Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Puskom Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Korban Kekerasan Seksual di IAI Rawa Aopa

Puskom Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Korban Kekerasan Seksual di IAI Rawa Aopa

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com – Pusat Studi Konstitusi Indonesia (Puskom Indonesia) mengecam keras sikap IAI Rawa Aopa yang dianggap tidak berpihak kepada korban kekerasan seksual. Alih-alih memberikan perlindungan dan pendampingan, pihak kampus justru mengirim surat klarifikasi terkait dana KIP Kuliah kepada korban yang mengundurkan diri karena trauma.

Polemik tersebut mencuat setelah pihak kampus mengirim surat tertanggal 18 Mei 2026 kepada orang tua korban berinisial AR. Melalui surat itu, kampus meminta orang tua korban menghadiri klarifikasi mengenai dana KIP Kuliah yang mahasiswa tersebut terima selama menempuh pendidikan.

Selain meminta klarifikasi, pihak kampus juga menyampaikan rencana pelaporan kepada kepolisian apabila orang tua korban tidak menghadiri undangan kedua. Kampus beralasan dana KIP Kuliah merupakan uang negara sehingga penerimanya harus mempertanggungjawabkan penggunaannya sesuai ketentuan hukum.

Puskom Soroti Sikap Kampus

Kepala Bidang HAM dan Pendidikan Puskom Indonesia, Robby Lamasigi, menilai langkah kampus menunjukkan kurangnya keberpihakan terhadap korban. Menurutnya, kampus seharusnya memprioritaskan pemulihan korban daripada mengirim surat yang berpotensi menambah tekanan psikologis.

“Ini sangat memprihatinkan. Korban mengundurkan diri karena trauma setelah mengalami kekerasan seksual, tetapi bukannya mendapatkan perlindungan dan pemulihan, justru menerima tekanan baru terkait dana KIP. Ini bentuk tekanan baru terhadap korban,” ujar Robby.

Lebih lanjut, Robby menegaskan bahwa kampus harus menyelesaikan persoalan administrasi beasiswa melalui prosedur yang manusiawi dan tidak intimidatif. Karena itu, pihak kampus tidak boleh mencampurkan urusan administrasi dengan tanggung jawab perlindungan korban.

“Kampus harus membedakan mekanisme administrasi KIP dan kewajiban perlindungan korban kekerasan seksual. Jangan sampai aturan beasiswa berubah menjadi alat untuk membungkam atau menekan korban,” tegasnya.

Pertanyakan Upaya Perlindungan Korban

Puskom juga mempertanyakan langkah konkret yang telah kampus lakukan untuk membantu korban. Menurut Robby, trauma yang korban rasakan menjadi alasan utama pengunduran dirinya dari kampus.

Oleh sebab itu, kampus harus mempertimbangkan kondisi psikologis korban dalam setiap kebijakan dan tindakan. Selain itu, kampus perlu memastikan keselamatan, kerahasiaan, dan kenyamanan korban selama proses penanganan kasus berlangsung.

“Kalau korban mundur karena trauma, maka pertanyaan paling penting adalah apa yang sudah kampus lakukan untuk melindungi korban. Apakah kampus menyediakan pendampingan, pemulihan, dan jaminan keamanan bagi korban? Jangan justru korban yang terus menanggung beban,” katanya.

Desak Kemenag Turun Tangan

Sementara itu, Puskom Indonesia mendesak Kementerian Agama RI, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, untuk segera memeriksa tindakan pihak kampus.

Selain memeriksa pihak kampus, Puskom juga meminta Kemenag mengevaluasi pengelolaan KIP Kuliah di IAI Rawa Aopa. Langkah tersebut penting untuk mencegah pihak tertentu memanfaatkan program bantuan pendidikan sebagai sarana menekan mahasiswa.

“Kami mendesak Kemenag RI turun tangan. Periksa pihak kampus, periksa pengelola KIP, dan pastikan korban tidak mengalami reviktimisasi. Negara tidak boleh membiarkan institusi pendidikan menambah tekanan terhadap korban kekerasan seksual,” ujar Robby.

Kampus Harus Menjadi Ruang Aman

Di sisi lain, Puskom menegaskan bahwa kampus berbasis agama harus menjadi ruang aman bagi seluruh mahasiswa. Karena itu, lembaga pendidikan wajib mengedepankan nilai keadilan, kasih sayang, amanah, dan perlindungan terhadap kelompok rentan.

