Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » DPRD Ternate Sebut Rekaman Basi, FORMAPAS MALUT: Yang Dipersoalka Komitmen Efisiensi dan Prioritas Kepentingan

DPRD Ternate Sebut Rekaman Basi, FORMAPAS MALUT: Yang Dipersoalka Komitmen Efisiensi dan Prioritas Kepentingan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ternate, (KABARISTANA.COM) — Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (PP FORMAPAS MALUT), Riswan Sanun, merespons pernyataan anggota DPRD Kota Ternate dari Fraksi NasDem, Nurlela Syarif, yang menyebut rekaman percakapan mengenai usulan kenaikan tunjangan, peningkatan kapasitas perjalanan dinas (perjadin), dan pokok-pokok pikiran (pokir). sebagai persoalan tahun 2025 “sudah basi” dan tidak istimewa.

Riswan menegaskan, persoalan ini bukan perkara rekaman itu lama atau baru, bukan pula soal berita basi atau tidak basi. Persoalannya adalah transparansi, kepatutan terhadap efisiensi anggaran dan sejauh mana DPRD Kota Ternate benar-benar menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas.

“Jangan menggeser persoalan dari substansi ke soal usia rekaman. Kalau memang rekaman itu terjadi pada 2025, maka pertanyaan publik justru semakin jelas, apa yang sebenarnya dibahas, apa yang menjadi keputusan dan apakah kebijakan anggaran yang lahir setelahnya sejalan dengan kepentingan rakyat?” tegas Riswan.

Menurutnya, pernyataan bahwa persoalan tersebut sudah “basi” tidak otomatis menghapus kewajiban DPRD untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat. Sebab, pembicaraan mengenai tunjangan, fasilitas, perjalanan dinas, maupun pokir berkaitan dengan pengelolaan uang publik dan karena itu memiliki dimensi pertanggungjawaban kepada masyarakat.

“Uang yang dibahas itu bukan uang pribadi anggota DPRD. Itu uang publik. Karena itu, ketika ada rekaman yang memunculkan pertanyaan mengenai prioritas anggaran, publik berhak meminta penjelasan. Tidak bisa persoalan substansi ditutup hanya dengan mengatakan ‘itu berita basi’.”

Riswan juga mempertanyakan konsistensi DPRD Kota Ternate dalam menerjemahkan agenda efisiensi anggaran.

Di satu sisi, pemerintah dan masyarakat terus berbicara mengenai keterbatasan fiskal, kebutuhan pembangunan, pelayanan publik, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta berbagai persoalan sosial. Namun di sisi lain, muncul pembahasan mengenai peningkatan berbagai fasilitas dan kepentingan internal lembaga legislatif.

“Di sinilah ukuran komitmen DPRD diuji. Ketika anggaran terbatas, apakah yang pertama kali dipikirkan adalah memperkuat pelayanan publik atau justru memperbesar ruang belanja untuk kepentingan internal? Ini pertanyaan yang sangat sederhana, tetapi penting untuk dijawab secara terbuka,” kata Riswan.

Riswan meminta Anggota DPRD (Nurlela Syarif) harus menjelaskan secara baik terkait pertemuan tersebut. Didalam isi rekaman itu sangat jelas Ibu Nurlela sangat lantang berbicara, berupaya meyakinkan Anggota yang lain agar menyetujui tiga usulan yang dibahas.

“Kalau dianggap tidak istimewa, silakan buka penjelasannya. Kalau ada informasi yang keliru, koreksi. Kalau konteks pembicaraannya berbeda, jelaskan. Jangan hanya mengatakan basi. Rakyat membutuhkan jawaban, bukan pengalihan isu.”

Jangan sampai rakyat diminta memahami efisiensi, sementara lembaga yang seharusnya memperjuangkan kepentingan rakyat justru tidak mampu menjelaskan kepada publik ketika muncul pertanyaan tentang anggaran dan fasilitas mereka sendiri.

Ia kemudian mengingatkan DPRD Kota Ternate bahwa jabatan sebagai wakil rakyat bukanlah ruang untuk mengutamakan kepentingan sendiri.

