Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Keadilan Kolaka Utara Dorong Evaluasi Tata Kelola Pertambangan PT Riota Jaya Lestari

Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Keadilan Kolaka Utara Dorong Evaluasi Tata Kelola Pertambangan PT Riota Jaya Lestari

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • visibility 402
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com) — Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Keadilan Kolaka Utara menggelar aksi demonstrasi pada Senin, 3 Agustus 2026.

Aliansi juga melayangkan laporan resmi kepada Kementerian ESDM RI, Kementerian ATR/BPN RI, dan Kementerian Kehutanan RI.

Mereka meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret terkait berbagai persoalan yang berkembang di sekitar aktivitas pertambangan PT Riota Jaya Lestari (RJL).

Aliansi Soroti Persoalan Pertanahan

Aliansi menilai persoalan pertanahan tidak boleh mengabaikan keberadaan tanaman produktif milik masyarakat.

Tanaman tersebut telah menjadi sumber penghidupan warga selama bertahun-tahun.

Karena itu, pemerintah perlu memperhatikan hak masyarakat dalam setiap proses penyelesaian sengketa.

Aliansi juga meminta pemerintah memastikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

Menurut mereka, pemanfaatan sumber daya alam harus tetap melindungi hak masyarakat dan aset produktif warga.

Minta Aktivitas Tambang Beri Manfaat

Aliansi menilai perusahaan pertambangan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Manfaat tersebut dapat berupa peningkatan kesejahteraan dan perekonomian daerah.

Selain itu, perusahaan perlu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan pemerintah.

Namun, Aliansi menilai pemerintah perlu mengevaluasi kondisi apabila aktivitas pertambangan justru memicu konflik sosial.

Perselisihan pertanahan juga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Mereka meminta pemerintah menyelesaikan setiap persoalan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

Aliansi menyebut prinsip tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020.

Undang-undang itu mengubah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Menurut Aliansi, aturan tersebut menempatkan manfaat ekonomi dan sosial sebagai bagian penting dalam pengelolaan mineral dan batubara.

Pengelolaan sumber daya alam juga harus memperhatikan kepentingan masyarakat.

Selain itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Aturan tersebut mengatur pelaksanaan kaidah pertambangan yang baik atau good mining practice.

Aspek sosial, lingkungan, dan kepentingan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam kegiatan pertambangan.

Dorong Penyelesaian Konflik Agraria

Aliansi juga mengaitkan persoalan tersebut dengan kebijakan reforma agraria.

Mereka merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria.

Menurut Aliansi, kebijakan itu mendorong penyelesaian konflik agraria dan pemberian kepastian hukum atas penguasaan tanah.

Kebijakan tersebut juga menekankan perlindungan terhadap hak masyarakat.

Karena itu, Aliansi meminta pemerintah menempatkan kepentingan masyarakat dalam proses penyelesaian persoalan pertanahan.

Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Keadilan Kolaka Utara menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui jalur konstitusional.

Mereka mendorong pemerintah membuka informasi terkait tata kelola pertambangan.

Aliansi juga meminta penyelesaian sengketa pertanahan berjalan secara objektif.

Selain itu, mereka mendesak aparat penegak hukum menjalankan tugas secara profesional sesuai aturan.

Aliansi berharap langkah pemerintah dapat memberikan kepastian hukum.

Mereka juga berharap penyelesaian persoalan tersebut mampu menjaga stabilitas sosial di wilayah Kolaka Utara.

Pada akhirnya, Aliansi meminta pengelolaan sumber daya alam tetap mengacu pada amanat Pasal 33 ayat (3) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Ketentuan tersebut menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo peringatkan pimpinan BUMN saat meresmikan RDMP Balikpapan

    Prabowo Peringatkan Petinggi BUMN: Kalau Tak Sanggup Mengabdi, Berhenti Saja

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 410
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Prabowo peringatkan pimpinan BUMN agar menjalankan tugas secara profesional, jujur, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Presiden menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara merupakan instrumen strategis negara yang mengelola aset publik dan sumber daya vital nasional. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan peringatan tersebut saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan […]

  • Kampanye 50 In 5 untuk memperkuat layanan digital Indonesia

    Indonesia Gabung Kampanye Global 50-in-5, Perkuat Layanan Publik Digital Berbasis Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 179
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah Indonesia resmi bergabung dalam Kampanye Global 50-in-5. Langkah ini bertujuan mempercepat pembangunan Digital Public Infrastructure (DPI) yang aman, inklusif, dan terintegrasi. Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan transformasi digital harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan transformasi tidak diukur dari banyaknya aplikasi yang dibuat. Keberhasilan terlihat dari kemudahan yang dirasakan masyarakat saat […]

  • Seragam Dilepas, Pengabdian Tak Berakhir: Ipda Hipni Pamit Setelah 37 Tahun Berdinas

    Seragam Dilepas, Pengabdian Tak Berakhir: Ipda Hipni Pamit Setelah 37 Tahun Berdinas

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Kayuagung, (kabaristana.com) — Bukan plakat, bukan pula bingkisan. Sepasang kambing menjadi cenderamata yang diberikan Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI) AKBP Eko Rubiyanto kepada Ipda Hipni dalam apel pelepasan purna bakti, Senin, 31 Agustus 2026. Momen tersebut berlangsung dalam suasana haru dan penuh kekeluargaan. Setelah 37 tahun mengenakan seragam Polri, Ipda Hipni resmi mengakhiri masa tugasnya […]

  • Aksi demonstrasi HP21N dan IMPH menuntut pemeriksaan serta pencopotan Kepala Bea Cukai Kendari di Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Pusat, Jakarta.

    Kepala Bea Cukai Kendari Didemo, Massa Desak Pemeriksaan dan Pencopotan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Himpunan Pemuda 21 Nusantara (HP21N) bersama Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta, Selasa (14/7/2026). Mereka mendesak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai segera mencopot serta memeriksa Kepala Bea Cukai Kendari. Massa aksi membawa tema “Copot dan Periksa Kepala Bea Cukai Kendari”. Mereka menyampaikan tuntutan secara langsung kepada Direktorat […]

  • kekerasan anak daycare ilustrasi pengasuh dan anak

    Kasus Kekerasan Anak Daycare Little Aresha, Sahroni Desak Polisi Usut Tuntas

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 357
    • 3Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Ahmad Sahroni mendesak Polda DI Yogyakarta untuk segera mengusut kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa aparat harus menangkap dan memproses seluruh pihak yang terlibat. Sahroni menilai tindakan tersebut sebagai kejahatan serius yang tidak bisa ditoleransi. Ia meminta polisi memberikan perhatian penuh dan […]

  • Proses Gugatan Pencalonan Gibran, LAPD Pertanyakan Batas Kewenangan MK

    Proses Gugatan Pencalonan Gibran, LAPD Pertanyakan Batas Kewenangan MK

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Jakarta, (KABARISTANA.COM) RMOL. Diprosesnya gugatan atau Permohonan pakar hukum tata negara, Denny Indrayana terkait pencalonan Gibran Rakabuming Raka ke Mahkamah Konstitusi (MK), dipertanyakan Lembaga Advokasi Pembangunan dan Demokrasi (LAPD). Founder LAPD, Kaka Suminta menilai, permohonan Denny yang telah disidangkan perdana oleh MK kemarin, Senin, 21 September 2026, dengan agenda Pemeriksaan Pendahuluan Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, didasari […]

expand_less