Trump pilih diam jika Iran hentikan pembicaraan damai dengan AS
- account_circle Rahman
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan kepada pers sebelum menaiki helikopter Marine One di Gedung Putih di Washington, D.C. (12/5/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wingston, (kabaristana.com) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan tidak keberatan jika Iran menghentikan sementara pembicaraan damai tidak langsung dengan Washington. Ia menegaskan Amerika Serikat tetap menjalankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Trump blokade Iran kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pernyataan itu muncul meski Teheran memutuskan menangguhkan pembicaraan damai tidak langsung dengan AS.
Dalam wawancara dengan NBC News pada Senin (1/6), Trump menilai kedua pihak telah terlalu banyak berbicara mengenai proses negosiasi.
“Saya pikir kita sudah terlalu banyak bicara. Saya pikir diam akan sangat baik,” kata Trump.
AS Pertahankan Tekanan Terhadap Iran
Trump menjelaskan bahwa jeda negosiasi tidak otomatis memicu tindakan militer baru. Namun, pemerintah AS tetap menjalankan kebijakan yang menekan perekonomian Iran.
Ia mengatakan Washington siap menunggu selama yang diinginkan Teheran. Menurut Trump, blokade yang berlaku saat ini memberikan tekanan besar terhadap Iran.
Iran Hentikan Dialog Melalui Mediator
Pernyataan Trump muncul setelah Tasnim News Agency melaporkan keputusan Teheran untuk menghentikan pembicaraan damai melalui mediator.
Iran mengambil langkah tersebut sebagai bentuk protes atas serangan Israel di Lebanon. Keputusan itu menambah ketegangan yang sudah berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Upaya Diplomasi Hadapi Tantangan
Penangguhan pembicaraan membuat proses diplomasi antara Washington dan Teheran menghadapi tantangan baru. Banyak pihak berharap kedua negara kembali membuka jalur komunikasi guna mencegah peningkatan konflik di kawasan.
Sumber: Anadolu
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar