Tragedi Minab: Serangan Rudal Hantam Sekolah Dasar di Iran, Ratusan Anak Tewas dan Dunia Berduka
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
- visibility 230
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Para pelayat di kota Minab, Iran, membawa peti mati yang dihiasi foto-foto anak-anak kecil pada hari Selasa selama prosesi pemakaman untuk para korban serangan terhadap sekolah perempuan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) | Serangan udara menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada 28 Februari 2026. Tragedi tersebut menewaskan ratusan anak sekolah dasar dan memicu gelombang duka serta kemarahan publik. Komunitas internasional pun mendesak penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab peristiwa itu.
Serangan Terjadi Saat Jam Belajar
Kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung ketika rudal menghantam kompleks sekolah pada pagi hari. Sekitar pukul 10.00 hingga 10.45 waktu setempat, ledakan besar meruntuhkan sebagian besar bangunan sekolah.
Dampak ledakan menimbun banyak siswa di bawah reruntuhan. Otoritas Iran melaporkan jumlah korban meninggal mencapai lebih dari 150 hingga sekitar 180 orang. Mayoritas korban merupakan anak perempuan berusia 7 sampai 12 tahun yang berada di ruang kelas saat kejadian.
Petugas medis juga menangani puluhan siswa yang mengalami luka-luka. Para korban luka segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Tim Penyelamat Evakuasi Korban
Tak lama setelah serangan, tim penyelamat dan warga setempat langsung menuju lokasi. Upaya evakuasi berlangsung dengan bantuan alat berat, sementara sebagian relawan menggali puing-puing bangunan menggunakan tangan untuk mencari korban yang masih tertimbun.
Rekaman dari lokasi memperlihatkan tas sekolah, buku pelajaran, serta seragam anak-anak berserakan di antara reruntuhan gedung. Selama beberapa hari berikutnya, tim penyelamat terus melakukan pencarian karena sejumlah siswa diduga masih berada di bawah puing.
Jumlah korban yang terus bertambah membuat rumah sakit dan kamar jenazah di wilayah Minab kesulitan menampung semuanya.
Dunia Internasional Serukan Investigasi
Peristiwa tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak di dunia. Sejumlah organisasi internasional dan kelompok hak asasi manusia menilai serangan terhadap fasilitas pendidikan berpotensi melanggar hukum humaniter internasional.
Melalui pernyataan resminya, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan investigasi independen untuk memastikan penyebab serta pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu.
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat menyatakan tidak menargetkan sekolah dan masih meninjau laporan mengenai korban sipil. Beberapa negara lain juga meminta semua pihak menahan diri agar konflik tidak semakin meluas.
Ribuan Warga Hadiri Pemakaman
Beberapa hari setelah kejadian, ribuan warga berkumpul untuk menghadiri pemakaman massal para korban di Minab. Suasana duka menyelimuti prosesi tersebut ketika keluarga dan kerabat mengantar anak-anak yang menjadi korban tragedi itu.
Insiden di sekolah Minab kini tercatat sebagai salah satu serangan paling mematikan terhadap anak-anak dalam konflik terbaru di kawasan tersebut. Hingga saat ini, otoritas terkait masih melakukan penyelidikan guna memastikan kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar