Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » politik » Kasus Kekerasan Anak Daycare Little Aresha, Sahroni Desak Polisi Usut Tuntas

Kasus Kekerasan Anak Daycare Little Aresha, Sahroni Desak Polisi Usut Tuntas

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 248
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com) – Ahmad Sahroni mendesak Polda DI Yogyakarta untuk segera mengusut kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa aparat harus menangkap dan memproses seluruh pihak yang terlibat.

Sahroni menilai tindakan tersebut sebagai kejahatan serius yang tidak bisa ditoleransi. Ia meminta polisi memberikan perhatian penuh dan mempercepat penanganan kasus ini.

Puluhan Anak Mengalami Kekerasan

Data sementara menunjukkan sebanyak 53 anak usia bayi hingga balita mengalami dugaan kekerasan di daycare tersebut. Polisi masih mendata korban lain yang kemungkinan belum terlaporkan.

Pengelola menjalankan daycare ini selama sekitar satu tahun, dan dugaan kekerasan terjadi dalam periode tersebut.

Sahroni Soroti Pengelola Yayasan

Sahroni meminta aparat tidak hanya menindak pengasuh, tetapi juga menyelidiki pimpinan yayasan. Ia menyoroti informasi yang menyebutkan bahwa pimpinan yayasan merupakan aparat penegak hukum aktif.

Jika informasi itu terbukti benar, ia mendesak Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung untuk menjatuhkan sanksi tegas, termasuk pemberhentian dan proses hukum.

Daycare Tidak Memiliki Izin

Temuan lain menunjukkan bahwa pengelola tidak mengantongi izin operasional resmi. Kondisi ini meningkatkan risiko terhadap keselamatan anak-anak yang dititipkan.

Sahroni juga meminta unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk memperketat pengawasan terhadap daycare, terutama terkait legalitas dan standar operasional.

Polisi Terus Kumpulkan Bukti

Saat ini, Polresta Yogyakarta memeriksa sejumlah saksi untuk memperkuat bukti. Polisi terus mengembangkan kasus ini agar dapat mengungkap seluruh pelaku dan memastikan proses hukum berjalan tuntas.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Thailand Open 2026 comeback Leo Daniel bersama 17 wakil Indonesia di Bangkok

    Thailand Open 2026 Jadi Ajang Comeback Leo/Daniel Bersama 17 Wakil Indonesia

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 77
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Indonesia membawa 17 wakil ke Thailand Open 2026 yang berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok, pada 12–17 Mei 2026. Turnamen BWF World Tour Super 500 itu menjadi sorotan karena menandai comeback pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin. Leo/Daniel kembali bermain bersama setelah PBSI sempat memisahkan keduanya pada 2024. Saat itu, […]

  • Ilustrasi Bupati Cianjur terkaya pada era kolonial dengan gaya hidup mewah, kontras dengan penderitaan petani kopi dalam sistem tanam paksa di Jawa.

    Bupati Cianjur Terkaya pada Era Kolonial: Kemewahan Elite di Tengah Penderitaan Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 152
    • 1Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}-Kisah Bupati Cianjur terkaya pada masa kolonial menunjukkan ketimpangan tajam antara elite dan rakyat. Pada saat yang sama, daerah tampak makmur. Namun demikian, masyarakat justru menghadapi tekanan berat akibat sistem tanam paksa kopi. Gambaran Ketimpangan di Cianjur Pada awal abad ke-19, Cianjur berkembang menjadi pusat produksi kopi di Jawa. Selain itu, pemerintah kolonial mendorong […]

  • kasus penyiraman Andri Yunus aktivis KontraS

    Opini: Transparansi Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban: Mendesak Pengungkapan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andri Yunus

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Kabaristana.com | Kasus penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andri Yunus, bukan sekadar tindak kriminal biasa. Peristiwa ini menunjukkan ancaman nyata terhadap kebebasan sipil dan kerja advokasi HAM di Indonesia. Serangan ini juga menimbulkan rasa takut di kalangan aktivis yang selama ini memperjuangkan keadilan. Jika negara tidak menangani kasus ini secara serius, dampaknya bisa meluas. Aktivis lain […]

  • KPK periksa PPT ET terkait dugaan korupsi investasi

    KPK Periksa Dirut PT Catur Elang Perkasa Terkait Investasi PPT Energy Trading

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Direktur Utama PT Catur Elang Perkasa, Mochamad Zaenuri, terkait dugaan korupsi investasi di PPT Energy Trading Co., Ltd (PPT ET), Rabu, 13 Mei 2026. Kasus KPK periksa PPT ET terus berkembang setelah penyidik mendalami nilai investasi perusahaan patungan Indonesia–Jepang tersebut. Tim penyidik juga menelusuri proses akuisisi sejumlah perusahaan […]

  • pelaku bobol plafon Jakarta masuk toko melalui atap

    Bobol Plafon Toko di Jaktim, Pelaku Jual Laptop Curian Rp740 Ribu untuk Kebutuhan Sehari-hari

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 111
    • 4Komentar

    Jakarta, Kabaristana.com – Polisi menangkap pelaku pencurian berinisial RT yang beraksi dengan membobol plafon toko di Jakarta Timur. Pelaku menjual laptop hasil curian hanya Rp740 ribu agar cepat mendapatkan uang tunai. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Bayu Kurniawan, menyebut pelaku langsung menjual barang curian di wilayah Cibinong kepada orang yang tidak dikenal. Harga […]

  • Mahasiswi UIN dibacok di lingkungan kampus

    Pamit Ujian Sempro, Mahasiswi UIN Suska Riau Asal Bintan Alami Pembacokan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Cinta Ditolak, Kapak Bertindak: Mahasiswi UIN Suska Dibacok Tiga Kali PEKANBARU, (Kabaristana.com) — Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Farradila Ayu Pramesti (23), mengalami pembacokan di lingkungan kampus, Kamis (26/2/2026). Mahasiswi asal Kabupaten Bintan itu menderita tiga luka bacok di bagian kepala, tangan, dan kaki. Peristiwa tersebut berlangsung di Gedung Fakultas Syariah […]

expand_less