Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Perang AS-Iran Jadi “Laboratorium” Militer China, Beijing Dinilai Pelajari Celah Pertahanan AS

Perang AS-Iran Jadi “Laboratorium” Militer China, Beijing Dinilai Pelajari Celah Pertahanan AS

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) – Konflik Amerika Serikat dan Iran yang memasuki bulan ketiga kini menarik perhatian China. Beijing tidak lagi melihat perang itu sebagai konflik kawasan Timur Tengah semata. China mulai mempelajari perang tersebut sebagai gambaran konflik modern masa depan, termasuk kemungkinan bentrokan dengan AS terkait Taiwan.

Serangan drone murah Iran menjadi sorotan utama. Drone itu mampu menekan sistem pertahanan udara Amerika Serikat. Di sisi lain, AS menunjukkan kekuatan senjata presisi dan teknologi tempur modernnya di medan perang.

Mantan kolonel Angkatan Udara China, Fu Qianshao, mengatakan perang Iran memberi pelajaran penting bagi Beijing. Menurut dia, China harus memperkuat sistem pertahanan dalam negeri dan mencari kelemahan sebelum menghadapi perang besar.

“Kita perlu mencurahkan upaya signifikan untuk mengidentifikasi kelemahan di sisi pertahanan kita guna memastikan kita tetap tak terkalahkan dalam perang di masa depan,” ujar Fu, Senin (11/5/2026).

China Percepat Penguatan Militer

Dalam beberapa tahun terakhir, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) terus meningkatkan kekuatan ofensifnya. Beijing mengembangkan rudal hipersonik yang sulit dicegat. China juga mempercepat produksi jet tempur siluman generasi kelima J-20.

Lembaga pemikir Inggris Royal United Services Institute (RUSI) memperkirakan China bisa memiliki sekitar 1.000 unit J-20. Pesawat itu akan mendukung operasi serangan presisi jarak jauh.

Selain itu, China sedang mengembangkan pembom siluman jarak jauh. Kemampuan pesawat itu disebut mirip dengan B-2 dan B-21 milik Amerika Serikat.

Meski begitu, sejumlah analis masih meragukan kemampuan pertahanan China. Iran membuktikan bahwa drone murah dan rudal balistik berbiaya rendah tetap efektif menghadapi pertahanan udara modern.

Amerika Serikat sendiri menyerang target Iran dengan kombinasi F-35, B-2, B-1, B-52, dan F-15. Washington memakai amunisi berpemandu untuk menghancurkan peluncur rudal, kapal perang, dan jembatan strategis.

Fu Qianshao menilai pola serangan seperti itu harus menjadi perhatian serius Beijing. China perlu memperkuat perlindungan terhadap pelabuhan, pangkalan udara, dan lokasi penting lainnya.

Taiwan Jadi Fokus Utama

Taiwan menjadi perhatian utama dalam pembelajaran militer China. Beijing mempelajari cara memakai perang presisi dan serangan drone massal dalam kemungkinan konflik di Selat Taiwan.

Peneliti Institute for National Defense and Security Research Taiwan, Chieh Chung, mengatakan roket jarak jauh dan kawanan drone akan memegang peran penting jika China menyerang Taiwan.

“Roket jarak jauh dan kawanan drone pasti akan memainkan peran kunci dalam operasi militer gabungan China melawan Taiwan,” katanya.

China saat ini menjadi produsen drone terbesar di dunia. Laporan War on the Rocks tahun 2025 menyebut industri sipil China mampu memproduksi hingga satu miliar drone bersenjata per tahun jika pemerintah mengalihkannya untuk kebutuhan perang.

Sebaliknya, Taiwan masih menghadapi kelemahan dalam sistem penangkal drone. Laporan pengawas pemerintah Taiwan menyebut sistem pertahanan drone negara itu belum efektif dan masih berisiko bagi infrastruktur penting.

Amerika Serikat Ikut Belajar

Amerika Serikat juga mengambil pelajaran penting dari perang Iran. Washington melihat drone murah mampu meningkatkan biaya perang bagi pihak penyerang.

Komandan Indo-Pacific Command AS, Laksamana Samuel Paparo, sebelumnya mengatakan drone bisa menghambat pergerakan militer lawan dengan biaya yang jauh lebih murah.

Jika konflik Taiwan terjadi, AS dan Taiwan kemungkinan akan memakai drone untuk menyerang kapal dan pesawat China yang membawa pasukan PLA melintasi Selat Taiwan.

Strategi itu dianggap lebih murah dibanding nilai aset militer yang dapat dihancurkan. Pendekatan serupa muncul dalam konflik Iran ketika AS berhati-hati mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.

Minim Pengalaman Tempur Jadi Tantangan

Meski memiliki teknologi canggih, China masih menghadapi masalah besar. PLA minim pengalaman tempur nyata.

China terakhir kali terlibat perang besar saat konflik melawan Vietnam pada 1979. Sebaliknya, militer AS memiliki pengalaman panjang di Irak, Afghanistan, Kosovo, hingga Panama.

Analis militer China Song Zongping mengatakan perang Iran menunjukkan gambaran perang modern yang sebenarnya. Menurut dia, kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam konflik besar.

