Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » pendidikan » Aksi Jilid II, KPIT Desak Kemendiksaintek Hapus Desil dari Syarat KIP Kuliah

Aksi Jilid II, KPIT Desak Kemendiksaintek Hapus Desil dari Syarat KIP Kuliah

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • visibility 345
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com) — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Indonesia Timur (KPIT) menggelar demonstrasi Jilid II. Aksi berlangsung di depan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek), Senin, 24 Agustus 2026.

Massa meminta pemerintah menghapus desil sebagai salah satu syarat penerimaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa baru.

KPIT Soroti Penggunaan Desil

KPIT menilai penggunaan desil dalam seleksi KIP Kuliah masih menimbulkan persoalan. Mereka menyoroti mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 5–6.

Menurut KPIT, kondisi tersebut dapat menghambat mahasiswa mendapatkan bantuan pendidikan. Padahal, mereka berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.

Penanggung jawab aksi, Edrian Saputra, meminta Kemendiksaintek segera mengevaluasi aturan tersebut.

“Kami mendesak Kementerian Pendidikan agar secepatnya menghapus desil dalam persyaratan penerimaan KIP terhadap mahasiswa baru,” tegas Edrian.

Kondisi Ekonomi Keluarga Mahasiswa

KPIT menyebut pekerjaan orang tua mahasiswa cukup beragam. Sebagian bekerja sebagai petani, tukang, dan pekerja harian.

Mereka juga mengklaim terdapat keluarga mahasiswa yang tidak pernah menerima bantuan sosial. Namun, data mereka tetap masuk kategori desil 5–6.

Karena itu, KPIT mempertanyakan ketepatan penggunaan data desil. Mereka meminta pemerintah melihat kondisi ekonomi keluarga secara lebih menyeluruh.

“Adik-adik kami tidak meminta apa pun selain desil harus secepatnya dihapus dari persyaratan penerimaan KIP,” ujar Edrian.

Minta Evaluasi Mekanisme KIP Kuliah

Selain penghapusan desil, KPIT meminta pemerintah mengevaluasi mekanisme penentuan penerima KIP Kuliah.

Menurut mereka, pemerintah perlu memastikan mahasiswa yang benar-benar membutuhkan bantuan tetap mendapat kesempatan kuliah.

“Kami meminta pemerintah agar membuka ruang evaluasi terhadap mekanisme penentuan penerima KIP Kuliah,” katanya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut harus memberi kesempatan kepada mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Tuntutan KPIT

Dalam aksi Jilid II, KPIT kembali menyampaikan tuntutannya kepada Kemendiksaintek. Mereka meminta pemerintah menghapus atau mengevaluasi penggunaan desil dalam persyaratan KIP Kuliah.

KPIT berharap pemerintah segera mencari solusi atas persoalan tersebut. Mereka menilai klasifikasi desil tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan penerima bantuan pendidikan.

Dengan evaluasi tersebut, KPIT berharap mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki peluang memperoleh KIP Kuliah.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Kemendiksaintek terkait tuntutan KPIT dalam aksi tersebut.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo berantas korupsi saat menghadiri pengukuhan pengurus MUI di Masjid Istiqlal Jakarta

    Prabowo Kutip QS Ar-Ra’d:11, Tekankan Komitmen Berantas Korupsi dan Perbaiki Tata Kelola Negara

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 321
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Prabowo berantas korupsi kembali menjadi penegasan Presiden Prabowo Subianto. Pada saat yang sama, publik terus menyoroti integritas pejabat negara yang dinilai masih lemah. Karena itu, Presiden mendorong pemerintah bersikap tegas terhadap praktik korupsi yang merusak kepercayaan masyarakat. Seiring meningkatnya ekspektasi publik, isu ini menjadi penting pada awal pemerintahan baru. Selain itu, konsistensi […]

  • Prabowo peringatkan pimpinan BUMN saat meresmikan RDMP Balikpapan

    Prabowo Peringatkan Petinggi BUMN: Kalau Tak Sanggup Mengabdi, Berhenti Saja

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 410
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Prabowo peringatkan pimpinan BUMN agar menjalankan tugas secara profesional, jujur, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Presiden menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara merupakan instrumen strategis negara yang mengelola aset publik dan sumber daya vital nasional. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan peringatan tersebut saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan […]

  • timnas hoki Indonesia Oman kualifikasi Asian Games 2026 Bangkok

    Indonesia Tumbang 1-4 dari Oman, Evaluasi Jadi Kunci Laga Berikutnya di Kualifikasi Asian Games 2026

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 255
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Timnas hoki Indonesia Oman menjadi perhatian dalam kualifikasi Asian Games 2026 setelah Indonesia kalah 1-4 dari Oman. Hasil ini mendorong tim untuk segera melakukan evaluasi demi menjaga peluang lolos dari fase grup. Jalannya Pertandingan Indonesia membuka laga dengan permainan agresif. Serangan cepat dari lini depan membuahkan hasil ketika Aulia Akbar Al Ardh […]

  • Ritual Kaharingan Ma'anyan di Desa Rampa Mea, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.

    Ritual kaharingan Dayak ma’anyan hubungan antara manusia dengan alam pemalasan kampung bahasa adat nya orang suku Dayak maanyan.

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Usupriyadi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    BARITO SELATAN, Kabaristana.com – Warga Desa Rampa Mea, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, menggelar ritual adat Hindu Kaharingan khas Suku Dayak Maanyan pada Minggu (2/8/2026). Masyarakat menjaga tradisi ini secara turun-temurun. Mereka menjadikannya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan alam semesta. Ritual itu juga menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan. Mantir Adat Hindu Kaharingan, Sunandi […]

  • nelayan pesisir Lombok Barat dalam konteks edukasi nelayan cegah ilegal

    KKP dan Australia Edukasi Nelayan Cegah Penangkapan Ilegal

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Australia Fisheries Management Authority (AFMA) mengedukasi masyarakat pesisir di Buton dan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Program ini bertujuan mencegah nelayan Indonesia menangkap ikan secara ilegal di perairan Australia. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengatakan program ini menyasar nelayan, keluarga nelayan, pemilik kapal, dan […]

  • Sufmi Dasco Ahmad diwawancarai wartawan di kompleks parlemen Jakarta terkait RUU PPRT

    DPR Buka Ruang Publik Lebar untuk RUU PPRT, Target Rampung Usai Ramadhan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 231
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com | Pembahasan RUU PPRT kembali menjadi perhatian publik. DPR RI membuka ruang partisipasi masyarakat secara luas untuk memastikan regulasi ini memberi perlindungan nyata bagi pekerja rumah tangga, khususnya di sektor informal. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terus menyerap masukan publik dalam proses pembahasan aturan tersebut. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan […]

expand_less