Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Opini: Transparansi Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban: Mendesak Pengungkapan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andri Yunus

Opini: Transparansi Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban: Mendesak Pengungkapan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andri Yunus

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
  • visibility 318
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabaristana.com | Kasus penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andri Yunus, bukan sekadar tindak kriminal biasa. Peristiwa ini menunjukkan ancaman nyata terhadap kebebasan sipil dan kerja advokasi HAM di Indonesia. Serangan ini juga menimbulkan rasa takut di kalangan aktivis yang selama ini memperjuangkan keadilan.

Jika negara tidak menangani kasus ini secara serius, dampaknya bisa meluas. Aktivis lain berpotensi menghadapi ancaman serupa tanpa perlindungan yang memadai.

Negara Wajib Melindungi Warga

Negara memiliki kewajiban untuk melindungi setiap warga dari kekerasan. Pasal 28G ayat (1) UUD 1945 menjamin perlindungan diri, kehormatan, dan rasa aman. Selain itu, Pasal 28D ayat (1) menegaskan hak atas kepastian hukum yang adil.

Keterlambatan penanganan kasus ini menunjukkan lemahnya komitmen perlindungan tersebut. Negara harus hadir secara nyata, bukan hanya melalui aturan tertulis.

Hukum pidana Indonesia telah mengatur tindakan penganiayaan secara jelas. Pasal 351 hingga Pasal 354 KUHP memberi dasar kuat untuk menindak pelaku. Aparat penegak hukum harus segera bertindak cepat dan tegas.

Mereka tidak hanya perlu menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap pihak yang merencanakan atau memerintahkan tindakan tersebut.

Transparansi sebagai Ujian Kepercayaan Publik

Penanganan kasus ini tidak cukup hanya berjalan, tetapi juga harus terbuka. Transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Aparat harus menyampaikan perkembangan penyelidikan secara jelas dan berkala.

Jika aparat menutup informasi, publik akan curiga dan mempertanyakan integritas proses hukum.

Ketertutupan dapat memperkuat praktik impunitas. Selama ini, impunitas sering muncul dalam kasus kekerasan terhadap aktivis.

Jika pelaku tidak dihukum secara adil, maka kekerasan serupa akan terus berulang. Hal ini akan melemahkan supremasi hukum dan merusak rasa keadilan di masyarakat.

Serangan terhadap Demokrasi

Serangan terhadap Andri Yunus tidak hanya menyasar individu. Tindakan ini juga menyerang prinsip demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Deklarasi Pembela HAM PBB menegaskan bahwa setiap orang berhak memperjuangkan HAM tanpa rasa takut. Negara harus memastikan perlindungan tersebut berjalan efektif.

Aparat penegak hukum harus membuka proses penyelidikan secara transparan dan profesional. Mereka harus bekerja tanpa intervensi dan tanpa kompromi.

Jika negara gagal, kepercayaan publik akan runtuh. Ketika kepercayaan hilang, demokrasi ikut terancam.

Keadilan harus ditegakkan secara terbuka, agar masyarakat percaya bahwa hukum benar-benar berpihak pada kebenaran.

Oleh: Egit Setiawan

Sekjen PTKP HMI Cabang Pustara
Redaksi

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Bupati Cianjur terkaya pada era kolonial dengan gaya hidup mewah, kontras dengan penderitaan petani kopi dalam sistem tanam paksa di Jawa.

    Bupati Cianjur Terkaya pada Era Kolonial: Kemewahan Elite di Tengah Penderitaan Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 267
    • 1Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}-Kisah Bupati Cianjur terkaya pada masa kolonial menunjukkan ketimpangan tajam antara elite dan rakyat. Pada saat yang sama, daerah tampak makmur. Namun demikian, masyarakat justru menghadapi tekanan berat akibat sistem tanam paksa kopi. Gambaran Ketimpangan di Cianjur Pada awal abad ke-19, Cianjur berkembang menjadi pusat produksi kopi di Jawa. Selain itu, pemerintah kolonial mendorong […]

  • Personel Damkar membersihkan lumpur akibat banjir Kendari di rumah warga terdampak di Sulawesi Tenggara.

    Banjir Kendari Rendam Lima Kecamatan, Warga Minta Evakuasi

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Hujan deras yang mengguyur Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sejak Sabtu (16/5/2026) memicu banjir di sejumlah wilayah permukiman. Genangan air masuk ke rumah warga dan menghambat aktivitas masyarakat di beberapa kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari terus melakukan pendataan sambil membantu penanganan di lokasi terdampak. Petugas juga memantau perkembangan debit air […]

  • KPK dalami fee proyek Kemenhub dalam kasus korupsi DJKA

    KPK dalami fee proyek saat periksa eks direktur Kemenhub

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 140
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Penyidik memeriksa mantan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api sekaligus mantan Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub, Danto Restyawan, pada Kamis (25/6/2026). Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik menggali keterangan Danto […]

  • Mojtaba Khamenei pemimpin Iran yang baru menggantikan Ali Khamenei

    Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Usai Tewasnya Ali Khamenei

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 241
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Iran menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei. Keputusan tersebut muncul setelah Majelis Pakar Iran menggelar sidang untuk menentukan penerus kepemimpinan negara. Majelis Pakar memilih Mojtaba Khamenei sebagai penerus kepemimpinan Iran. Ia merupakan putra kedua Ali Khamenei dan sudah lama berada di lingkaran inti kekuasaan Iran. Selama […]

  • Pekerja rumah tangga di Jakarta, insiden loncat dari lantai 4 Benhil, gedung kos Jakarta Pusat, peristiwa pekerja rumah tangga Benhil

    Pekerja Rumah Tangga Loncat dari Lantai 4 di Benhil, Jakarta Pusat: Satu Tewas, Majikan Diperiksa Polisi”

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Lutfia Sahirah Rahmadani
    • visibility 279
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Kamis, 23 April 2026 Dua pekerja rumah tangga (PRT) mengalami insiden tragis di Benhil, Jakarta Pusat, pada Rabu malam (22/4/2026). R (18) meninggal setelah melompat dari lantai 4 sebuah kos. D (30) selamat dengan luka dan langsung mendapat perawatan di rumah sakit. Polisi segera menyelidiki kasus ini. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta […]

  • Fans Fc Haka Bakar, Stadion Usai Klub Terdegradasi

    Fans Fc Haka Bakar, Stadion Usai Klub Terdegradasi

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 309
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Fans Fc Haka bakar stadion setelah klub kebanggaan mereka terdegradasi dari liga utama Finlandia. Akibatnya, aksi vandalisme tersebut langsung memicu kecaman luas. Selain itu, insiden ini juga menimbulkan keprihatinan serius di kalangan pecinta sepak bola. (09/02/2026). Kronologi Aksi Vandalisme Suporter Peristiwa ini terjadi di Valkeakoski, markas FC Haka, sesaat setelah musim kompetisi […]

expand_less