Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » OPINI: Kendari dalam Ancaman Banjir yang Tak Biasa

OPINI: Kendari dalam Ancaman Banjir yang Tak Biasa

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
  • visibility 263
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: M. Nasrullah Yusuf (Mahasiswa Pascasarjana PPW UHO)

KENDARI (Kabaristana.com) – Kota Kendari kini menghadapi persoalan banjir yang terus berulang setiap tahun. Fenomena ini bukan lagi sekadar banjir musiman. Banjir telah menjadi peringatan bahwa lingkungan perkotaan mengalami tekanan yang semakin besar.

Dalam beberapa tahun terakhir, genangan muncul di sejumlah wilayah. Wua-Wua, Baruga, Lepo-Lepo, Andonohu, hingga Tunggala menjadi kawasan yang terdampak. Banjir besar pada April 2026 memperkuat kebutuhan evaluasi terhadap arah pembangunan kota.

Curah Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab

Curah hujan dengan intensitas tinggi memang memicu banjir. Namun, hujan bukan satu-satunya penyebab. Kondisi topografi, perubahan tata guna lahan, lemahnya sistem drainase, dan pembangunan permukiman ikut memperbesar risiko banjir.

Laporan penilaian ketangguhan Kota Kendari menjelaskan bahwa sebagian wilayah berada di dataran rendah dan pesisir. Sebagian lainnya berada di kawasan perbukitan. Air hujan secara alami mengalir dari daerah tinggi menuju Teluk Kendari.

Masalah muncul ketika pembangunan menutup jalur alami air. Pengurukan lahan, betonisasi, dan pembangunan perumahan mengubah arah aliran air. Akibatnya, air meluap ke kawasan permukiman.

Perubahan Ekologis Mulai Terlihat

Banjir di kawasan Tunggala, Kelurahan Anawai, menjadi contoh yang jelas. Selama bertahun-tahun kawasan itu tidak pernah mengalami banjir. Namun, hujan deras pada April 2026 menyebabkan genangan cukup tinggi.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan ekologis. Ruang terbuka hijau terus berkurang. Lahan resapan berubah menjadi bangunan. Pengembang juga membangun sejumlah perumahan tanpa memperhatikan kontur alami kawasan.

Perubahan itu mengurangi kemampuan tanah menyerap air hujan. Akibatnya, limpasan air meningkat dan langsung mengalir ke kawasan yang lebih rendah.

Pembangunan Perumahan Harus Lebih Bijak

Banyak pengembang masih mengutamakan percepatan pembangunan fisik. Mereka sering meratakan lahan miring untuk memperluas kawasan perumahan.

Padahal, lereng berfungsi sebagai jalur alami aliran air. Ketika pengembang memotong kontur tanpa analisis hidrologi, air kehilangan jalurnya. Air kemudian mencari aliran baru dan akhirnya masuk ke permukiman warga.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembangunan yang memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Drainase Harus Terintegrasi

Persoalan lain muncul pada sistem drainase. Banyak saluran perumahan tidak terhubung dengan jaringan drainase kota. Saat hujan deras turun, kapasitas saluran tidak mampu menampung debit air.

Sedimentasi dan sampah juga memperburuk keadaan. Kedua faktor itu menghambat aliran air dan mempercepat munculnya genangan.

Pemerintah dan pengembang perlu membangun sistem drainase yang saling terhubung. Integrasi tersebut akan membantu mempercepat aliran air menuju saluran utama.

Konsep Perumahan Tangguh Banjir

Kota Kendari perlu menerapkan konsep perumahan tangguh banjir. Konsep ini tidak hanya mengandalkan saluran drainase. Perencanaan kawasan juga harus mengikuti karakter alam.

Pemerintah perlu mempertahankan kawasan resapan air. Pengembang wajib menyediakan ruang terbuka hijau, sumur resapan, dan biopori. Langkah tersebut dapat mengurangi limpasan air ketika hujan turun.

Pengalaman Jakarta menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur resapan mampu membantu mengendalikan banjir apabila diterapkan secara konsisten.

Namun, hasil pengamatan di lapangan menunjukkan masih ada perumahan yang belum menyediakan ruang terbuka hijau secara memadai. Bahkan, beberapa kawasan memasukkan jurang sebagai ruang terbuka hijau. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius.

Pengawasan Perizinan Harus Diperketat

Pemerintah harus memperketat pengawasan terhadap pembangunan perumahan. Pengawasan itu penting, terutama pada kawasan dengan lereng curam dan daerah rawan genangan.

Warga di kawasan Tunggala mengaku baru mengalami banjir setelah pembangunan perumahan di wilayah yang lebih tinggi. Dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui kajian teknis yang komprehensif.

