Perkuat Tata Kelola dan Standar Global, PTPN IV Akselerasi Sertifikasi Ratusan Kebun dan PKS di Seluruh Regional
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- visibility 157
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Pabrik Kelapa Sawit Adolina milik PTPN IV PalmCo terlihat dari udara dengan aktivitas operasional dan perkebunan kelapa sawit di sekitarnya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — PTPN IV PalmCo mempercepat program sertifikasi di seluruh regional. Langkah ini mendukung penguatan tata kelola perusahaan dan penerapan standar global.
Hingga Agustus 2026, PTPN IV PalmCo mencatat 176 unit yang meraih ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu. Sebanyak 143 unit juga meraih ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan.
Pada aspek keselamatan kerja, perusahaan mencatat 191 unit dalam Sistem Manajemen K3. Selain itu, tiga unit telah meraih ISO 22000 Sistem Manajemen Keamanan Pangan.
Perusahaan juga mencatat delapan unit dengan sertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Untuk standar RSPO, PTPN IV PalmCo mempertahankan sertifikasi pada 67 pabrik kelapa sawit dan 124 kebun.
Sertifikasi Jadi Bagian Tata Kelola
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan sertifikasi menjadi bagian dari transformasi tata kelola perusahaan.
Menurut Jatmiko, perusahaan tidak ingin menjadikan sertifikasi sebagai urusan administratif semata. Ia ingin setiap standar masuk ke dalam sistem kerja perusahaan.
“Kami melihat sertifikasi sebagai bagian dari transformasi tata kelola. Standar yang diterapkan harus menjadi sistem kerja yang nyata dan terintegrasi dalam operasional,” ujar Jatmiko.
Ia menilai penerapan standar dapat membantu perusahaan menjaga konsistensi proses kerja. Selain itu, standar tersebut dapat mendukung efisiensi dan tanggung jawab dalam operasional.
Perkuat ESG dan Ekonomi Sirkular
Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo mengatakan perusahaan terus memperkuat aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG.
Menurut Ugun, standar keberlanjutan menjadi fondasi penting dalam kegiatan perusahaan. Karena itu, perusahaan terus mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam operasional.
PTPN IV PalmCo juga mendorong penerapan ekonomi sirkular. Perusahaan mengoptimalkan sumber daya dan memanfaatkan limbah kelapa sawit.
“Implementasi ekonomi sirkular juga menjadi bagian dari upaya kami menciptakan nilai dari setiap sumber daya yang dimiliki,” kata Ugun.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan limbah dapat membantu perusahaan mengatasi tantangan lingkungan. Pada saat yang sama, langkah tersebut dapat membuka peluang nilai tambah secara ekonomi.
Target Sertifikasi 100 Persen
PTPN IV PalmCo mencatat sejumlah kemajuan dalam program sertifikasi. Realisasi ISO 9001 telah mencapai 85 persen dari target.
Sementara itu, ISO 14001 mencapai 69 persen dari target. Untuk Sistem Manajemen K3 berdasarkan PP Nomor 50 Tahun 2012, pencapaiannya mencapai 59 persen.
Perusahaan menargetkan seluruh program sertifikasi Sistem Manajemen mencapai 100 persen pada Desember 2026.
Target tersebut mencakup penguatan sistem mutu, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja. Perusahaan juga terus memperkuat sistem keamanan pangan dan anti penyuapan.
Perkuat Sertifikasi RSPO
PTPN IV PalmCo selanjutnya fokus menyelesaikan sejumlah tantangan sertifikasi. Salah satunya berkaitan dengan program RSPO.
Perusahaan masih menyelesaikan proses Land Use Change Analysis atau LUCA. Perusahaan juga menyiapkan klarifikasi atas hasil review LUCA.
Selain RSPO, perusahaan terus memperkuat sertifikasi dan standar lainnya. Program tersebut mencakup kompetensi sumber daya manusia dan PROPER.
PTPN IV PalmCo menempatkan seluruh program tersebut sebagai bagian dari penguatan operasional. Perusahaan menargetkan sistem kerja yang lebih akuntabel, aman, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui akselerasi sertifikasi, PTPN IV PalmCo juga mendorong kepatuhan terhadap standar nasional dan global. Perusahaan berharap langkah tersebut dapat memperkuat pengelolaan sumber daya dan mengurangi risiko lingkungan.
- Penulis: Rahman
- Sumber: RHT



Saat ini belum ada komentar