Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sejarah » Tokoh di Balik Emas Monas: Jejak Sunyi Teuku Markam yang Terpinggirkan Sejarah

Tokoh di Balik Emas Monas: Jejak Sunyi Teuku Markam yang Terpinggirkan Sejarah

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 263
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,kabaristana.com | Monumen Nasional berdiri megah sebagai ikon kebanggaan Indonesia di jantung Jakarta. Lidah api berlapis emas murni yang menjulang di puncaknya melambangkan semangat perjuangan dan kemerdekaan bangsa. Namun, di balik kilau emas itu, sejarah menyimpan kisah sunyi seorang pengusaha nasionalis yang jasanya nyaris terhapus dari ingatan publik: Teuku Markam.

Penyumbang Terbesar Emas Monas

Pada awal 1960-an, publik mengenal Teuku Markam sebagai pengusaha berpengaruh asal Aceh. Ia membangun bisnis melalui PT Karkam yang bergerak di bidang ekspor-impor serta mendukung pembiayaan sejumlah proyek strategis negara. Kedekatannya dengan Presiden Soekarno membuat pemerintah kerap melibatkan Markam dalam agenda pembangunan nasional.

Ketika Soekarno menggagas pembangunan Monas sebagai monumen peringatan kemerdekaan, Teuku Markam secara sukarela menyumbangkan 28 kilogram emas murni. Sumbangan ini menjadi bagian terbesar dari total sekitar 38 kilogram emas yang melapisi lidah api Monas pada tahap awal pembangunan. Pada masa itu, nilai emas tersebut sangat besar dan menunjukkan komitmen pribadi Markam terhadap negara, bukan sekadar kepentingan usaha.

Perubahan Politik dan Kejatuhan

Situasi politik nasional berubah drastis setelah peristiwa 1965. Pergeseran kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru menekan banyak tokoh yang dikenal dekat dengan Soekarno. Pada 1966, aparat menangkap Teuku Markam tanpa proses hukum yang terbuka.

Penguasa menuduh Markam terlibat korupsi dan mengaitkannya dengan PKI, tuduhan yang sering muncul pada masa itu untuk menyingkirkan lawan politik. Tanpa pengadilan yang adil, negara memenjarakan Markam selama delapan tahun. Pemerintah menyita seluruh asetnya, mengambil alih perusahaannya, serta menghapus kepemilikan atas rumah, tanah, dan harta pribadinya tanpa kejelasan hukum.

Pada 1974, pemerintah membebaskan Teuku Markam. Namun, negara tidak memulihkan nama baiknya dan tidak mengembalikan hak-haknya. Markam menempuh berbagai jalur hukum untuk menuntut keadilan, tetapi semua upaya tersebut berakhir buntu. Hingga akhir hayatnya, negara tidak pernah mengakui kembali jasanya, termasuk kontribusi emas yang masih menghiasi puncak Monas.

Akhir Hidup dalam Kesenyapan

Teuku Markam meninggal dunia pada 1985. Negara tidak memberikan penghormatan resmi maupun rehabilitasi sejarah atas kontribusinya. Hingga kini, narasi resmi pembangunan Monas jarang menyebut namanya, meski perannya sangat besar dalam pembentukan simbol nasional tersebut.

Kisah Teuku Markam menunjukkan bagaimana kekuasaan dapat menggeser ingatan kolektif bangsa. Ia pernah menyumbangkan cahaya bagi ibu kota, tetapi sejarah membiarkan namanya meredup. Cerita ini juga menegaskan satu kenyataan pahit: pengorbanan untuk negara tidak selalu berujung pada keadilan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ALIANSI MAHASISWA PEDULI PERTAMBANGAN SULAWESI TENGGARA LAPORKAN INISIAL (NJMDN ALIAS JJ) DUGAAN PUNGUTAN JALAN HAULING DI WILAYAH IUP ANTAM POMALAA