Pemerintah juga perlu melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, serta tenaga ahli dalam setiap proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Setiap pengembang harus menyusun analisis kontur lahan dan arah aliran air sebelum memulai pembangunan.

Saatnya Evaluasi Arah Pembangunan Kendari

Banjir bukan hanya persoalan infrastruktur. Banjir juga mencerminkan kualitas tata kelola pembangunan kota.

Jika pembangunan terus mengabaikan keseimbangan lingkungan, risiko banjir akan semakin besar. Ancaman longsor di kawasan perbukitan juga akan meningkat.

Kota Kendari membutuhkan kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Pemerintah harus mengendalikan pembangunan perumahan, melindungi kawasan resapan, dan mengintegrasikan sistem drainase.

Banjir 2026 harus menjadi momentum evaluasi. Perbaikan drainase saja tidak cukup. Kendari membutuhkan pembangunan yang menghormati karakter alam agar titik-titik banjir baru tidak terus bermunculan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pencemaran lingkungan Pulau Kabaena akibat aktivitas tambang nikel

    Kementerian ESDM Diminta Tolak RKAB dan Cabut IUP Tiga Perusahaan Tambang di Kabaena

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 246
    • 3Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Senin, 2 Februari 2025 – Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara–Jakarta melaporkan dugaan pencemaran lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas tambang di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Mereka menyampaikan laporan tersebut langsung ke Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada Senin (2/2). Koalisi menyoroti aktivitas tiga […]

  • Marwah KPU hancur usai terungkap skandal dana Pilkada Konut

    Kasus Dana Hibah Konut, Rusak Marwah Penyelenggara Pemilu

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Jurnalis 1
    • visibility 311
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Marwah KPU hancur setelah sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI mengungkap dugaan aliran dana hibah Pilkada Konawe Utara. Sejak awal, fakta ini langsung memicu krisis kepercayaan publik. Akibatnya, integritas penyelenggara pemilu kembali dipertanyakan. Marwah KPU Hancur Akibat Pengakuan Sekretaris KPU Konut Dalam persidangan, mantan Sekretaris KPU Konawe Utara, Udin Yusuf, menyampaikan […]

  • Dugaan Pergeseran Anggaran Rp503 Miliar Tanpa Pengesahan DPRD, PW GHARIS Sumut Geruduk Kejati

    Dugaan Pergeseran Anggaran Rp503 Miliar Tanpa Pengesahan DPRD, PW GHARIS Sumut Geruduk Kejati

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MEDAN, (kabaristana.com) — Pimpinan Wilayah Gerakan Hak Asasi Dan Reformasi Indonesia Sejahtera Sumatera Utara (PW GHARIS Sumut) menggelar aksi unjuk rasa di Kejati Sumut pada Jum’at (16/10/2026). dalam hal itu mereka menyoroti kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang pergeseran anggaran senilai sekitar Rp503 miliar yang dinilai tidak transparan, cacat prosedur, serta berpotensi merugikan keuangan negara. […]

  • percepatan kompetensi dokter spesialis di rumah sakit rujukan

    Menkes: Pemerintah berupaya akselerasikan kompetensi dokter spesialis

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 573
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Keterbatasan jumlah dokter spesialis terus membebani pelayanan kesehatan nasional. Pasien kerap menunggu lama untuk mendapatkan tindakan medis, terutama pada layanan berteknologi tinggi. Kondisi ini langsung memengaruhi keselamatan pasien dan kualitas layanan rumah sakit. Di sejumlah rumah sakit rujukan, antrean panjang muncul karena dokter dengan kompetensi klinis tertentu masih minim. Masalah ini memicu […]

  • Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menonaktifkan lima pejabat struktural Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat

    Lima Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan untuk Pemeriksaan

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menonaktifkan lima pejabat struktural Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Penonaktifan dilakukan menyusul temuan Ombudsman Republik Indonesia di lapas tersebut. Lima pejabat yang dinonaktifkan terdiri atas Kepala Lapas (Kalapas), Kepala Pengamanan Lapas (KPLP), Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan (Kasibinadik), Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasikamtib), serta […]

  • ilustrasi harga minyak dunia naik akibat krisis energi global

    Harga Minyak Dunia Menguat, Negara-Negara Mulai Batasi Ekspor Energi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 259
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Harga minyak dunia terus menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini mendorong sejumlah negara mengambil langkah antisipatif dengan membatasi ekspor energi dan mengamankan pasokan dalam negeri. Ketegangan di kawasan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global. Gangguan pada jalur pelayaran utama, ancaman terhadap kapal tanker, serta […]

expand_less