Ketahanan Energi China Diperkuat di Tengah Konflik AS-Iran
- account_circle Retanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

FOTO : Ilustrasi penguatan ketahanan energi China melalui peningkatan produksi domestik, cadangan strategis, dan distribusi minyak di tengah konflik global.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
akarta — Ketahanan energi China kembali menjadi sorotan setelah pemerintah mengambil langkah strategis untuk menghadapi dampak konflik geopolitik global. Pemerintah China kini mempercepat diversifikasi impor energi sekaligus meningkatkan cadangan nasional.
Wakil Ketua National Development and Reform Commission (NDRC), Wang Changlin, menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan penguatan cadangan energi. Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Beijing sebagai respons terhadap potensi krisis energi global.
Menurut Wang, pemerintah berhasil menjaga stabilitas pasar energi domestik melalui intervensi aktif. Pemerintah mengontrol pasokan minyak dan meredam lonjakan harga internasional agar tidak berdampak besar pada masyarakat.
Konflik di Iran memicu gangguan serius terhadap distribusi energi dunia. Penutupan Selat Hormuz—jalur vital yang mengalirkan sekitar 20% minyak global—menahan banyak kapal tanker dan meningkatkan tekanan pada pasar energi internasional.
Sebagai negara importir minyak terbesar, China segera menyesuaikan kebijakan energi. Pemerintah mengatur harga bahan bakar secara berkala, namun tetap menahan kenaikan agar tidak membebani masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat ketahanan energi China melalui peningkatan produksi domestik. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor serta memperkuat kemandirian energi nasional.
Data terbaru menunjukkan produksi minyak China terus meningkat. Pada tahun sebelumnya, produksi mencapai sekitar 4,3 juta barel per hari. Memasuki awal 2026, produksi bahkan mencatat rekor baru sebesar 4,44 juta barel per hari.
Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat ketahanan energi China dengan memperluas cadangan strategis dan meningkatkan efisiensi sistem distribusi nasional. Strategi ini menjadi langkah penting untuk menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
- Penulis: Retanto
- Editor: wilda

Saat ini belum ada komentar