Update Harga Emas Di Pasar Domestik Hari Ini
- account_circle Rahman
- calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
- visibility 775
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Emas batangan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Kabaristana.com) | Harga emas di pasar domestik menunjukkan performa kuat sepanjang pekan kedua Januari 2026. Kenaikan ini terlihat pada logam mulia Antam maupun emas digital di platform Treasury yang sama-sama mengikuti reli harga emas global.
Lonjakan tersebut terjadi seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Akibatnya, investor kembali melirik emas sebagai instrumen lindung nilai.
Harga Emas Antam Naik Signifikan
Selama sepekan terakhir, harga emas Antam mengalami kenaikan tajam sekitar 3,46% atau setara Rp87.000 per gram.
Pada awal pekan, harga emas Antam dibuka di level Rp2.515.000 per gram. Namun, permintaan pasar yang kuat mendorong harga terus naik hingga akhirnya menutup perdagangan Sabtu di posisi Rp2.602.000 per gram.
Kenaikan ini sekaligus menandai salah satu level tertinggi yang pernah dicapai emas Antam di pasar domestik.
Emas Digital Treasury Ikut Menguat
Tidak hanya emas fisik, emas digital juga mencatatkan kinerja positif. Platform Treasury mencatat kenaikan harga sebesar 1,96% sepanjang pekan ini.
Harga emas digital Treasury bergerak dari Rp2.506.321 pada awal pekan dan kemudian naik menjadi Rp2.555.552 pada akhir pekan. Pergerakan ini menunjukkan tren penguatan yang stabil meskipun tidak setinggi kenaikan emas Antam.
Perbandingan Harga Emas Pekan Ini
| Jenis Emas | Harga Awal Pekan | Harga Akhir Pekan | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Antam | Rp2.515.000 | Rp2.602.000 | +3,46% |
| Treasury | Rp2.506.321 | Rp2.555.552 | +1,96% |
Sentimen Global Dorong Harga Emas
Sejumlah faktor global turut mendorong kenaikan harga emas. Pertama, pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat akan menurunkan suku bunga setelah data tenaga kerja menunjukkan perlambatan.
Selain itu, ketegangan geopolitik di beberapa kawasan dunia juga meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven. Kondisi ini mendorong arus dana masuk ke pasar emas.
Di sisi lain, aksi pembelian oleh bank sentral berbagai negara semakin memperkuat fundamental logam mulia tersebut.
Secara teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) masih berada di atas level 50. Hal ini menunjukkan tren bullish yang tetap terjaga.
Prospek Harga Emas ke Depan
Beberapa lembaga keuangan global memproyeksikan harga emas masih memiliki ruang kenaikan hingga akhir 2026. Goldman Sachs dan JPMorgan menilai permintaan safe haven masih kuat.
Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai kemungkinan koreksi jangka pendek. Kondisi overbought pada indikator Stochastic RSI dapat memicu aksi ambil untung di pasar.
Walaupun demikian, prospek jangka menengah emas masih cenderung positif.
Investasi Emas Digital Semakin Mudah
Seiring perkembangan teknologi finansial, masyarakat kini semakin mudah mengakses investasi emas. Salah satu platform yang menyediakan layanan tersebut adalah Treasury.
Platform ini memungkinkan masyarakat membeli emas mulai dari Rp5.000. Selain itu, Treasury juga telah mengantongi lisensi dari BAPPEBTI dan terdaftar di Komdigi.
Untuk menjamin keamanan transaksi, platform tersebut bekerja sama dengan Indonesia Clearing House (ICH) dan menjadi anggota Bursa Berjangka Indonesia (ICDX).
Menariknya, investor juga dapat mencetak emas fisik melalui kerja sama dengan PT Antam dan UBS. Dengan demikian, emas digital tetap dapat dikonversi menjadi logam mulia fisik.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar