Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Perang AS-Iran Jadi “Laboratorium” Militer China, Beijing Dinilai Pelajari Celah Pertahanan AS

Perang AS-Iran Jadi “Laboratorium” Militer China, Beijing Dinilai Pelajari Celah Pertahanan AS

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 151
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) – Konflik Amerika Serikat dan Iran yang memasuki bulan ketiga kini menarik perhatian China. Beijing tidak lagi melihat perang itu sebagai konflik kawasan Timur Tengah semata. China mulai mempelajari perang tersebut sebagai gambaran konflik modern masa depan, termasuk kemungkinan bentrokan dengan AS terkait Taiwan.

Serangan drone murah Iran menjadi sorotan utama. Drone itu mampu menekan sistem pertahanan udara Amerika Serikat. Di sisi lain, AS menunjukkan kekuatan senjata presisi dan teknologi tempur modernnya di medan perang.

Mantan kolonel Angkatan Udara China, Fu Qianshao, mengatakan perang Iran memberi pelajaran penting bagi Beijing. Menurut dia, China harus memperkuat sistem pertahanan dalam negeri dan mencari kelemahan sebelum menghadapi perang besar.

“Kita perlu mencurahkan upaya signifikan untuk mengidentifikasi kelemahan di sisi pertahanan kita guna memastikan kita tetap tak terkalahkan dalam perang di masa depan,” ujar Fu, Senin (11/5/2026).

China Percepat Penguatan Militer

Dalam beberapa tahun terakhir, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) terus meningkatkan kekuatan ofensifnya. Beijing mengembangkan rudal hipersonik yang sulit dicegat. China juga mempercepat produksi jet tempur siluman generasi kelima J-20.

Lembaga pemikir Inggris Royal United Services Institute (RUSI) memperkirakan China bisa memiliki sekitar 1.000 unit J-20. Pesawat itu akan mendukung operasi serangan presisi jarak jauh.

Selain itu, China sedang mengembangkan pembom siluman jarak jauh. Kemampuan pesawat itu disebut mirip dengan B-2 dan B-21 milik Amerika Serikat.

Meski begitu, sejumlah analis masih meragukan kemampuan pertahanan China. Iran membuktikan bahwa drone murah dan rudal balistik berbiaya rendah tetap efektif menghadapi pertahanan udara modern.

Amerika Serikat sendiri menyerang target Iran dengan kombinasi F-35, B-2, B-1, B-52, dan F-15. Washington memakai amunisi berpemandu untuk menghancurkan peluncur rudal, kapal perang, dan jembatan strategis.

Fu Qianshao menilai pola serangan seperti itu harus menjadi perhatian serius Beijing. China perlu memperkuat perlindungan terhadap pelabuhan, pangkalan udara, dan lokasi penting lainnya.

Taiwan Jadi Fokus Utama

Taiwan menjadi perhatian utama dalam pembelajaran militer China. Beijing mempelajari cara memakai perang presisi dan serangan drone massal dalam kemungkinan konflik di Selat Taiwan.

Peneliti Institute for National Defense and Security Research Taiwan, Chieh Chung, mengatakan roket jarak jauh dan kawanan drone akan memegang peran penting jika China menyerang Taiwan.

“Roket jarak jauh dan kawanan drone pasti akan memainkan peran kunci dalam operasi militer gabungan China melawan Taiwan,” katanya.

China saat ini menjadi produsen drone terbesar di dunia. Laporan War on the Rocks tahun 2025 menyebut industri sipil China mampu memproduksi hingga satu miliar drone bersenjata per tahun jika pemerintah mengalihkannya untuk kebutuhan perang.

Sebaliknya, Taiwan masih menghadapi kelemahan dalam sistem penangkal drone. Laporan pengawas pemerintah Taiwan menyebut sistem pertahanan drone negara itu belum efektif dan masih berisiko bagi infrastruktur penting.

Amerika Serikat Ikut Belajar

Amerika Serikat juga mengambil pelajaran penting dari perang Iran. Washington melihat drone murah mampu meningkatkan biaya perang bagi pihak penyerang.

Komandan Indo-Pacific Command AS, Laksamana Samuel Paparo, sebelumnya mengatakan drone bisa menghambat pergerakan militer lawan dengan biaya yang jauh lebih murah.

Jika konflik Taiwan terjadi, AS dan Taiwan kemungkinan akan memakai drone untuk menyerang kapal dan pesawat China yang membawa pasukan PLA melintasi Selat Taiwan.

Strategi itu dianggap lebih murah dibanding nilai aset militer yang dapat dihancurkan. Pendekatan serupa muncul dalam konflik Iran ketika AS berhati-hati mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.

Minim Pengalaman Tempur Jadi Tantangan

Meski memiliki teknologi canggih, China masih menghadapi masalah besar. PLA minim pengalaman tempur nyata.

China terakhir kali terlibat perang besar saat konflik melawan Vietnam pada 1979. Sebaliknya, militer AS memiliki pengalaman panjang di Irak, Afghanistan, Kosovo, hingga Panama.