Robby menilai perlakuan terhadap korban dalam kasus ini berpotensi mencederai nilai-nilai tersebut. Bahkan, tindakan yang menambah tekanan kepada korban dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.

“Pendidikan Islam seharusnya berdiri di atas nilai keadilan, kasih sayang, amanah, dan perlindungan terhadap yang lemah. Jika kampus memperlakukan korban kekerasan seksual sebagai pihak yang bersalah, maka kampus mencoreng marwah pendidikan Islam,” tutup Robby.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Real Madrid 16 Besar – Selebrasi Aurelien Tchouameni usai mencetak gol melawan Benfica pada playoff Liga Champions 2025/26 di Santiago Bernabeu

    Real Madrid ke 16 Besar Liga Champions Usai Tekuk Benfica 2-1

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 212
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Real Madrid memastikan langkah ke babak 16 besar Liga Champions setelah kembali mengalahkan Benfica dengan skor 2-1 pada leg kedua playoff di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis dini hari WIB. Hasil ini mengunci keunggulan agregat 3-1 bagi Los Blancos, menyusul kemenangan tipis 1-0 pada pertemuan pertama. Gol Cepat Benfica, Respons Kilat Madrid Meski […]

  • Kedatangan Prabowo Trump di Amerika Serikat Selasa 17 Februari 2026

    Pelaku Industri Tekstil RI Titip Harapan ke Prabowo Jelang Dialog dengan Trump

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 250
    • 0Komentar

    JAKARTA,Kabaristana.com | Tekstil harap Prabowo Trump membawa harapan baru bagi pelaku industri nasional. Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai menjadi momentum penting untuk memperbaiki akses ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat. Pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) berharap Amerika Serikat memberikan relaksasi tarif resiprokal. Selama ini, tarif tinggi membuat […]

  • Haaland Antar City Bungkam Liverpool, Persaingan Papan Atas Liga Inggris Kian Ketat

    Haaland Antar City Bungkam Liverpool, Persaingan Papan Atas Liga Inggris Kian Ketat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 213
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Haaland bungkam Liverpool di Stadion Anfield pada laga krusial Liga Inggris, Minggu (8/2/2026). Kemenangan Manchester City bukan hanya menentukan hasil pertandingan, tetapi juga berdampak langsung pada persaingan papan atas dan tekanan perebutan gelar musim ini. Hasil ini membuat jarak antarklub papan atas semakin sensitif, terutama di tengah jadwal padat dan margin poin […]

  • program pembangunan rumah rakyat Papua

    Papua Siapkan 14 Ribu Rumah Rakyat Mulai 2026, Kawasan Pesisir Jadi Proyek Awal

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 345
    • 0Komentar

    JAKARTA,(kabaristana.com) – Pemerintah Provinsi Papua menargetkan pembangunan 14 ribu rumah rakyat mulai 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Pemerintah akan menjalankan program ini secara bertahap di seluruh wilayah Papua, dengan kawasan pesisir perkotaan sebagai lokasi percontohan tahap awal. Gubernur Papua Mathius D Fakhiri menyatakan, pemerintah merancang program tersebut untuk menjawab kebutuhan hunian layak sekaligus […]

  • Demonstran Anti NATO berunjuk rasa di Ankara

    KTT NATO Memanas, Turki Tahan 100 Demonstran-Situasi Kacau Balau

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Ankara, (kabaristana.com) – Polisi Turki menahan lebih dari 100 demonstran yang mengikuti aksi longmars anti-NATO di Alun-Alun Kizilay, Ankara, Minggu (5/7/2026). Aparat membubarkan aksi tersebut menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang akan berlangsung pada Selasa hingga Rabu pekan ini. Laporan Reuters yang dikutip Senin (6/7/2026) menyebut aksi tersebut digelar oleh Partai Komunis Turki […]

  • operasional Whoosh aman saat cuaca ekstrem di Bandung

    Whoosh Tetap Aman Saat Cuaca Ekstrem, KCIC Pastikan Perjalanan Normal

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 134
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional kereta cepat Whoosh rute Jakarta–Bandung tetap aman meski cuaca ekstrem melanda wilayah Bandung dan sekitarnya. KCIC menghentikan sementara perjalanan KA G1046 relasi Tegalluar Summarecon–Halim pada Jumat (3/4) pukul 16.45 WIB di KM 126+383 wilayah Kopo. Petugas mengambil langkah ini untuk menjaga keselamatan setelah sistem […]

expand_less