Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukrim » Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Mencuat, Yayasan IAI Rawa Aopa Terancam Sanksi Administratif hingga Pencabutan Izin

Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Mencuat, Yayasan IAI Rawa Aopa Terancam Sanksi Administratif hingga Pencabutan Izin

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KONSEL, (Kabaristana.com) || Dugaan kekerasan seksual di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa kini menyeret tanggung jawab lembaga. Kasus ini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga membuka potensi sanksi bagi yayasan sebagai pengelola.

Korban hingga kini belum mendapat pendampingan hukum dan pemulihan psikologis yang layak. Kondisi ini menunjukkan lemahnya perlindungan dari pihak kampus.

Korban Belum Mendapat Perlindungan

Pihak kampus belum memberikan layanan yang memadai kepada korban. Padahal, institusi pendidikan wajib menjamin ruang aman bagi seluruh civitas akademika.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual menegaskan hak korban atas perlindungan, penanganan, dan pemulihan. Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022 juga mewajibkan kampus dan yayasan bertindak cepat, memberi pendampingan, serta mencegah kasus berulang.

Ancaman Sanksi untuk Kampus

Kampus yang mengabaikan kasus kekerasan seksual dapat menerima sanksi administratif. Sanksi tersebut meliputi teguran tertulis, pembatasan kegiatan akademik, hingga pengurangan kuota mahasiswa.

Dalam kasus yang lebih berat, pemerintah dapat membekukan izin operasional atau mencabut akreditasi kampus. Aturan ini merujuk pada Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 dan PMA Nomor 73 Tahun 2022.

Sorotan terhadap Peran Yayasan

Direktur Eksekutif Lembaga Intelektual Demokrasi Indonesia Sulawesi Tenggara, Robby Anggara, menilai yayasan belum menunjukkan langkah nyata.

“Jika yayasan tidak memberi perlindungan, itu bukan sekadar kelalaian. Sikap itu bisa dianggap sebagai pembiaran,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kampus wajib membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Kegagalan menjalankan kewajiban ini termasuk pelanggaran serius.

Pentingnya Penanganan Transparan

Kasus ini menambah daftar kekerasan seksual di lingkungan kampus. Penanganan yang transparan dan berpihak pada korban menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.

Kampus juga perlu memastikan tidak ada ruang bagi praktik kekerasan di lingkungan akademik.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TPPU emas ilegal Nganjuk, penyidik Bareskrim membawa barang bukti emas

    Polisi Periksa Empat Karyawan Toko Emas di Nganjuk Terkait Dugaan TPPU

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 124
    • 0Komentar

    JAWA TIMUR, Kabaristana.com| Tim Bareskrim Polri memeriksa empat karyawan sebuah toko emas di Kabupaten Nganjuk. Polisi melakukan pemeriksaan itu setelah menyelesaikan penggeledahan terkait penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil penambangan emas tanpa izin. Koordinator Pasar Wage Nganjuk, Mulyadi, menyampaikan bahwa petugas meminta keterangan seluruh karyawan yang berada di dalam toko. Selain itu, polisi juga […]

  • Ahmad Muzani menghadiri LKBB MPR RI tingkat Provinsi Sulawesi Utara di Manado untuk memperkuat nasionalisme generasi muda Indonesia.

    “LKBB MPR RI Perkuat Nasionalisme Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045”

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 46
    • 2Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – LKBB MPR RI menjadi salah satu upaya memperkuat rasa cinta tanah air dan nasionalisme generasi muda Indonesia. Melalui kegiatan baris-berbaris dan pengibaran bendera, MPR RI membentuk karakter pelajar yang disiplin, tertib, dan memiliki semangat kebangsaan kuat. Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menguji kemampuan fisik peserta. Kegiatan itu […]

  • Dugaan KKN proyek RSUD Konsel

    Kejati Sultra Diminta Usut Kasus KKN Pada Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap di RSUD Konsel, Kontraktor Diduga Kerabat Dekat Bupati.

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Konsel, (kabaristana.com) – Praktik kasus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Kab. Konawe Selatan kembali mencuat. Kali ini, publik tengah mengarahkan pandangan ke proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap KRIS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kab. Konawe Selatan. Pasalnya, proyek dengan anggaran Rp. 5 Miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025 tersebut dinilai […]

  • Wakil Ketua Komisi III DPR memimpin rapat pendidikan Polri berbasis HAM di DPR RI

    Komisi III DPR Tekankan Pendidikan Polri Berbasis HAM untuk Wujudkan Polisi Profesional

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 155
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Komisi III DPR RI menegaskan pentingnya pendidikan kepolisian yang menghormati nilai Hak Asasi Manusia (HAM). Wakil Ketua Komisi III, Dede Indra Permana, menyatakan kurikulum Polri harus membentuk aparat profesional dan berintegritas. Dede menilai Lemdiklat Polri memegang peran kunci dalam membentuk kualitas SDM Polri. Karena itu, Polri perlu memulai transformasi menuju konsep Presisi […]

  • Peresmian pembangunan RS Muhammadiyah Lombok oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti di Lombok Timur NTB.

    RS Muhammadiyah Lombok Siap Beroperasi 2026

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)— RS Muhammadiyah Lombok terus memasuki tahap pengembangan untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di Nusa Tenggara Barat. Kehadiran rumah sakit tersebut diharapkan membantu warga memperoleh layanan medis yang lebih cepat dan terjangkau. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menegaskan pembangunan rumah sakit itu menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam bidang kesehatan dan sosial. Selain […]

  • Anton Timbang putra daerah Sulawesi Tenggara bantu ratusan mahasiswa Sultra dan dukung fasilitas asrama mahasiswa di Jakarta

    Putra Daerah Dinilai Berkontribusi untuk Sultra, Mahasiswa Soroti Dukungan Nyata AT terhadap Generasi Muda

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Kendari, (Kabaristana.com) — Kontribusi putra daerah dalam pembangunan Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Salah satu tokoh yang mendapat sorotan adalah Anton Timbang. Banyak pihak menilai ia berperan aktif dalam mendorong kemajuan daerah, terutama melalui dukungan kepada generasi muda. Peran Nyata dalam Mendukung Mahasiswa Mahasiswa bernama Arin Fahrul menilai keterlibatan Anton […]

expand_less