Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Veto Membayangi: Rusia, China, dan Prancis Ganjal Resolusi DK PBB soal Selat Hormuz

Veto Membayangi: Rusia, China, dan Prancis Ganjal Resolusi DK PBB soal Selat Hormuz

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • visibility 254
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) || Upaya Dewan Keamanan PBB untuk membuka Selat Hormuz kini menghadapi hambatan serius. Namun, Rusia, China, dan Prancis menolak klausul penggunaan kekuatan militer dalam draf resolusi.

Menurut The New York Times, sumber diplomatik menjelaskan isi draf tersebut. Draf itu memberi kewenangan kepada negara anggota untuk menjamin kebebasan pelayaran. Dengan demikian, negara anggota dapat mengambil langkah tegas saat jalur terganggu.

Meski begitu, ketiga negara menilai opsi militer berisiko memperluas konflik di Timur Tengah.

Usulan Bahrain dan Dinamika Negosiasi

Bahrain mengajukan resolusi ini dan mendapat dukungan dari negara-negara Teluk. Sejak awal, para diplomat terus menyempurnakan isi draf. Mereka sudah merevisi dokumen tersebut hingga empat kali.

Selain itu, para pihak juga menggelar negosiasi tertutup selama beberapa pekan. Akan tetapi, perbedaan sikap tetap tajam.

Pemungutan suara akan berlangsung Jumat. Sementara itu, para diplomat masih menghitung dukungan. Hingga kini, hasil akhir masih belum jelas.

Konflik Picu Gangguan Hormuz

Ketegangan kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah target di Iran pada akhir Februari. Serangan itu menghantam beberapa lokasi penting, termasuk Teheran.

Kemudian, Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS. Akibatnya, situasi kawasan semakin memanas.

Gangguan langsung terjadi di Selat Hormuz. Jalur energi global itu kini tidak sepenuhnya aman. Oleh karena itu, distribusi minyak dan gas ikut terganggu.

Dampak Global dan Ketidakpastian

Gangguan di Hormuz menekan pasokan energi dunia. Alhasil, harga minyak dan gas melonjak di pasar internasional.

Di sisi lain, perbedaan tajam di DK PBB menghambat langkah bersama. Jika kondisi ini berlanjut, stabilitas jalur energi global akan tetap terancam.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penghargaan Bintang Mahaputra Listyo Sigit

    Penghargaan Bintang Mahaputra Listyo Sigit

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Bintang Mahaputra Listyo Sigit menjadi sorotan setelah Presiden Republik Indonesia menyampaikan komitmen untuk memberikan penghargaan negara atas dedikasi dan kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. (14/02/2026). Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menilai kepemimpinan Polri menunjukkan konsistensi, integritas, dan kemampuan adaptasi yang kuat. Oleh karena itu, Presiden menyampaikan […]

  • tanker Pertamina Selat Hormuz dan aktivitas kapal minyak di Teluk Persia dengan peta jalur distribusi energi

    Dua Kapal Tanker Pertamina Terkendala Melintasi Selat Hormuz, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || 1 April 2026 – Dua kapal tanker milik Pertamina belum berhasil melintasi Selat Hormuz. Kondisi ini memicu perhatian publik karena kapal dari negara lain, termasuk Malaysia, tetap bisa melintas tanpa tarif tambahan. Perizinan jadi faktor utama Otoritas maritim di kawasan Teluk menerapkan aturan ketat. Setiap kapal harus memenuhi dokumen pelayaran, asuransi, dan […]

  • Jam Tangan Palsu Asabri dimusnahkan Kejaksaan RI

    14 Jam Tangan Mewah Milik Terpidana Korupsi Asabri Dimusnahkan Kejaksaan karena Palsu

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI memusnahkan 14 jam tangan mewah milik terpidana kasus korupsi dan pencucian uang PT Asabri, Jimmy Sutopo. Tim ahli memastikan seluruh jam tangan tersebut merupakan produk palsu. Kejaksaan mengambil langkah itu untuk melindungi hak kekayaan intelektual (HAKI). Selain itu, barang sitaan tersebut tidak memiliki nilai manfaat bagi negara. […]

  • diskusi program makan bergizi gratis bersama pejabat pemerintah dan pemangku kepentingan

    Pengawasan MBG DPR Pastikan Kualitas Makanan dan Gizi Anak

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 253
    • 2Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}— DPR melalui Komisi IX terus memperkuat pengawasan MBG DPR untuk menjaga kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komisi ini memastikan setiap menu memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ade Rezki Pratama, menegaskan bahwa timnya memantau langsung setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). […]

  • dapur SPPG tidak layak saat sidak KSP di Jakarta Barat

    KSP: Dapur SPPG Tak Layak Harus Segera Diperbaiki atau Ditangguhkan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 167
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar harus segera diperbaiki atau ditangguhkan operasionalnya. Dudung menyampaikan hal itu usai melakukan inspeksi mendadak di dua dapur SPPG kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa. Dalam sidak tersebut, Dudung menemukan sejumlah persoalan serius. Ia […]

  • pasar digital adil UMKM Indonesia

    Pemerintah Geser Strategi: UMKM Didorong Lebih Kompetitif di Era Pasar Digital

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 335
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pemerintah kini mengubah arah kebijakan untuk mendorong UMKM berkembang lebih cepat. Sebelumnya, pemerintah menekankan pentingnya kehadiran UMKM di platform digital. Kini, pemerintah berfokus pada peningkatan kualitas usaha. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa fase “go online” sudah terlampaui. Oleh karena itu, pemerintah mendorong UMKM agar lebih produktif sekaligus kompetitif. […]

expand_less