Analis militer China Song Zongping mengatakan perang Iran menunjukkan gambaran perang modern yang sebenarnya. Menurut dia, kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam konflik besar.

Pengamat dari S. Rajaratnam School of International Studies Singapura, Drew Thompson, menilai pengalaman tempur tetap menjadi faktor penentu kemenangan.

“Pilot andal dengan pesawat biasa-biasa saja akan selalu mengalahkan pilot biasa-biasa saja dengan pesawat yang sangat bagus,” ujarnya.

Konflik Lokal Bisa Memicu Krisis Dunia

Analis Foundation for Defense of Democracies, Craig Singleton, mengatakan perang Iran membuktikan kemenangan militer tidak selalu menghasilkan kemenangan politik.

Menurut dia, Iran mampu memanfaatkan Selat Hormuz untuk menekan perdagangan dan rantai pasokan global. Kondisi itu menunjukkan konflik lokal bisa berubah menjadi krisis internasional dalam waktu cepat.

“Bagi Beijing, itu adalah peringatan bahwa skenario Taiwan apa pun akan segera melibatkan perdagangan global, aliran energi, dan aktor pihak ketiga,” kata Singleton.

Perang AS-Iran kini menjadi perhatian banyak negara besar. Konflik itu tidak hanya memperlihatkan kekuatan senjata modern, tetapi juga pentingnya strategi, pengalaman tempur, dan kemampuan beradaptasi di medan perang.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bunuh Diri Siswi Demak Terulang, Alarm Kesehatan Mental Remaja

    Bunuh Diri Siswi Demak Terulang, Alarm Kesehatan Mental Remaja

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 315
    • 1Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Kasus bunuh diri Siswi Sekolah dasar (SD), di Kabupaten  Demak,  Jawa Tengah. Kembali terjadi dan memunculkan keprihatinan luas di masyarakat. Peristiwa ini mempertegas perlunya langkah nyata untuk melindungi kesehatan mental remaja, khususnya di lingkungan sekolah. (15/02/2026).  Warga menemukan seorang siswi dalam kondisi meninggal dunia, setelah mendapat laporan dari warga, aparat kepolisian langsung […]

  • Kekerasan Seksual IAI saat aksi mahasiswa di Kementerian Agama RI

    Kemenag RI Jamin Pendidikan Korban Dugaan Kekerasan Seksual di IAI Rawa Aopa

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 357
    • 2Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com – Aliansi Lembaga Mahasiswa Pemerhati Kekerasan Seksual dan Pendidikan menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kementerian Agama Republik Indonesia. Mereka menuntut langkah tegas atas dugaan kegagalan yayasan dan pihak kampus dalam melindungi korban kekerasan seksual di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Konawe Selatan. Aksi ini mendapat perhatian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam […]

  • lobi gedung KPK terkait kasus KPK Lippo Cikarang

    KPK Periksa Legal Lippo Cikarang, Dalami Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 294
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap di Kabupaten Bekasi. Dalam proses ini, isu KPK Lippo Cikarang mencuat setelah penyidik memeriksa saksi dari pihak perusahaan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa penyidik memanggil saksi berinisial RR yang bekerja di bagian legal Lippo Cikarang. Tim penyidik menjalankan pemeriksaan di […]

  • Korupsi Bea Cukai yang diusut KPK

    KPK Dalami Keterlibatan Sekitar 20 Forwarder dalam Kasus Korupsi Bea Cukai

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 176
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com)  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Saat ini, penyidik memeriksa sekitar 20 perusahaan forwarder atau jasa pengiriman barang impor yang beroperasi di berbagai pelabuhan di Indonesia. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan penyidik telah meminta keterangan […]

  • Timnas Futsal Indonesia lolos final Piala Asia Futsal 2026

    Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia Usai Tekuk Jepang 5-3

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Timnas Futsal Indonesia final Piala Asia Futsal 2026 setelah menyingkirkan Jepang di babak semifinal. Hasil ini menjadi capaian penting bagi olahraga nasional karena menunjukkan peningkatan daya saing futsal Indonesia di tingkat Asia dan berdampak langsung pada perhatian publik terhadap pembinaan atlet dalam negeri. Timnas Futsal Indonesia final di Tengah Tekanan Laga Semifinal […]

  • Bom Masjid Islamabad Tewaskan 15 Jamaah

    Bom Masjid Islamabad Tewaskan 15 Jamaah

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Aksi teror bom bunuh diri di masjid Islamabad Pakistan kembali mengguncang rasa aman masyarakat. Serangan tersebut terjadi saat pelaksanaan salat Jumat dan menewaskan sedikitnya 15 orang, sementara lebih dari 80 jamaah lainnya mengalami luka-luka, sebagian dalam kondisi kritis. (07/02/2026). Ledakan terjadi di area pintu masuk masjid ketika jamaah tengah memadati lokasi ibadah. […]

expand_less