Pengamat dari S. Rajaratnam School of International Studies Singapura, Drew Thompson, menilai pengalaman tempur tetap menjadi faktor penentu kemenangan.

“Pilot andal dengan pesawat biasa-biasa saja akan selalu mengalahkan pilot biasa-biasa saja dengan pesawat yang sangat bagus,” ujarnya.

Konflik Lokal Bisa Memicu Krisis Dunia

Analis Foundation for Defense of Democracies, Craig Singleton, mengatakan perang Iran membuktikan kemenangan militer tidak selalu menghasilkan kemenangan politik.

Menurut dia, Iran mampu memanfaatkan Selat Hormuz untuk menekan perdagangan dan rantai pasokan global. Kondisi itu menunjukkan konflik lokal bisa berubah menjadi krisis internasional dalam waktu cepat.

“Bagi Beijing, itu adalah peringatan bahwa skenario Taiwan apa pun akan segera melibatkan perdagangan global, aliran energi, dan aktor pihak ketiga,” kata Singleton.

Perang AS-Iran kini menjadi perhatian banyak negara besar. Konflik itu tidak hanya memperlihatkan kekuatan senjata modern, tetapi juga pentingnya strategi, pengalaman tempur, dan kemampuan beradaptasi di medan perang.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • aktivitas hauling batu bara Sikui di jalan umum dekat permukiman warga

    Diduga Gunakan Jalan Umum dan Dekati Permukiman, Aktivitas Hauling Batu Bara di Barito Utara Disorot Keras

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Kalimantan Tengah, (Kabaristana.com) – Aktivitas angkutan batu bara (hauling) yang melintasi jalan umum di wilayah Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, terus memicu sorotan warga. Selain mempertanyakan kepatuhan terhadap regulasi, masyarakat juga menyoroti lokasi operasional tambang yang berada dekat permukiman dan akses jalan raya. Tim media bersama warga memunculkan sorotan tersebut setelah melakukan penelusuran lapangan. Dari […]

  • tiang monorel mangkrak Jakarta dibongkar di Jalan HR Rasuna Said

    Tiang Monorel Dibongkar Setelah 22 Tahun, Sutiyoso: Kalau Saya Lewat Enggak Sakit Mata Lagi

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 253
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membongkar tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/1/2026). Langkah ini mengakhiri proyek monorel yang terbengkalai selama hampir 22 tahun. Tiang beton tersebut berdiri sejak awal 2000-an tanpa pernah beroperasi. Selama bertahun-tahun, struktur itu menjadi simbol proyek transportasi yang gagal terwujud. Sutiyoso […]

  • momen hangat prabowo keluarga saat makan bersama di penghujung ramadan

    Hangat di Penghujung Ramadan, Prabowo Rayakan Kebersamaan Keluarga Jelang Idul Fitri

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 129
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Momen hangat Prabowo keluarga terlihat jelas saat Presiden Prabowo Subianto menghabiskan waktu bersama orang terdekat di penghujung Ramadan 2026. Selain itu, kebersamaan tersebut mencerminkan suasana sederhana yang penuh makna menjelang Idul Fitri. Momen Hangat Prabowo Keluarga Jelang Idul Fitri Presiden Prabowo Subianto mengunggah momen tersebut melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat. Dalam […]

  • prediksi Liga Inggris 2026

    Liga Inggris Buka Ruang Partisipasi Publik untuk Prediksi Sisa Musim 2025/2026

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 325
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Liga Primer Inggris membuka program prediksi Liga Primer Inggris 2025/2026 untuk melibatkan penggemar menjelang paruh kedua musim. Melalui program ini, liga mengajak publik menyampaikan pandangan tentang hasil akhir kompetisi. Liga menyediakan beberapa kategori prediksi. Penggemar dapat menebak juara liga, empat besar klasemen akhir, tim terdegradasi, serta pencetak gol dan assist terbanyak. Liga […]

  • kekerasan seksual anak Sukapura ilustrasi garis polisi malam hari

    Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Sukapura Jakarta Utara

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 151
    • 2Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Polres Metro Jakarta Utara menangkap pria berinisial M (49) atas dugaan kekerasan seksual terhadap anak perempuan berusia 9 tahun di Sukapura, Cilincing. Kompol Ni Luh Arsini menyampaikan bahwa petugas menangkap pelaku pada Selasa pagi (14/4) setelah warga lebih dulu mengamankannya pada Senin malam (13/4). Saat ini, penyidik menahan M di Polres Metro Jakarta […]

  • Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sebagai opsi energi rendah emisi di Indonesia

    Banyak Negara Bidik Investasi PLTN di Indonesia, BKPM Seleksi Lokasi dan Mitra

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 140
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | PLTN di Indonesia kembali menarik perhatian publik setelah pemerintah mengungkap meningkatnya minat investor asing di sektor energi nuklir. Isu ini menyentuh kepentingan luas masyarakat karena berkaitan langsung dengan keselamatan, lingkungan hidup, dan arah kebijakan energi nasional. Kebutuhan listrik nasional terus meningkat seiring pertumbuhan industri dan kawasan perkotaan. Pada saat yang sama, pemerintah […]

expand_less