Pemerintah Tegaskan Air Sinkhole di Limapuluh Kota Tidak Layak Konsumsi
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- visibility 292
- comment 0 komentar
- print Cetak

Lubang besar di Limapuluh Kota, Minggu (4/1/2025). Air jernih dari sinkhole di Limapuluh Kota yang sempat diambil warga dipastikan mengandung bakteri E. coli berdasarkan hasil pemeriksaan pemerintah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (kabaristana.com) | Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota memantau langsung kawasan pertanian yang terdampak kemunculan sinkhole di Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua. Pemerintah melakukan langkah ini untuk memastikan keselamatan warga dan pengunjung yang datang ke lokasi.
Tim gabungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait turun ke lapangan untuk mengidentifikasi potensi risiko. Mereka menilai dampak lubang besar yang muncul secara alami di area persawahan tersebut.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi sinkhole. Imbauan ini bertujuan mencegah kecelakaan dan risiko lain yang dapat membahayakan warga.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan bahwa air yang menggenang di dalam sinkhole tidak layak konsumsi. Ia menyampaikan pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip dari Tribun Padang, Minggu (11/1/2026).
“Dari sisi pH, air berada di bawah 6,5. Jadi kalau bisa, tolong jangan diminum. Ini ibarat air sungai pada umumnya,” ujar Vasko.
Vasko menjelaskan bahwa air terlihat jernih secara visual. Namun, kualitas air tersebut tidak memenuhi standar air layak minum. Pemerintah karena itu melarang masyarakat menggunakan air sinkhole untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk minum maupun keperluan domestik lainnya.
Pemerintah berharap masyarakat mematuhi imbauan tersebut. Harapan ini juga ditujukan kepada warga dari luar daerah yang datang hanya untuk melihat fenomena sinkhole.
Selain itu, pemerintah daerah terus meningkatkan koordinasi lintas instansi. Langkah ini bertujuan memantau kondisi tanah di sekitar lokasi dan menentukan tindakan lanjutan.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu hasil kajian teknis lanjutan. Kajian tersebut akan menjelaskan penyebab kemunculan sinkhole dan potensi dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: kabaristana.com

Saat ini belum ada komentar