Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Bareskrim Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Keterangan Palsu Akta PT BBDM

Bareskrim Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Keterangan Palsu Akta PT BBDM

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Dittipter Bareskrim Polri menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan keterangan palsu pada akta autentik PT BBDM.

Keduanya terjerat dugaan pelanggaran Pasal 266 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Penetapan itu tercantum dalam surat Dittipter Bareskrim Polri Nomor B/691/IX/RES.5.5./2026/Tipidter. Surat tersebut terbit pada 7 September 2026.

Perkara itu terjadi di wilayah Kota Surabaya, Jawa Timur. Penyidik kemudian melakukan pemeriksaan dan gelar perkara.

Dalam proses tersebut, penyidik mengantongi sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah. Berdasarkan alat bukti itu, penyidik menetapkan dua orang sebagai tersangka.

Kedua tersangka tersebut ialah Yory Yusran dan Joemmy Riesianti Nandrini.

Yory Yusran merupakan warga negara Indonesia yang lahir di Ujung Pandang pada 3 September 1987. Sementara itu, Joemmy Riesianti Nandrini lahir di Bondowoso pada 2 April 1969.

Kasus ini berkaitan dengan dugaan perbuatan menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik. Pasal 266 KUHP mengatur ketentuan mengenai perbuatan tersebut.

Selain itu, penyidik mengaitkan perkara tersebut dengan Pasal 55 ayat (1) KUHP. Ketentuan itu berkaitan dengan pihak yang turut melakukan tindak pidana.

Selanjutnya, Dittipter Bareskrim Polri menyampaikan pemberitahuan penetapan tersangka kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung.

Langkah tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan. Penyidik selanjutnya akan menyelesaikan tahapan penanganan perkara sesuai ketentuan hukum.

Jika penyidik menyatakan berkas perkara lengkap, proses hukum dapat berlanjut ke tahap berikutnya. Kejaksaan kemudian akan menangani perkara sesuai kewenangannya.

Namun, surat tersebut belum menjelaskan konstruksi perkara secara rinci. Penyidik juga belum memaparkan bentuk keterangan yang diduga palsu.

Selain itu, surat tersebut belum menguraikan peran masing-masing tersangka secara detail. Karena itu, informasi mengenai dugaan perbuatan kedua tersangka masih menunggu penjelasan resmi dari penyidik.

Proses hukum terhadap perkara tersebut tetap berjalan. Para pihak juga tetap memiliki hak untuk memperoleh proses hukum yang adil sesuai ketentuan perundang-undangan.

(KABARISTANA.COM)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • emisi Jepang 2024 dari industri, pembangkit listrik, hutan penyerap karbon, dan polusi udara di Tokyo

    Target Iklim Jepang Tersendat, Laju Penurunan Emisi Melambat di 2024

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Tokyo, (Kabaristana.com) — Emisi Jepang 2024 terus menurun, tetapi lajunya melambat. Pemerintah Jepang belum mencapai target tahunan meski sudah menjalankan berbagai kebijakan. Kementerian Lingkungan Hidup Jepang mencatat emisi bersih mencapai 994 juta ton hingga Maret 2025. Angka ini turun 28,7 persen dari level tahun fiskal 2013. Untuk pertama kalinya, total emisi turun di bawah 1 miliar […]

  • Ancaman Trump ke Iran saat Donald Trump berbicara kepada pers di Washington DC

    Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran Jika Tolak Kesepakatan AS

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 234
    • 2Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Ancaman Trump ke Iran kembali menjadi sorotan setelah Donald Trump menyampaikan peringatan keras kepada Iran. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat siap mengambil langkah tegas jika Teheran menolak kesepakatan yang diajukan Washington. Melalui Truth Social, Trump menyebut proposal tersebut sebagai kesepakatan yang adil. Namun, ia juga mengingatkan bahwa penolakan dapat berujung pada serangan […]

  • bantuan gempa Flores Timur oleh relawan Baznas di dapur umum

    Baznas Kirim 800 Porsi Makanan untuk Korban Gempa Flores Timur, Fokus Penuhi Kebutuhan Darurat

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan 800 porsi makanan kepada warga terdampak gempa bumi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, untuk memenuhi kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat. Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) langsung turun ke lokasi dan membagikan makanan kepada para penyintas. Tim juga mendirikan dapur umum di titik pengungsian, […]

  • PP GPA Desak Kapolda Bali usut tuntas kasus main hakim sendiri di Baturiti

    PP GPA Desak Kapolda Bali dan Kapolres Tabanan Usut Tuntas Kasus Main Hakim Sendiri di Baturiti

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 140
    • 0Komentar

    TABANAN, Kabaristana.com — Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) mengecam aksi main hakim sendiri yang menewaskan seorang pria berinisial KD di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (24/7/2026) dini hari. Ketua Umum PP GPA, Aminullah Siagian, meminta Polda Bali dan Polres Tabanan segera menangkap seluruh pelaku pengeroyokan. […]

  • Barang bukti penyalahgunaan vape untuk peredaran narkoba berupa perangkat vape, e-liquid, ponsel, dan alat pendukung yang diamankan petugas.

    APVI Dukung Langkah Tegas Pemerintah Berantas Penyalahgunaan Vape untuk Peredaran Narkoba

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) mendukung langkah pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan vape untuk peredaran narkoba. Organisasi itu menegaskan bahwa pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. Ketua Umum APVI, Budiyanto, menilai tindakan oknum tersebut merupakan kejahatan pidana. Ia menegaskan aparat harus menindak pelaku tanpa kompromi. APVI Minta Jangan Samakan Industri Legal […]

  • Padepokan Padhang Ati di Kabupaten Pekalongan

    Kemenag Tegaskan Padepokan Padhang Ati Bukan Pesantren, Kasus Dugaan Cabul Ditangani Polisi

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 211
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menegaskan lembaga yang dipimpin terduga pelaku pencabulan di Pekalongan bukan pondok pesantren. Sebaliknya, lembaga itu merupakan padepokan bernama Padepokan Padhang Ati. Basnang mengatakan Kementerian Agama telah memeriksa data Education Management Information System (EMIS). Dari hasil pemeriksaan itu, Kemenag tidak menemukan izin operasional maupun data pendaftaran lembaga […]

expand_less