    ALIANSI MAHASISWA PEDULI PERTAMBANGAN SULAWESI TENGGARA LAPORKAN INISIAL (NJMDN ALIAS JJ) DUGAAN PUNGUTAN JALAN HAULING DI WILAYAH IUP ANTAM POMALAA

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 143
    • 0Komentar

    KOLAKA, (kabaristana.com) – Aliansi Mahasiswa Peduli Pertambangan Sulawesi Tenggara melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) di jalan hauling dalam Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Antam Tbk Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Aliansi mengirim laporan itu kepada Kapolri melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri. Aliansi menduga PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK) memungut biaya dari armada pengangkut […]

  • tanker Pertamina Selat Hormuz dan aktivitas kapal minyak di Teluk Persia dengan peta jalur distribusi energi

    Dua Kapal Tanker Pertamina Terkendala Melintasi Selat Hormuz, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || 1 April 2026 – Dua kapal tanker milik Pertamina belum berhasil melintasi Selat Hormuz. Kondisi ini memicu perhatian publik karena kapal dari negara lain, termasuk Malaysia, tetap bisa melintas tanpa tarif tambahan. Perizinan jadi faktor utama Otoritas maritim di kawasan Teluk menerapkan aturan ketat. Setiap kapal harus memenuhi dokumen pelayaran, asuransi, dan […]

  • Orang tua dan istri Kapten Kapal Honour Ashari Samadikun menunjukkan foto-foto korban yang disandera perompak Somalia di kediaman mereka di Kabupaten Gowa.

    Pembajakan Kapal di Perairan Somalia: Tindakan Indonesia dalam Menanggulangi

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 292
    • 5Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}-Perompak membajak kapal Honour 25 di perairan Somalia pada 21 April 2026. Kejadian ini menambah daftar panjang peristiwa serupa di wilayah tersebut. Pembajakan kapal di perairan Somalia terus menjadi ancaman yang mengganggu keamanan pelaut dan perdagangan internasional. Para perompak semakin berani dan meningkatkan risiko bagi semua yang berlayar di kawasan tersebut. Komunikasi Terakhir dengan […]

  • kecelakaan bus Transjakarta di Jakarta Selatan

    Bus Transjakarta Koridor 13 Tabrakan di Jaksel, 23 Penumpang Luka Ringan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 187
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com — Dua unit bus Transjakarta Koridor 13 terlibat kecelakaan di Jalan Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan, Senin pagi. Insiden tersebut menyebabkan 23 penumpang mengalami luka ringan. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, mengatakan petugas segera mengevakuasi seluruh korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. “Petugas mendata […]

  • pembatasan kapal Selat Hormuz kapal tanker melintas pasca gencatan senjata AS Iran di perairan Oman

    Iran Atur Ketat Lintasan Kapal di Selat Hormuz, Tarif Transit Capai Rp34 Miliar per Tanker

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 212
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Iran menerapkan pembatasan kapal Selat Hormuz dengan membatasi jumlah kapal yang melintas menjadi sekitar 12 unit per hari. Selain itu, Iran menetapkan tarif transit hingga 2 juta dolar AS atau sekitar Rp34,2 miliar untuk satu kapal tanker besar. Kebijakan ini langsung menarik perhatian pelaku industri energi, pelayaran, dan logistik internasional karena berpotensi […]

  • Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri membuka IFBC 2026 Bandung di Sudirman Grand Ballroom.

    IFBC 2026 Bandung Dorong Pembukaan Lapangan Kerja Baru

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)– Pameran Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026 di Bandung menjadi momentum penting untuk mendorong lahirnya wirausaha baru sekaligus memperluas lapangan kerja di Indonesia. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan sektor kewirausahaan memiliki peran besar dalam memperkuat ekonomi nasional. Karena itu, pameran bisnis seperti IFBC dapat membuka akses masyarakat terhadap […]

expand_less