Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Kesejahteraan Guru Honorer Masih Terabaikan

Kesejahteraan Guru Honorer Masih Terabaikan

  • account_circle Porondosi
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 192
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, kabaristana.com -Isu kesejahteraan guru honorer kembali mencuat seiring pemerintah mengangkat SPPG menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kebijakan ini memang memberi kepastian bagi sebagian tenaga pendidik. Namun, kebijakan tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun tanpa kepastian status dan penghasilan layak. (05/02/2026).

Pengabdian Panjang yang Belum Mendapat Pengakuan

Guru honorer selama ini memegang peran penting dalam dunia pendidikan. Mereka mengajar di sekolah negeri maupun swasta, terutama di wilayah terpencil dan kekurangan tenaga pendidik. Dengan keterbatasan fasilitas dan honor minim, mereka tetap menjalankan tugas mengajar demi keberlangsungan pendidikan anak bangsa.

Banyak guru honorer harus mencari pekerjaan tambahan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Meski memiliki pengalaman panjang, sistem belum memberi ruang yang adil bagi mereka untuk memperoleh kesejahteraan yang layak.

Pengangkatan PPPK dan Ketimpangan Kebijakan

Pemerintah mengangkat SPPG menjadi PPPK sebagai bagian dari reformasi birokrasi pendidikan. Langkah ini patut mendapat apresiasi. Namun, kebijakan tersebut belum sepenuhnya berpihak kepada guru honorer senior. Sistem seleksi menuntut kemampuan administratif dan kesiapan teknis yang sering kali menyulitkan guru berusia lanjut.

Akibatnya, banyak guru honorer berpengalaman gagal memperoleh status PPPK. Kondisi ini memunculkan kesenjangan antara guru yang baru mendapat kepastian kerja dan guru lama yang tetap bertahan dengan kondisi serba terbatas.

Negara Harus Bertindak Lebih Tegas

Negara perlu mengambil peran lebih nyata untuk memperbaiki kesejahteraan guru honorer. Pemerintah dapat menyusun kebijakan afirmatif yang mengutamakan masa pengabdian, pengalaman mengajar, dan kontribusi nyata di lapangan. Selain itu, peningkatan honor serta jaminan sosial harus menjadi agenda utama.

Tanpa kebijakan yang adil dan berpihak, dunia pendidikan berisiko kehilangan guru-guru berpengalaman. Padahal, merekalah yang selama ini menjaga kualitas pendidikan di tingkat paling dasar.

  • Penulis: Porondosi
  • Editor: Brian putra

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sinkhole Situjuah Batua di area persawahan Limapuluh Kota

    Pemerintah Tegaskan Air Sinkhole di Limapuluh Kota Tidak Layak Konsumsi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 292
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota memantau langsung kawasan pertanian yang terdampak kemunculan sinkhole di Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua. Pemerintah melakukan langkah ini untuk memastikan keselamatan warga dan pengunjung yang datang ke lokasi. Tim gabungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait turun ke lapangan untuk mengidentifikasi potensi […]

  • Prabowo ke Iran redam eskalasi Timur Tengah lewat diplomasi internasional

    Prabowo Siap Jadi Mediator, Indonesia Tawarkan Dialog Redam Krisis Timur Tengah

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 106
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia memfasilitasi dialog untuk meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia menyatakan bersedia datang langsung ke Teheran jika para pihak menyetujui upaya mediasi tersebut. Pemerintah Indonesia menilai dialog tetap menjadi jalan utama untuk mengakhiri ketegangan. Indonesia mendorong seluruh pihak menahan diri dan mengutamakan diplomasi. Kemlu Soroti Gagalnya […]

  • padi pascabanjir Aceh ditanam petani

    Petani Aceh Utara Tanam Padi Pascabanjir Usai Rehabilitasi Sawah

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    jakarta, kabaristana.com | Padi pascabanjir Aceh kembali menghijau di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Petani mulai menanam padi setelah banjir merendam sawah mereka beberapa waktu lalu. Petani Desa Pinto Makmur mengolah kembali lahan yang sempat rusak akibat banjir. Pemerintah menyelesaikan rehabilitasi sawah sebelum musim tanam dimulai. Tim lapangan membersihkan lumpur, memperbaiki struktur tanah, dan […]

  • serangan Iran tidak menguntungkan kawasan

    Saudi Tegaskan Serangan Iran Tak Menguntungkan, Justru Picu Isolasi

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || 26 Maret 2026  Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, menegaskan bahwa serangan Iran ke negara-negara Timur Tengah tidak memberi keuntungan strategis bagi Teheran. Faisal menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menilai langkah tersebut justru memperburuk posisi Iran di tingkat global. Tekanan politik dan ekonomi terhadap […]

  • Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan program MBG bukan bisnis

    BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Bukan Ajang Bisnis

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 133
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan program bisnis. Pemerintah menjalankan program ini sebagai investasi sosial untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu. Berawal dari Kepedulian Presiden Prabowo Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan ide MBG muncul dari pengalaman Presiden […]

  • Khofifah perkuat demokrasi pers

    Khofifah Ajak Pers Perkuat Demokrasi dan Kedaulatan Bangsa

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 166
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Arus informasi digital yang semakin deras mendorong penyebaran hoaks, disinformasi, dan narasi sensasional. Akibatnya, publik kerap kesulitan membedakan fakta dan opini. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi dan kebijakan publik. Karena itu, Khofifah perkuat demokrasi pers dengan menegaskan pentingnya jurnalisme akurat dan berintegritas. Menurutnya, pers berperan memastikan […]

expand_less