“Jabatan politik adalah mandat rakyat. APBD adalah uang rakyat. Maka prioritas anggaran juga harus kembali kepada rakyat. Jangan sampai rakyat hanya menjadi penonton ketika kepentingan mereka sendiri justru kalah dalam pembahasan anggaran,” pungkas Riswan.

(Rm)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konflik agraria Konawe Selatan di lahan sengketa 1300 hektare

    IPPMI Konsel: Konflik Agraria di Konsel Jangan Dibingkai Sepihak, Bupati Sudah Ambil Langkah Tepat

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Fikry
    • visibility 473
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Sengketa lahan seluas sekitar 1.300 hektare di Kabupaten Konawe Selatan memicu ketegangan sosial di tingkat akar rumput. Konflik ini berpotensi meluas jika publik tidak memahami duduk persoalan secara menyeluruh. Sejumlah pihak mulai menggiring opini yang mengaitkan konflik agraria dengan kepemimpinan kepala daerah. Padahal, persoalan lahan melibatkan banyak aktor dan masih berada dalam […]

  • inovasi KPI Plaju dalam budidaya ikan berkelanjutan oleh masyarakat

    Inovasi Lingkungan KPI RU III Plaju: Program Belida Musi Lestari Dorong Ekonomi dan Kelestarian

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 248
    • 2Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU III Plaju menghadirkan program Belida Musi Lestari: Berdikari sebagai solusi terpadu bagi ekonomi dan lingkungan. Program ini melibatkan 307 masyarakat dari berbagai kelompok rentan dan berhasil meningkatkan penjualan ikan hingga 809% atau sekitar Rp760 juta. Selain itu, masyarakat mengolah 36 ton sampah makanan menjadi pakan ikan. […]

  • Ribuan jamaah mengikuti Sholat Idul Adha di kawasan Pantai Ancol Jakarta Utara saat libur Idul Adha Ancol.

    Libur Idul Adha Ancol Dipadati Puluhan Ribu Wisatawan

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) — Libur Idul Adha Ancol menjadi daya tarik bagi puluhan ribu wisatawan yang ingin menikmati waktu bersama keluarga. Kawasan wisata terpadu di Jakarta Utara itu ramai dipenuhi pengunjung sejak pagi hingga sore pada momentum libur Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu. Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan […]

  • kpk usulan perbaikan pemilu untuk mencegah korupsi politik di indonesia

    KPK Usulan Perbaikan Pemilu untuk Tekan Korupsi Politik

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 221
    • 2Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan lima langkah strategis untuk memperbaiki penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) agar lebih transparan dan bebas dari praktik korupsi. KPK menyusun usulan ini berdasarkan kajian dalam Laporan Tahunan 2025 Direktorat Monitoring. Selain itu, KPK menilai perbaikan ini mendesak karena berbagai kerawanan masih muncul dalam proses pemilu. Terutama, biaya politik […]

  • Jan Maringka kurban sapi di Masjid Raya Banten saat Idul Adha 1447 H

    Ketum AAAFI Dr. Jan Maringka Tebar Kepedulian Sosial Lewat Kurban Idul Adha 1447 H di Masjid Raya Banten

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 157
    • 2Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Ketua Umum Asosiasi Advokat dan Akuntan Forensik Indonesia (A3FI), Dr. Jan S. Maringka, S.H., M.H., CGCAE, menyerahkan satu ekor sapi kurban kepada pondok pesantren di Masjid Raya Banten, Serang, Rabu (27/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial Jan Maringka dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Selain itu, panitia kurban dan […]

  • Pulau Buatan China Usai 12 Tahun Reklamasi Pasir

    Pulau Buatan China Usai 12 Tahun Reklamasi Pasir

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com– Pulau buatan China kini berdiri setelah pemerintah Beijing menjalankan reklamasi pasir selama sekitar 12 tahun di kawasan Laut China Selatan. Proyek ini menjadi salah satu reklamasi laut terbesar di dunia dan langsung memicu perhatian internasional karena lokasinya berada di wilayah strategis. (18/01/2026). China mengerahkan kapal pengeruk raksasa untuk menyedot pasir dan sedimen dari […]

expand_less