Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » MEMPERKUAT IDEALISME MAHASISWA MELALUI NILAI-NILAI PANCASILA

MEMPERKUAT IDEALISME MAHASISWA MELALUI NILAI-NILAI PANCASILA

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 191
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabaristana.com – Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi momentum penting bagi mahasiswa Indonesia. Momentum ini mengingatkan mahasiswa untuk meneguhkan peran sebagai agen perubahan, agen kontrol sosial, dan penjaga nilai kebangsaan. Pancasila bukan sekadar dasar negara. Pancasila juga menjadi kompas moral bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.

Mahasiswa Jangan Kehilangan Arah

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sumatera Utara, Mahdayan Tanjung, menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh kehilangan arah di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.

Menurutnya, kemajuan zaman harus berjalan seiring dengan penguatan karakter, integritas, dan kepedulian sosial.

“Hari ini kita menyaksikan berbagai persoalan yang mengancam masa depan bangsa. Degradasi moral, penyalahgunaan teknologi digital, rendahnya kepedulian sosial, hingga melemahnya semangat persatuan menjadi tantangan serius. Karena itu, mahasiswa harus menjadikan Pancasila sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bertindak,” ujar Mahdayan.

Menjaga Nilai-Nilai Pancasila

Mahdayan mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nilai keadilan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan kesejahteraan sosial.

Ia menilai kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat menuntut ilmu. Kampus juga harus menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat.

Mahasiswa perlu berani menyuarakan kebenaran. Mahasiswa juga harus mengawal kebijakan publik dan hadir di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut penting untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Menurut Mahdayan, sikap kritis harus tetap terjaga. Namun, mahasiswa perlu menyampaikannya secara intelektual, objektif, dan bertanggung jawab.

Hindari Sikap Apatis

Mahdayan mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam sikap apatis dan individualis. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

“Jangan sampai mahasiswa terjebak dalam sikap apatis dan individualis. Semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat harus tetap menjadi identitas gerakan mahasiswa Indonesia,” tegasnya.

Perkuat Semangat Kebangsaan

PW HIMMAH Sumatera Utara mengajak seluruh mahasiswa menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat semangat kebangsaan. Selain itu, mahasiswa perlu mempererat persatuan dan meningkatkan kualitas diri.

Mahasiswa harus mampu bersaing di tingkat global. Namun, mereka juga harus tetap menjaga jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Mahdayan menegaskan bahwa mahasiswa harus mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mereka dapat mewujudkannya melalui prestasi, pengabdian kepada masyarakat, kepedulian terhadap sesama, dan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mahasiswa yang berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila akan menjadi generasi yang cerdas, kritis, berintegritas, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil dan bermartabat,” pungkasnya.

Oleh: Mahdayan Tanjung
Wakil Ketua PW HIMMAH Sumatera Utara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan kritis di sekolah Indonesia masih lemah, terlihat dari suasana ruang kelas yang menekankan kepatuhan dan kelulusan dibandingkan kemampuan berpikir kritis siswa.

    Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 583
    • 3Komentar

    Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir, Artinya: sekolah menekankan kelulusan dan kepatuhan, sementara kemampuan berpikir kritis dan mandiri kurang dibangun. Jakarta, kabaristana.com | Pendidikan kritis di sekolah Indonesia belum menjadi fondasi utama pembelajaran, karena sistem pendidikan masih lebih menekankan kelulusan dan kepatuhan dibandingkan kemampuan berpikir mandiri dan reflektif. Ruang Kelas yang Menuntut Kepatuhan Di […]

  • Copot Kapolres Konawe Utara menjadi tuntutan massa dalam aksi di Mabes Polri Jakarta

    Aksi Jilid 2 Corak-Sultra Kembali Desak Kapolri: Copot Kapolres dan Kasatreskrim Konawe utara

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 218
    • 1Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com – Corong Aspirasi Rakyat Sultra (CORAK) bersama Aliansi Pemuda Peduli Pertambangan Nusantara kembali menggelar “Seruan Aksi Jilid 2” untuk menyoroti kondisi penegakan hukum di Kabupaten Konawe Utara. Kedua organisasi tersebut menjadwalkan aksi di Mabes Polri pada Senin, 25 Mei 2026. Mereka mendesak Kapolri melalui Propam Polri untuk mencopot Kapolres dan Kasatreskrim Konawe Utara […]

  • Aktivitas tambang nikel Konawe Utara menggunakan alat bera

    PT Paramitha Persada Tama Diduga Garap Nikel di Luar Wilayah IUP: PPM Hilang Jejak

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 491
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Dugaan penambangan nikel di luar wilayah izin usaha pertambangan kembali mencuat di Kabupaten Konawe Utara. Aktivitas tersebut berisiko merusak lingkungan dan menimbulkan masalah sosial bagi masyarakat di sekitar area tambang. Isu ini mengemuka saat pemerintah meningkatkan pengawasan sektor pertambangan nikel. Konawe Utara menjadi wilayah strategis karena kontribusinya terhadap pasokan nikel nasional, sekaligus […]

  • Rano Karno menyampaikan usulan Revisi Perda Pajak DKI dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta.

    Revisi Perda Pajak DKI untuk Dorong Ekonomi Jakarta

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Revisi Perda Pajak DKI menjadi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyesuaikan aturan perpajakan daerah. Langkah ini menjawab perkembangan regulasi, kebutuhan masyarakat, dan kondisi ekonomi. Karena itu, pemerintah berharap perubahan tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan pelayanan publik. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan usulan itu dalam Rapat Paripurna DPRD […]

  • Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen terkait isu Greenland target AS

    Greenland Khawatir Jadi Target AS, PM Tegaskan Wilayah Tak Akan Dijual

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 261
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen, menyatakan kekhawatiran bahwa Amerika Serikat dapat menjadikan wilayahnya sebagai target berikutnya di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global. Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump kembali menyampaikan keinginannya untuk menguasai Greenland karena alasan strategis. Nielsen menjelaskan bahwa kekhawatiran tersebut kini dirasakan langsung oleh masyarakat. Warga mulai […]

  • penolakan pilkada tidak langsung tercermin dari aspirasi publik dalam pilkada

    Suara Masyarakat Minta Pilkada Tetap Dipilih Langsung, Elite Jangan Tunggu Didemo

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 536
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Publik secara tegas menolak wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada). Masyarakat menolak rencana mengalihkan Pilkada dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan oleh DPRD. Sejumlah lembaga survei nasional mencatat sikap publik yang konsisten mempertahankan Pilkada langsung. Survei yang dirilis Litbang Kompas, LSI Denny JA, dan Populi Center menunjukkan hasil seragam. Mayoritas responden […]

expand_less