Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Ekonom nilai fondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik

Ekonom nilai fondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) – Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, meminta masyarakat tidak merespons perkembangan ekonomi saat ini dengan kekhawatiran berlebihan. Menurutnya, berbagai indikator utama menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat meski dunia menghadapi berbagai tantangan.

Dalam Komunita Economic Talk di Jakarta, Jumat, Josua menjelaskan bahwa ekonomi nasional saat ini sedang menyesuaikan diri dengan dinamika global. Ia menegaskan kondisi tersebut bukan tanda Indonesia menuju krisis.

“Yang perlu dipahami adalah bahwa kondisi saat ini merupakan fase penyesuaian terhadap dinamika global, bukan sinyal krisis,” ujar Josua.

Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Josua menilai sejumlah indikator ekonomi masih menunjukkan kinerja positif. Masyarakat terus melakukan konsumsi, inflasi tetap berada dalam rentang yang terkendali, sektor perbankan menjaga stabilitas, dan APBN terus mendukung aktivitas ekonomi nasional.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada pada level yang relatif tinggi. Stabilitas harga juga membantu masyarakat menjaga daya beli di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Belanja pemerintah pada awal tahun juga turut mendorong aktivitas ekonomi domestik.

Dari sisi pasar keuangan, investor asing masih menempatkan dana mereka di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Kondisi ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap terjaga.

Josua menilai arus modal yang terus masuk menjadi salah satu sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional. Kepercayaan tersebut muncul karena Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat.

Pelemahan Rupiah Terjadi karena Faktor Global

Josua meminta masyarakat melihat pelemahan rupiah dalam konteks global. Menurutnya, penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik memberi tekanan kepada banyak mata uang dunia, termasuk rupiah.

Ia juga menolak anggapan yang menyebut Indonesia sedang menuju krisis seperti tahun 1998. Menurutnya, Indonesia kini memiliki struktur ekonomi yang jauh lebih kuat dibandingkan saat krisis Asia terjadi hampir tiga dekade lalu.

Josua mengakui sebagian masyarakat masih merasakan tekanan terhadap kondisi keuangan mereka. Namun, ia menilai kondisi tersebut lebih menggambarkan perubahan pola konsumsi daripada penurunan daya beli secara menyeluruh.

Kenaikan harga beberapa komoditas membuat masyarakat lebih selektif saat membelanjakan pendapatan mereka. Meski demikian, konsumsi domestik tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pemerintah juga terus menjalankan berbagai program perlindungan sosial untuk membantu kelompok masyarakat rentan menghadapi tekanan ekonomi.

Optimisme Menjadi Modal Pertumbuhan

Josua menegaskan bahwa kepercayaan publik memegang peran penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, masyarakat, pelaku usaha, dan investor perlu mempertahankan keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap optimistis, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan global yang terus berlangsung.

“Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat, kapasitas kebijakan yang memadai, dan peluang yang besar untuk terus tumbuh. Karena itu, optimisme yang didasarkan pada data dan pemahaman yang baik menjadi sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” kata Josua.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sultan hb ix uang untuk rakyat yogyakarta

    Tak Tega Rakyat Terpuruk, Raja Jawa Salurkan Dana Pribadi Setara Rp20 Miliar

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 214
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Sultan HB IX uang menjadi penyangga hidup ribuan warga Yogyakarta pada 1947. Saat perang dan agresi militer memiskinkan rakyat, Sultan Hamengkubuwana IX memilih menguras dana pribadinya demi mencegah krisis sosial yang lebih luas. Situasi itu muncul ketika Belanda melancarkan Agresi Militer untuk merebut kembali Indonesia. Aktivitas ekonomi berhenti total. Pegawai negeri kehilangan […]

  • simbol taegeuk pada bendera Korea terkait pajak kaya Korea

    Mayoritas Warga Korea Selatan Dorong Kenaikan Pajak Orang Kaya di Tengah Isu Keadilan Fiskal

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 164
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Lebih dari separuh warga Korea Selatan menilai pemerintah perlu menaikkan pajak bagi kelompok berpenghasilan tinggi. Aspirasi ini muncul saat pemerintah mencari cara untuk mengurangi beban pajak pekerja bergaji tetap. Survei dari Korea Institute for Health and Social Affairs mencatat 56,8% responden menganggap pajak orang kaya masih terlalu rendah. Sebagian bahkan menilai kondisinya […]

  • Kontroversi kasus Polresta Kendari memicu aksi demonstrasi massa

    Kontroversi Penetapan Tersangka terhadap Keluarga Korban Di Polresta Kendari, Tamalaki Sultra Mengutuk keras

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 255
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Penanganan kasus dugaan penganiayaan di Polresta Kendari memicu kontroversi. Penyidik menetapkan keluarga korban sebagai tersangka dalam waktu singkat, sementara terduga pelaku pemukulan belum langsung menjalani penahanan. Kondisi tersebut mendorong Tamalaki Sulawesi Tenggara menggelar demonstrasi di depan Mapolresta Kendari pada Senin, 2 Februari 2026. Massa aksi menuntut aparat bertindak adil dan transparan. Tamalaki […]

  • Isu lingkungan Jakarta akibat polusi udara di kawasan lalu lintas padat

    Isu Lingkungan di DKI Jakarta Kian Mendesak, Warga Dorong Langkah Nyata dan Berkelanjutan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Wandi
    • visibility 511
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Berbagai persoalan lingkungan di DKI Jakarta semakin kompleks dan mendesak untuk segera ditangani secara menyeluruh. Warga menyoroti sejumlah isu utama, mulai dari penurunan kualitas udara, persoalan banjir dan pengelolaan sampah, hingga minimnya ruang terbuka hijau di kawasan permukiman padat. Polusi Udara Jadi Keluhan Harian Warga Warga Jakarta kini merasakan penurunan kualitas udara […]

  • ilustrasi harga minyak dunia naik akibat krisis energi global

    Harga Minyak Dunia Menguat, Negara-Negara Mulai Batasi Ekspor Energi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 189
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Harga minyak dunia terus menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini mendorong sejumlah negara mengambil langkah antisipatif dengan membatasi ekspor energi dan mengamankan pasokan dalam negeri. Ketegangan di kawasan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global. Gangguan pada jalur pelayaran utama, ancaman terhadap kapal tanker, serta […]

  • Prasetyo Hadi bahas hilirisasi industri April 2026 di Istana Kepresidenan Jakarta

    April 2026 Jadi Momentum: Pemerintah Siapkan Groundbreaking Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 182
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pemerintah menargetkan pelaksanaan groundbreaking proyek strategis nasional pada April 2026. Fokus utama mencakup program hilirisasi industri dan pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah akan memulai proyek waste to energy di 29 kabupaten/kota setelah melakukan penyesuaian dari rencana awal 33 titik. “Pemerintah menargetkan seluruh […]

expand_less