Mimpi Besar Prabowo: Harga-harga untuk Rakyat Turun
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- visibility 503
- comment 0 komentar
- print Cetak

ketgam: mimpi besar prabowo untuk menurunkan harga pokok untuk rakyat, rabu (7/1/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARAT, (kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto memiliki mimpi besar sebagai kepala negara, yaitu menurunkan harga kebutuhan pokok agar lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat. Ia menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri panen raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Prabowo menegaskan pemerintah tidak hanya fokus menurunkan harga pangan. Pemerintah juga akan menekan harga berbagai input produksi pertanian. Komponen tersebut meliputi pupuk, benih, dan sarana produksi lainnya.
Menurut Prabowo, biaya produksi yang lebih rendah akan membantu menurunkan harga pangan di tingkat konsumen. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Yang saya idam-idamkan adalah kalau saya bisa jadi presiden, harga-harga turun. Harga pangan turun, harga pupuk turun, harga benih turun. Harga untuk rakyat kita turun dan terjangkau di semua bidang,” ujar Prabowo.
Ia juga menegaskan negara memiliki peran penting dalam menjaga sistem produksi dan distribusi pangan. Pemerintah harus memastikan proses tersebut berjalan efisien dan adil bagi semua pihak.
Selain itu, pemerintah akan memperkuat kebijakan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan. Langkah ini terutama berlaku untuk komoditas pangan strategis.
Penurunan harga kebutuhan pokok menjadi tujuan kebijakan ekonomi yang rasional bagi masyarakat. Saat ini, belanja pangan masih mendominasi pengeluaran rumah tangga di Indonesia, khususnya bagi kelompok berpendapatan rendah.
Pendekatan yang disampaikan Prabowo juga menunjukkan pemahaman terhadap rantai nilai sektor pertanian. Harga pangan di tingkat konsumen tidak berdiri sendiri. Harga tersebut terbentuk dari biaya produksi, distribusi, dan margin perdagangan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar