kilometer berakhir saat personel Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Riau menangkap pelaku penculikan anak, Kamis (16/4/2026) dini hari. Kasus ini bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya penculikan anak di wilayah Pekanbaru. Pelaku kemudian melarikan diri menggunakan kendaraan ke arah Sumatera Utara melalui ruas tol. Kronologi Kejar-kejaran […]

  • Kabut Asap Pekat Selimuti Dusun Muara Maluangai

    Kabut Asap Pekat Selimuti Dusun Muara Maluangai

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Ramni Riyadi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Semangat Anak Sekolah Tetap Menyala di Tengah Kepungan Asap BARITO SELATAN, Kabaristana.com — Kabut asap menyelimuti Dusun Muara Malungai, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan. Kondisi itu terlihat pada Senin pagi, 31 Agustus 2026. Kabut putih tampak pekat di kawasan permukiman warga. Asap juga menyelimuti lingkungan sekitar sekolah. Jarak pandang warga tampak terbatas. Aroma […]

  • Ilustrasi zona merah narkotika di Sulawesi Tenggara

    Zona Merah Narkotika Sulawesi Tenggara: Peringkat Tertinggi yang Harus Dibaca sebagai Kegagalan Bersama

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Peredaran narkotika di Sulawesi Tenggara mencapai level darurat. Data kasus 2024 menempatkan daerah ini sebagai zona merah narkotika tertinggi nasional. jakarta, kabaristana.com | Sulawesi Tenggara menghadapi ancaman serius akibat tingginya peredaran narkotika. Rekap penanganan kasus sepanjang 2024 yang dipublikasikan pada awal 2025 hingga awal 2026 menempatkan daerah ini sebagai  Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran luas karena […]

  • Andika Saputra mendesak evaluasi Polres Konawe Utara terkait penanganan laporan dugaan tindak pidana terhadap anak.

    Andika Saputra Tegas Desak Evaluasi dan Pencopotan Kapolres serta Kasat Reskrim Konawe Utara

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Konawe Utara, (kabaristana.com) — Penanganan laporan dugaan pencabulan terhadap anak di Desa Basule, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, mendapat sorotan dari Lembaga Kajian dan Riset Hukum (LKRH). Berdasarkan dokumen yang diterima redaksi, laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/40/VIII/2026/SPKT/Polres Konawe Utara/Polda Sultra. Laporan itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana terhadap anak berinisial A.N.A. Dalam […]

  • Deforestasi Nikel Sulawesi Tenggara dan Elite Tambang

    Deforestasi Nikel Sulawesi Tenggara dan Elite Tambang

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 296
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com– Ekspansi industri nikel terus mempercepat deforestasi di Sulawesi Tenggara (Sultra), Sejumlah elite bisnis tambang yang kerap disebut publik sebagai raja dan ratu nikel mengendalikan laju produksi dan menikmati keuntungan besar dari penguasaan ruang hutan. (27/01/2026). Dalam sepuluh tahun terakhir, perusahaan tambang membuka hutan secara masif. Mereka membangun jalan hauling, area tambang terbuka, dan […]

expand_less