Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Blokade Hormuz Dipertanyakan, Asosiasi Korsel Soroti Aspek Hukum Internasional

Blokade Hormuz Dipertanyakan, Asosiasi Korsel Soroti Aspek Hukum Internasional

  • account_circle Rahman
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com – Sengketa hukum Selat Hormuz mencuat setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade maritim di jalur strategis tersebut. Akibatnya, berbagai pihak internasional langsung menyampaikan kritik, termasuk asosiasi pelayaran dari Korea Selatan.

Asosiasi Pelayaran Arktik Korea Selatan menilai langkah itu sulit dibenarkan secara hukum internasional. Selain itu, Sekretaris Jenderal asosiasi, Subeom Choi, menegaskan bahwa setiap negara harus mematuhi aturan ketat dalam menerapkan blokade laut.

Menurut Choi, hukum laut internasional mensyaratkan pemberitahuan awal, pelaksanaan yang efektif, serta penegakan yang adil. Namun, ia melihat tindakan terhadap pelabuhan Iran belum memenuhi prinsip tersebut. Oleh karena itu, ia meragukan dasar hukum kebijakan tersebut.

Lebih lanjut, blokade maritim biasanya muncul dalam konflik militer resmi. Dalam hal ini, negara pelaksana wajib mengikuti aturan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan keputusan Dewan Keamanan. Jika tidak, kebijakan itu berisiko melanggar hukum internasional.

Dampak Sengketa Hukum Selat Hormuz

Selat Hormuz memegang peran penting dalam perdagangan energi global. Bahkan, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur ini setiap hari. Karena itu, gangguan kecil pun dapat memicu dampak besar.

Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai membatasi kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Meski begitu, pemerintah AS tetap mengizinkan kapal non-Iran melintas. Namun demikian, mereka melarang transaksi tertentu dengan pihak Teheran.

Akibat kebijakan tersebut, pelaku industri pelayaran mulai khawatir. Mereka menilai langkah ini dapat meningkatkan ketegangan dan mengganggu stabilitas perdagangan global.

Potensi Konflik dan Sengketa Global

Di sisi lain, para pengamat menilai sengketa hukum Selat Hormuz dapat berkembang menjadi konflik antarnegara. Jika situasi ini terus berlanjut, ketegangan global bisa meningkat.

Selain itu, negara-negara yang bergantung pada jalur ini kemungkinan akan terdampak langsung. Oleh sebab itu, mereka dapat mendorong pembahasan di forum internasional untuk mencari solusi yang adil.

Pada akhirnya, penyelesaian diplomatik menjadi kunci. Tanpa langkah tersebut, sengketa ini berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan perdagangan dunia.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Netanyahu Timur Tengah dalam konflik Israel di Lebanon yang memicu ketegangan kawasan

    Strategi di Balik Eskalasi: Mengapa Perdamaian Timur Tengah Kian Menjauh?

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel meningkatkan operasi militernya di Lebanon. Sejumlah analis melihat langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar respons keamanan sesaat. Operasi Militer Bukan Sekadar Taktis Pengamat Timur Tengah menilai Israel tidak hanya menargetkan kekuatan Hizbullah. Mereka melihat adanya upaya sistematis untuk membentuk ulang […]

  • Ajudan Wapres Gibran Pecah Bintang Satu

    Ajudan Wapres Gibran Pecah Bintang Satu

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Ajudan Wapres Gibran pecah bintang setelah Panglima Tentara Nasional Indonesia, Mengutip, Keputusan Nomor 159/II/2026. Dengan keputusan tersebut, Kolonel Devy resmi naik pangkat menjadi perwira tinggi bintang satu. Oleh karena itu, perhatian publik pun tertuju pada kebijakan ini. (09/02/2026). Kolonel Devy dikenal sebagai ajudan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, ia merupakan […]

  • outlook negatif Fitch Indonesia dan respons Bank Indonesia

    BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat Meski Fitch Turunkan Outlook Jadi Negatif

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 151
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Bank Indonesia merespons keputusan Fitch Ratings yang mengubah outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif pada 4 Maret 2026. Fitch tetap mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB, yang masih masuk kategori layak investasi. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai keputusan tersebut tetap menunjukkan kepercayaan investor global terhadap ekonomi Indonesia. Ia menegaskan perubahan outlook […]

  • Garudayaksa FC klub sepak bola milik Prabowo Subianto

    Mengenal Klub Sepak Bola Milik Presiden Prabowo Subianto Garudayaksa Fc

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 308
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Garudayaksa FC menjadi salah satu klub baru yang menarik perhatian dalam dunia sepak bola Indonesia. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendirikan klub ini untuk memperkuat pembinaan pemain muda sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi nasional. Langkah tersebut menunjukkan komitmen untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih kuat. Selain itu, klub ini diharapkan mampu melahirkan talenta […]

  • Penyiraman Air Keras Adrie Yunus aktivis KontraS dikecam PP GPI

    PP GPI Mengutuk Keras Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis Kontras Adrie Yunus

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 104
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) mengecam keras penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Adrie Yunus. Organisasi itu menilai tindakan tersebut sebagai kekerasan brutal yang mencederai nilai kemanusiaan. Ketua Bidang Hukum dan HAM PP GPI, Midul Makati, SH., MH, menyatakan serangan itu tidak […]

  • Deforestasi Nikel Sulawesi Tenggara dan Elite Tambang

    Deforestasi Nikel Sulawesi Tenggara dan Elite Tambang

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com– Ekspansi industri nikel terus mempercepat deforestasi di Sulawesi Tenggara (Sultra), Sejumlah elite bisnis tambang yang kerap disebut publik sebagai raja dan ratu nikel mengendalikan laju produksi dan menikmati keuntungan besar dari penguasaan ruang hutan. (27/01/2026). Dalam sepuluh tahun terakhir, perusahaan tambang membuka hutan secara masif. Mereka membangun jalan hauling, area tambang terbuka, dan […]

expand_less