Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sejarah » Tokoh di Balik Emas Monas: Jejak Sunyi Teuku Markam yang Terpinggirkan Sejarah

Tokoh di Balik Emas Monas: Jejak Sunyi Teuku Markam yang Terpinggirkan Sejarah

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 308
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,kabaristana.com | Monumen Nasional berdiri megah sebagai ikon kebanggaan Indonesia di jantung Jakarta. Lidah api berlapis emas murni yang menjulang di puncaknya melambangkan semangat perjuangan dan kemerdekaan bangsa. Namun, di balik kilau emas itu, sejarah menyimpan kisah sunyi seorang pengusaha nasionalis yang jasanya nyaris terhapus dari ingatan publik: Teuku Markam.

Penyumbang Terbesar Emas Monas

Pada awal 1960-an, publik mengenal Teuku Markam sebagai pengusaha berpengaruh asal Aceh. Ia membangun bisnis melalui PT Karkam yang bergerak di bidang ekspor-impor serta mendukung pembiayaan sejumlah proyek strategis negara. Kedekatannya dengan Presiden Soekarno membuat pemerintah kerap melibatkan Markam dalam agenda pembangunan nasional.

Ketika Soekarno menggagas pembangunan Monas sebagai monumen peringatan kemerdekaan, Teuku Markam secara sukarela menyumbangkan 28 kilogram emas murni. Sumbangan ini menjadi bagian terbesar dari total sekitar 38 kilogram emas yang melapisi lidah api Monas pada tahap awal pembangunan. Pada masa itu, nilai emas tersebut sangat besar dan menunjukkan komitmen pribadi Markam terhadap negara, bukan sekadar kepentingan usaha.

Perubahan Politik dan Kejatuhan

Situasi politik nasional berubah drastis setelah peristiwa 1965. Pergeseran kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru menekan banyak tokoh yang dikenal dekat dengan Soekarno. Pada 1966, aparat menangkap Teuku Markam tanpa proses hukum yang terbuka.

Penguasa menuduh Markam terlibat korupsi dan mengaitkannya dengan PKI, tuduhan yang sering muncul pada masa itu untuk menyingkirkan lawan politik. Tanpa pengadilan yang adil, negara memenjarakan Markam selama delapan tahun. Pemerintah menyita seluruh asetnya, mengambil alih perusahaannya, serta menghapus kepemilikan atas rumah, tanah, dan harta pribadinya tanpa kejelasan hukum.

Pada 1974, pemerintah membebaskan Teuku Markam. Namun, negara tidak memulihkan nama baiknya dan tidak mengembalikan hak-haknya. Markam menempuh berbagai jalur hukum untuk menuntut keadilan, tetapi semua upaya tersebut berakhir buntu. Hingga akhir hayatnya, negara tidak pernah mengakui kembali jasanya, termasuk kontribusi emas yang masih menghiasi puncak Monas.

Akhir Hidup dalam Kesenyapan

Teuku Markam meninggal dunia pada 1985. Negara tidak memberikan penghormatan resmi maupun rehabilitasi sejarah atas kontribusinya. Hingga kini, narasi resmi pembangunan Monas jarang menyebut namanya, meski perannya sangat besar dalam pembentukan simbol nasional tersebut.

Kisah Teuku Markam menunjukkan bagaimana kekuasaan dapat menggeser ingatan kolektif bangsa. Ia pernah menyumbangkan cahaya bagi ibu kota, tetapi sejarah membiarkan namanya meredup. Cerita ini juga menegaskan satu kenyataan pahit: pengorbanan untuk negara tidak selalu berujung pada keadilan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raja gula dunia dari Indonesia Oei Tiong Ham pendiri Oei Tiong Ham Concern

    Raja Gula Dunia dari RI: Kerajaan Bisnis Runtuh dalam Semalam

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 414
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com – Raja gula dunia dari Indonesia pernah lahir dari Semarang sebelum runtuh hanya dalam satu malam. Kerajaan bisnis Oei Tiong Ham Concern (OTHC), yang sempat menguasai perdagangan gula lintas Asia hingga Eropa, lenyap akibat rangkaian kebijakan hukum dan politik negara pada awal 1960-an. Peristiwa ini meninggalkan jejak panjang soal kepastian hukum, nasionalisasi aset, […]

  • Ilustrasi penikaman Nus Kei di Maluku Tenggara dengan visual polisi, Bandara Karel Sadsuitubun, dan garis polisi di lokasi kejadian.

    Tragedi Penikaman Nus Kei: Polisi Dalami Motif dan Periksa Dua Pelaku

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}-Kasus penikaman Nus Kei menyita perhatian publik setelah insiden tragis di Maluku Tenggara. Polisi kini menelusuri fakta dan membongkar motif di balik serangan tersebut. Penikaman Nus Kei: Polisi Periksa Pelaku Polda Maluku memeriksa dua terduga pelaku, HR (28) dan FU (36). Petugas membawa mereka ke Kota Ambon lalu langsung memulai pemeriksaan. Kepala Bidang Humas, […]

  • Prabowo Temui Prajurit Miangas saat kunjungan ke Pos TNI perbatasan

    Prabowo Singgah Dadakan ke Pos TNI di Miangas, Sapa Prajurit Penjaga Perbatasan RI-Filipina

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Presiden Prabowo Subianto menghentikan iring-iringan kendaraannya saat melintas di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu. Ia turun dari mobil untuk menyapa dua prajurit TNI yang berjaga di Pos TNI Angkatan Darat (Posad) Miangas. Kunjungan itu berlangsung di sela agenda kerja Presiden di Miangas. Sekretariat Presiden menyebut jadwal resmi tidak memasukkan […]

  • Presiden Prabowo mengembalikan anggaran TKD Aceh untuk pemulihan bencana

    Wagub Aceh: Terima Kasih Presiden Prabowo atas Kebijakan Anggaran

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 397
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan pengembalian anggaran Transfer ke Daerah (TKD) untuk Aceh. Kebijakan ini dinilai penting untuk mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana. Fadhlullah menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan anggaran tersebut. Ia menilai keputusan Presiden membantu daerah menjalankan program pemulihan secara lebih cepat. […]

  • KNPI dukung Polri untuk Masyarakat

    KNPI Dukung Pernyataan Tegas Kapolri: “Polri untuk Masyarakat”

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 401
    • 1Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menyatakan dukungan penuh kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas komitmennya melalui tagline “Polri untuk Masyarakat”. Sikap itu sejalan dengan semangat Presisi: Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan. KNPI menilai reformasi yang dijalankan Polri menunjukkan arah yang jelas. Pimpinan Polri terus memperkuat pembenahan kelembagaan dan budaya kerja. […]

  • penembakan di Nigeria di Kota Jos lokasi kejadian bar

    Penembakan di Bar Jos Picu Aksi Balasan Brutal, 27 Orang Tewas

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 189
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) || Penembakan di Nigeria kembali memicu tragedi berdarah di Kota Jos, Negara Bagian Plateau, Minggu (30/3/2026). Serangan di sebuah bar berubah menjadi rangkaian kekerasan yang menewaskan sedikitnya 27 orang dan memperburuk situasi keamanan di wilayah tersebut. Serangan di Bar Tewaskan Belasan Orang Peristiwa bermula di kawasan Anguwan Rukuba, Distrik Jos Utara. Sekelompok pria […]

expand_less