Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Edukasi » Ketika Hukum Menumpuk, Keadilan Justru Menghilang

Ketika Hukum Menumpuk, Keadilan Justru Menghilang

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 330
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com | Pernyataan sejarawan Romawi Publius Cornelius Tacitus bahwa “semakin korup sebuah negara, semakin banyak aturan hukumnya” kembali terasa relevan dalam realitas hukum hari ini. Kutipan ini bukan sekadar refleksi filosofis, melainkan kritik keras terhadap kekuasaan yang menjadikan hukum sebagai tameng, bukan alat keadilan.

Negara kerap mempresentasikan penumpukan regulasi sebagai bukti keseriusan menata kehidupan publik. Namun dalam praktik, melimpahnya aturan justru menandai kegagalan menjaga integritas. Saat etika runtuh dan kejujuran terkikis, penguasa memproduksi hukum secara masif untuk menutup krisis moral yang seharusnya dicegah melalui keteladanan.

Alih-alih melindungi rakyat, hukum yang berlapis dan rumit sering berubah menjadi instrumen kontrol. Penguasa merancang aturan teknokratis yang sulit dipahami. Situasi ini membuka ruang tafsir luas dan menguntungkan pihak yang memiliki akses serta kedekatan dengan pusat kekuasaan. Akibatnya, hukum bekerja secara selektif: keras terhadap rakyat kecil, lunak terhadap elite.

Kondisi tersebut menunjukkan pergeseran fungsi hukum. Hukum tidak lagi hadir sebagai alat keadilan, melainkan sebagai legitimasi kekuasaan. Negara menegakkan prosedur dan pasal, tetapi mengabaikan rasa keadilan. Legalitas tampak kokoh, sementara keadilan substantif tersingkir.

Tacitus mengingatkan bahwa masalah utama negara bukan terletak pada kekurangan aturan, melainkan krisis integritas. Negara yang sehat tidak membutuhkan hukum berlebihan. Keadilan tumbuh dari moral publik yang kuat dan penegakan hukum yang konsisten. Sebaliknya, negara yang terus menambah aturan tanpa membenahi etika hanya memperlebar jurang ketidakpercayaan publik.

Pada titik ini, publik perlu mengajukan pertanyaan mendasar: untuk siapa hukum bekerja? Jika kekuasaan terus menggunakan hukum sebagai alat dominasi, tumpukan regulasi hanya akan menjadi bukti nyata kemunduran keadilan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • aliansi keamanan Teluk dan ketegangan militer Iran di kawasan

    Teluk Mulai Cari Sekutu Baru Usai Konflik Iran, Gagasan “NATO Muslim” Kian Jauh dari Realita

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 118
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Negara-negara Teluk mulai meninjau ulang strategi keamanan setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mengguncang kawasan. Mereka tidak hanya fokus pada pemulihan ekonomi, tetapi juga mencari mitra pertahanan baru. Para pemimpin Teluk melihat ancaman dari Iran masih nyata. Iran masih memiliki rudal dan drone dalam jumlah besar. Kondisi ini membuat kawasan […]

  • ilustrasi literasi informasi digital di tengah banjir berita online

    Literasi Informasi Digital di Tengah Banjir Berita Online

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Jakarta, [kabaristana.com] – Literasi informasi digital semakin penting seiring meningkatnya arus berita online di berbagai platform. Perkembangan teknologi digital mendorong masyarakat mengakses informasi melalui media daring, media sosial, dan aplikasi pesan instan setiap hari. Arus informasi yang cepat memberi kemudahan bagi publik untuk mengikuti berbagai peristiwa. Namun, kondisi ini juga menuntut pembaca memahami isi berita […]

  • Ilustrasi kenaikan biaya impor bahan baku pestisida yang berdampak pada industri dan petani akibat harga energi global dan gangguan rantai pasok.

    Kenaikan Biaya Impor Pestisida Tekan Industri dan Bebani Sektor Pertanian

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 177
    • 1Komentar

    Jakarta , { kabaristana.com }  — Konflik global mendorong kenaikan harga energi dan mengganggu rantai pasok, sehingga biaya impor bahan baku pestisida melonjak signifikan. Kondisi ini mulai menekan industri dalam negeri dan berpotensi memengaruhi sektor pertanian secara luas. Kenaikan harga minyak dunia serta keterbatasan distribusi bahan kimia dari negara pemasok memicu lonjakan biaya impor. Selain […]

  • Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api dalam peristiwa korsleting listrik Ciracas yang membakar lima kontrakan di Jakarta Timur.

    Dugaan Korsleting Listrik Picu Kebakaran Lima Kontrakan di Ciracas

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 148
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) — Dugaan korsleting listrik memicu kebakaran lima rumah kontrakan di Jalan Asmin RT 02/RW 03, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat siang. Kebakaran tersebut memengaruhi 19 warga dari lima kepala keluarga dengan kerugian sekitar Rp100 juta. Api muncul dari salah satu unit kontrakan lalu cepat menjalar ke bangunan lain di kawasan padat […]

  • Harga Minyak Dunia APBN 2026 terdampak konflik Timur Tengah

    Harga Minyak Tembus US$80, Pemerintah Hitung Dampak ke APBN 2026

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 281
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Lonjakan harga minyak dunia memaksa pemerintah mengevaluasi asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Kenaikan ini terjadi setelah eskalasi konflik di Timur Tengah mendorong harga melampaui target awal. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah menetapkan asumsi Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$70 per barel. […]

  • China Iran konflik dibahas dalam sidang Dewan Keamanan PBB

    China Desak AS dan Israel Hentikan Operasi Militer di Iran, Peringatkan Risiko Konflik Meluas

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 193
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | China mendesak Amerika Serikat dan Israel segera menghentikan operasi militer terhadap Iran. Beijing menilai langkah itu penting untuk mencegah konflik di kawasan Teluk berkembang menjadi krisis yang lebih luas di Timur Tengah. China Soroti Eskalasi Konflik di Timur Tengah Perwakilan tetap China untuk PBB, Fu Cong, menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di […]

expand_less