Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sejarah » Tokoh di Balik Emas Monas: Jejak Sunyi Teuku Markam yang Terpinggirkan Sejarah

Tokoh di Balik Emas Monas: Jejak Sunyi Teuku Markam yang Terpinggirkan Sejarah

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 219
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,kabaristana.com | Monumen Nasional berdiri megah sebagai ikon kebanggaan Indonesia di jantung Jakarta. Lidah api berlapis emas murni yang menjulang di puncaknya melambangkan semangat perjuangan dan kemerdekaan bangsa. Namun, di balik kilau emas itu, sejarah menyimpan kisah sunyi seorang pengusaha nasionalis yang jasanya nyaris terhapus dari ingatan publik: Teuku Markam.

Penyumbang Terbesar Emas Monas

Pada awal 1960-an, publik mengenal Teuku Markam sebagai pengusaha berpengaruh asal Aceh. Ia membangun bisnis melalui PT Karkam yang bergerak di bidang ekspor-impor serta mendukung pembiayaan sejumlah proyek strategis negara. Kedekatannya dengan Presiden Soekarno membuat pemerintah kerap melibatkan Markam dalam agenda pembangunan nasional.

Ketika Soekarno menggagas pembangunan Monas sebagai monumen peringatan kemerdekaan, Teuku Markam secara sukarela menyumbangkan 28 kilogram emas murni. Sumbangan ini menjadi bagian terbesar dari total sekitar 38 kilogram emas yang melapisi lidah api Monas pada tahap awal pembangunan. Pada masa itu, nilai emas tersebut sangat besar dan menunjukkan komitmen pribadi Markam terhadap negara, bukan sekadar kepentingan usaha.

Perubahan Politik dan Kejatuhan

Situasi politik nasional berubah drastis setelah peristiwa 1965. Pergeseran kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru menekan banyak tokoh yang dikenal dekat dengan Soekarno. Pada 1966, aparat menangkap Teuku Markam tanpa proses hukum yang terbuka.

Penguasa menuduh Markam terlibat korupsi dan mengaitkannya dengan PKI, tuduhan yang sering muncul pada masa itu untuk menyingkirkan lawan politik. Tanpa pengadilan yang adil, negara memenjarakan Markam selama delapan tahun. Pemerintah menyita seluruh asetnya, mengambil alih perusahaannya, serta menghapus kepemilikan atas rumah, tanah, dan harta pribadinya tanpa kejelasan hukum.

Pada 1974, pemerintah membebaskan Teuku Markam. Namun, negara tidak memulihkan nama baiknya dan tidak mengembalikan hak-haknya. Markam menempuh berbagai jalur hukum untuk menuntut keadilan, tetapi semua upaya tersebut berakhir buntu. Hingga akhir hayatnya, negara tidak pernah mengakui kembali jasanya, termasuk kontribusi emas yang masih menghiasi puncak Monas.

Akhir Hidup dalam Kesenyapan

Teuku Markam meninggal dunia pada 1985. Negara tidak memberikan penghormatan resmi maupun rehabilitasi sejarah atas kontribusinya. Hingga kini, narasi resmi pembangunan Monas jarang menyebut namanya, meski perannya sangat besar dalam pembentukan simbol nasional tersebut.

Kisah Teuku Markam menunjukkan bagaimana kekuasaan dapat menggeser ingatan kolektif bangsa. Ia pernah menyumbangkan cahaya bagi ibu kota, tetapi sejarah membiarkan namanya meredup. Cerita ini juga menegaskan satu kenyataan pahit: pengorbanan untuk negara tidak selalu berujung pada keadilan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Budi Hermanto jelaskan Jakarta teraman ASEAN 2026

    Jakarta Masuk Kota Teraman Kedua di ASEAN 2026, Kolaborasi Warga Jadi Kunci

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 162
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Jakarta menempati posisi kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara versi Global Residence Index 2026. Aparat kepolisian menilai masyarakat berperan besar dalam menjaga keamanan ibu kota. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa keamanan Jakarta lahir dari kerja sama berbagai pihak. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut masyarakat ikut menciptakan […]

  • Fajar Fikri Asia 2026 raih gelar juara turnamen bulu tangkis internasional

    Fajar/Fikri Pilih Fokus Performa, Bidik Kebangkitan di Kejuaraan Asia 2026

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 127
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, menargetkan peningkatan performa menjelang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026. Mereka memilih fokus pada kesiapan diri daripada memikirkan hasil undian atau potensi pertemuan dengan sesama wakil Indonesia. Turnamen bergengsi tersebut akan berlangsung di Ningbo, China, pada 7–12 April dan menghadirkan pemain-pemain elite […]

  • pembersihan sampah Gaza di kawasan pasar kota

    Gaza Mulai Pembersihan Sampah, Layanan Publik Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Siswandi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Tumpukan sampah yang menguasai ruang publik di Gaza selama berbulan-bulan mengganggu kesehatan warga dan melumpuhkan aktivitas ekonomi harian. Kondisi ini memaksa pemerintah kota memulai proyek pembersihan di sejumlah titik padat aktivitas. Isu kebersihan menjadi krusial karena konflik berkepanjangan telah merusak layanan dasar. Sampah yang menumpuk di pasar dan jalan utama memperparah risiko […]

  • Yusril ajak generasi muda mempelajari pemikiran Mohammad Natsir

    Yusril berpesan agar generasi muda belajar pemikiran pendiri bangsa

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 44
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengajak generasi muda mempelajari pemikiran para pendiri bangsa. Menurutnya, warisan intelektual mereka penting untuk menjaga nilai kebangsaan, demokrasi, dan keislaman di Indonesia. Yusril menilai Perdana Menteri ke-5 Indonesia, Mohammad Natsir, sebagai salah satu tokoh yang layak menjadi teladan. Ia menyebut pemikiran Natsir […]

  • Bunuh Diri Siswi Demak Terulang, Alarm Kesehatan Mental Remaja

    Bunuh Diri Siswi Demak Terulang, Alarm Kesehatan Mental Remaja

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 202
    • 1Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Kasus bunuh diri Siswi Sekolah dasar (SD), di Kabupaten  Demak,  Jawa Tengah. Kembali terjadi dan memunculkan keprihatinan luas di masyarakat. Peristiwa ini mempertegas perlunya langkah nyata untuk melindungi kesehatan mental remaja, khususnya di lingkungan sekolah. (15/02/2026).  Warga menemukan seorang siswi dalam kondisi meninggal dunia, setelah mendapat laporan dari warga, aparat kepolisian langsung […]

  • nilai tukar rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar AS

    Dolar AS Hampir Tembus Rp17.000, Rupiah Melemah di Awal Pekan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 147
    • 0Komentar

    JAKARTA, (KabarIstana.com) | Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan pekan ini, Senin (9/3/2026). Tekanan dari penguatan dolar global mendorong rupiah bergerak mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS. Berdasarkan data pasar Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan penurunan sekitar 0,47% ke posisi Rp16.980 per dolar AS. Sebelumnya, pada perdagangan […]

expand_less