Aksi Jilid V IPMKU Jakarta Dugaan Tambang Nikel Konawe Utara Disorot.
- account_circle Brian putra
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- visibility 197
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aksi Jilid V IPMKU-Jakarta Soroti aktivitas PT. KES dan PT MLP yang diduga bermasalah dalam aspek perizinan dan tata kelola produksi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (kabaristana.com) – Aksi IPMKU Jakarta dugaan tambang nikel Konawe Utara kembali digelar. Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Mahasiswa Konawe Utara–Jakarta turun ke jalan untuk mendesak penegakan hukum sektor tambang. pada Jumat (30/01/2026).
Massa aksi mendatangi kantor Kejaksaan Agung RI dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM-RI). Mereka juga menyuarakan tuntutan di sekitar kantor perusahaan (PT. KES) dan (PT. MLP) yang menjadi sorotan.
Dalam Aksi IPMKU Jakarta dugaan tambang nikel Konawe Utara, mahasiswa meminta Kejaksaan Agung memeriksa jajaran direksi PT. Kembar Emas Sultra (KES), dan PT. Makmur Lestari Primatama (MLP).
IPMKU menilai aktivitas produksi dan distribusi ore tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Mereka juga menyoroti dugaan penggunaan fasilitas jetty yang lokasinya berdekatan dengan wilayah izin usaha lain.
Menurut Massa, kondisi itu membuka celah distribusi ore yang tidak transparan. Karena itu, kami meminta aparat penegak hukum segera melakukan pendalaman.
Selain itu, Mereka juga, mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk tidak menerbitkan atau memperpanjang RKAB PT. Kembar emas sultra (KES), dan PT. Makmur Primatama Lestari (MLP), sebelum persoalan ini tuntas.
Lebih jauh lagi, IPMKU juga menyoroti dugaan pembukaan kawasan hutan untuk pembangunan jalan hauling. Aktivitas tersebut dinilai berdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar.
Penanggung jawab aksi, Pandi Bastian, menegaskan mahasiswa akan terus mengawal isu ini. Ia meminta negara hadir dan menegakkan aturan secara adil.
Koordinator lapangan, Egit Setiawan, menyatakan mahasiswa tidak akan berhenti pada satu aksi. Mereka berkomitmen menjaga tata kelola sumber daya alam yang transparan.
Hingga berita ini terbit, redaksi masih membuka ruang klarifikasi bagi perusahaan dan instansi terkait. Langkah itu penting untuk menjaga prinsip pemberitaan yang berimbang.
- Penulis: Brian putra
- Editor: Muh. Nur alim

Saat ini belum ada komentar