Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Gubernur BI Ungkap Tiga Respons Kebijakan di Presidensi G20 AS 2026

Gubernur BI Ungkap Tiga Respons Kebijakan di Presidensi G20 AS 2026

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • visibility 153
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) – Gubernur Perry Warjiyo menegaskan tiga respons kebijakan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi global sekaligus mengatasi ketidakseimbangan (global imbalances). Ia menyampaikan hal ini dalam forum G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting di bawah Presidensi Amerika Serikat 2026.

Secara keseluruhan, langkah ini menjadi penting karena dinamika ekonomi global terus berubah dan menghadirkan risiko baru.

Stabilitas Jadi Fondasi Utama

Pertama, Perry menempatkan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan sebagai prioritas utama. Dengan demikian, stabilitas tersebut dapat menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Selain itu, ia menilai bahwa tanpa stabilitas, kebijakan lain akan sulit berjalan efektif. Oleh karena itu, setiap negara perlu menjaga keseimbangan ekonomi secara konsisten.

Reformasi Struktural Perkuat Daya Saing

Kedua, Perry mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas. Melalui langkah ini, negara dapat memperkuat daya saing di tengah persaingan global.

Di sisi lain, reformasi juga membantu memperbaiki efisiensi sektor ekonomi. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi menjadi lebih berkelanjutan.

Perdagangan Terbuka Dorong Investasi

Ketiga, Perry mengajak negara-negara menerapkan kebijakan perdagangan terbuka. Dengan kata lain, keterbukaan pasar akan memperluas peluang ekspor.

Selain itu, kebijakan ini juga menarik arus investasi asing. Pada akhirnya, aktivitas ekonomi dapat tumbuh lebih cepat.

Neraca Finansial Jadi Sorotan

Lebih lanjut, Perry menegaskan bahwa analis tidak boleh hanya fokus pada neraca transaksi berjalan (current account). Namun demikian, mereka juga perlu memperhatikan neraca finansial (financial account).

Hal ini penting karena sektor keuangan kini menyimpan risiko yang lebih besar. Oleh sebab itu, pendekatan analisis harus menjadi lebih luas dan menyeluruh.

Tema Besar Presidensi G20 AS 2026

Sementara itu, Presidensi G20 tahun 2026 yang dipimpin Amerika Serikat mengusung tema:

“Growth through Deregulation, Energy Abundance, and Innovation”

Dalam konteks ini, negara anggota berupaya menyederhanakan regulasi untuk mempercepat investasi. Selain itu, mereka juga memperkuat pasokan energi agar tetap terjangkau dan aman.

Tidak hanya itu, presidensi ini juga menekankan percepatan inovasi, termasuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi baru.

BI Aktif di Forum BRICS

Di samping G20, Bank Indonesia turut berpartisipasi dalam forum BRICS di bawah Presidensi India 2026.

Dalam forum tersebut, negara anggota memperkuat kerja sama “South-South”. Lebih lanjut, mereka menghadapi tantangan seperti fragmentasi geopolitik dan keterbatasan pembiayaan.

Sebagai langkah konkret, mereka membentuk Task Force on Growth and Development (TFGD). Dengan adanya inisiatif ini, pertumbuhan ekonomi diharapkan menjadi lebih inklusif.

Penguatan Kerja Sama Strategis

Ke depan, bank sentral negara BRICS memperluas kerja sama di berbagai sektor. Antara lain, sistem pembayaran digital, kecerdasan buatan, keamanan siber, serta financial technology (fintech).

Selain itu, mereka juga memperkuat jaring pengaman keuangan internasional. Dengan demikian, stabilitas ekonomi global dapat lebih terjaga.

Pertemuan Bilateral dengan Federal Reserve

Di sela agenda internasional, Perry bertemu dengan Michael S. Barr dari Federal Reserve.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas perkembangan ekonomi global. Selain itu, mereka juga menyoroti ketahanan energi dan digitalisasi sistem pembayaran.

