Smelter Manyar Freeport Ditargetkan Kembali Berproduksi September 2026
- account_circle Rahman
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (kabaristana.com) — PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan Smelter Manyar di Gresik, Jawa Timur, kembali berproduksi pada September 2026. PTFI akan kembali memproduksi katoda tembaga setelah menghentikan operasional smelter akibat gangguan pasokan konsentrat dari tambang Grasberg.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, pasokan konsentrat tembaga dari Papua kini mulai masuk ke Smelter Manyar. PTFI masih menunggu volume konsentrat mencukupi sebelum meningkatkan penggunaan furnace.
“Smelter nanti mulai bulan September sudah mulai akan produksi lagi,” kata Tony saat ditemui di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Tony menjelaskan, PTFI tidak langsung menjalankan Smelter Manyar dengan kapasitas penuh. Perusahaan memperkirakan kapasitas awal operasi masih berada di bawah 30%.
Pasokan Konsentrat Mulai Masuk
PTFI kini mulai mengirim konsentrat tembaga dari Papua menuju Smelter Manyar. Perusahaan akan mengumpulkan volume konsentrat terlebih dahulu sebelum meningkatkan proses peleburan.
“Sementara ini konsentrat sudah mulai masuk dari Papua, sudah mulai masuk ke Manyar. Jadi mungkin, kan biar volumenya cukup dulu baru kita bakar di furnace,” ujar Tony.
Gangguan pasokan konsentrat terjadi setelah insiden longsor lumpur bijih basah di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025.
Insiden tersebut mengganggu aktivitas produksi tambang bawah tanah dan berdampak pada pasokan bahan baku untuk Smelter Manyar sejak kuartal IV 2025.
PTFI terus memulihkan produksi tambang bawah tanah secara bertahap. Tony memperkirakan produksi bijih tembaga dari tambang bawah tanah baru mencapai sekitar 65% dari kapasitas pada akhir 2026.
PTFI kemudian menargetkan produksi tambang bawah tanah mendekati 100% kapasitas pada akhir 2027.
“Ya itu tadi, menuju 100% di tahun 2027 akhir,” kata Tony.
Kondisi produksi tambang tersebut akan menentukan peningkatan kapasitas Smelter Manyar. Karena itu, PTFI akan menaikkan kapasitas smelter secara bertahap mengikuti ketersediaan konsentrat.
PTFI membangun Smelter Manyar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik. Pembangunan proyek dimulai pada Oktober 2021.
Smelter Manyar menghasilkan katoda tembaga perdana pada 23 September 2024. Presiden ke-7 RI Joko Widodo meresmikan produksi perdana tersebut.
Fasilitas dengan desain single line ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. PTFI menargetkan fasilitas tersebut menghasilkan sekitar 600.000 hingga 700.000 ton katoda tembaga setiap tahun.
Target Produksi Dua Smelter
PTFI mengoperasikan Smelter Manyar bersama PT Smelting Gresik sebagai fasilitas pemurnian konsentrat tembaga.
Jika kedua fasilitas beroperasi sesuai kapasitas, PTFI menargetkan pengolahan sekitar 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Kapasitas tersebut dapat menghasilkan sekitar 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 200 ton perak setiap tahun.
Smelter Manyar berdiri di atas lahan sekitar 100 hektare di kawasan JIIPE, Gresik. PTFI mencatat nilai investasi kumulatif proyek tersebut mencapai sekitar US$3,7 miliar atau sekitar Rp58 triliun.
Fasilitas tersebut mencakup Unit Refinery, Unit Pemurnian Logam Mulia, Unit Oksigen, Unit Asam Sulfat, Unit Desalinasi, serta Unit Effluent and Wastewater Treatment Plant.
Berbagai unit tersebut mendukung proses peleburan dan pemurnian konsentrat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku, produk samping, dan pengelolaan limbah.
Dengan masuknya kembali konsentrat dari Papua, PTFI kini menyiapkan Smelter Manyar untuk kembali beroperasi pada September 2026. Perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap seiring pemulihan produksi tambang bawah tanah Grasberg.
- Penulis: Rahman
- Editor: Redaksi
- Sumber: Tim redaksi



Saat ini belum ada komentar