Kolaborasi Jadi Kunci

Sebagai penutup, negara-negara G20 dan BRICS terus memperkuat kerja sama internasional. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi dunia.

Dengan kata lain, sinergi global akan menentukan arah pemulihan dan pertumbuhan ekonomi ke depan.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pembangunan 22 proyek strategis Bali untuk pemerataan ekonomi

    Bali Gaspol Bangun 22 Proyek Strategis, Fokus Atasi Macet hingga Pemerataan Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Denpasar, (Kabaristana.com) || Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama daerah Sarbagia mempercepat pembangunan 22 proyek strategis. Program ini menargetkan perbaikan konektivitas dan pemerataan ekonomi di seluruh Bali. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan pemerintah awalnya merancang 20 proyek. Pemerintah pusat kemudian mengambil alih empat proyek melalui skema Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemprov Bali lalu menambah enam proyek […]

  • prabowo bahas program sampah jadi energi di hambalang

    Prabowo Dorong Percepatan Sampah Jadi Energi di Kota Besar, Targetkan Solusi Lingkungan dan Listrik Nasional

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto mempercepat program pengolahan sampah menjadi energi di kota besar Indonesia. Kebijakan ini bertujuan mengatasi krisis sampah sekaligus memperkuat pasokan listrik nasional. Produksi sampah di kota besar terus meningkat setiap tahun. Kondisi ini menekan kapasitas tempat pembuangan akhir dan memicu masalah lingkungan. Pemerintah kini mendorong penggunaan teknologi modern untuk mengatasi […]

  • KPK periksa PPT ET terkait dugaan korupsi investasi

    KPK Periksa Dirut PT Catur Elang Perkasa Terkait Investasi PPT Energy Trading

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Direktur Utama PT Catur Elang Perkasa, Mochamad Zaenuri, terkait dugaan korupsi investasi di PPT Energy Trading Co., Ltd (PPT ET), Rabu, 13 Mei 2026. Kasus KPK periksa PPT ET terus berkembang setelah penyidik mendalami nilai investasi perusahaan patungan Indonesia–Jepang tersebut. Tim penyidik juga menelusuri proses akuisisi sejumlah perusahaan […]

  • ilustrasi napi korupsi di coffee shop Kendari dipindahkan ke Nusakambangan

    Napi Korupsi Terlihat di Coffee Shop, Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 145
    • 1Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}-Kasus napi korupsi Nusakambangan mencuat setelah video seorang narapidana terlihat berada di coffee shop. Peristiwa ini langsung menarik perhatian publik dan memicu respons cepat dari aparat pemasyarakatan. Banyak pihak menilai kejadian tersebut sebagai bentuk kelalaian dalam pengawasan napi. Kronologi Kasus Napi Korupsi Nusakambangan Petugas segera memindahkan Supriadi ke Pulau Nusakambangan setelah video tersebut viral […]

  • konversi denda UU 2026 membatasi diskresi hakim

    Tabel Konversi Denda–Penjara UU 1/2026 Dinilai Ancam Keadilan Substantif

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 351
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Pemerintah mulai memberlakukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional) dengan pendekatan pemidanaan rehabilitatif. Namun, proses penyesuaian memunculkan persoalan baru. Perhatian publik kini tertuju pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur konversi pidana denda menjadi pidana penjara. UU tersebut memperkenalkan tabel konversi matematis yang menetapkan jumlah […]

  • keamanan Selat Hormuz Donald Trump politik internasional

    Dubes AS: Desakan Trump Libatkan NATO Amankan Selat Hormuz Sudah Tepat

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 133
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Duta Besar Amerika Serikat untuk NATO, Matthew Whitaker, mendukung langkah Presiden AS Donald Trump yang meminta sekutu NATO membantu menjaga keamanan Selat Hormuz di tengah konflik dengan Iran. Whitaker menilai jalur pelayaran tersebut sangat penting bagi banyak negara, terutama bagi negara yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk Persia. Ia mengatakan […]

expand_less