Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Membaca Dinamika Politik Sultra dari Percakapan Sehari-hari

Membaca Dinamika Politik Sultra dari Percakapan Sehari-hari

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 567
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com) – Sulawesi Tenggara hari ini tidak sedang baik-baik saja. Bukan karena daerah ini kekurangan sumber daya. Bukan pula karena Sultra miskin orang-orang cakap. Namun, kegelisahan itu muncul karena rasa asing yang tumbuh perlahan di tengah dinamika politiknya sendiri.

Kekuasaan terus berganti dari waktu ke waktu. Akan tetapi, para pemimpin yang muncul sering kali tidak lahir dari tanah ini. Akibatnya, sistem perlahan mendorong putra daerah ke pinggir. Sementara itu, pihak luar justru menentukan arah kebijakan, meski mereka tidak tumbuh bersama luka, sejarah, dan denyut kebudayaan Sulawesi Tenggara.

Percakapan Sederhana yang Membuka Luka

Keganjilan itu terasa nyata, bahkan dalam percakapan yang sangat sederhana. Ia tidak muncul di ruang sidang atau forum resmi, melainkan dalam obrolan sehari-hari ruang di mana orang sering menyampaikan pikiran jujur tanpa topeng.

“Ooo… dia suku Tolaki ya? Ooh… pantes.”

Sebagian orang mungkin tidak mengucapkan kalimat ini dengan niat mendiskriminasi. Namun, cara berpikir di baliknya tetap menempatkan identitas suku asli sebagai sesuatu yang perlu dijelaskan, bahkan dipertanyakan. Padahal, suku Tolaki dan suku-suku asli lainnya membangun fondasi sejarah dan kebudayaan Sulawesi Tenggara.

Identitas yang Dipertanyakan

Sekilas, kalimat itu terdengar sepele. Namun sesungguhnya, kalimat tersebut membawa logika politik yang panjang. Logika itu menjadikan identitas suku asli sebagai penjelasan atas segalanya—atas keterbatasan, atas keraguan, bahkan atas anggapan ketidaklayakan memimpin.

Sebagai anak asli daerah, aku terdiam. Dalam diam, aku bertanya:
Memangnya kenapa jika Tolaki?
Sejak kapan menjadi pribumi Sulawesi Tenggara harus disampaikan dengan nada heran?

Kalimat itu memang tidak berteriak. Namun, ia menancap pelan dan meninggalkan luka, seperti duri yang dibiarkan tinggal di dada. Karena itu, pertanyaan tersebut terus berulang dalam benakku: sejak kapan identitas asli harus diberi alasan?

Keberagaman Bukan Masalahnya

Aku tidak menolak keberagaman. Darah Bugis mengalir dari ibuku. Sejak kecil, aku tumbuh dalam persaudaraan lintas suku. Oleh sebab itu, persoalan ini tidak terletak pada asal-usul.

Sebaliknya, masalah utama muncul dari cara kuasa bekerja. Ketika masyarakat terus memuliakan satu identitas, mereka justru memandang identitas lain dengan tanda tanya. Pada titik inilah ketimpangan itu hadir, meski sering luput dari kesadaran.

Diskriminasi yang Paling Rapi

Percakapan kecil itu sejatinya menjadi cermin. Ia memperlihatkan bagaimana politik membentuk cara berpikir masyarakat: siapa yang mereka anggap pantas memimpin dan siapa yang hanya mereka tempatkan sebagai pendukung.

Inilah bentuk diskriminasi yang paling rapi. Ia tidak hadir dalam aturan tertulis, tetapi hidup dalam ucapan. Ia tidak muncul di mimbar, namun mengendap dalam keputusan-keputusan penting.

Mengembalikan Kepercayaan pada Anak Daerah

Sulawesi Tenggara tidak membutuhkan belas kasihan dari luar. Sebaliknya, daerah ini hanya menuntut keadilan dari dirinya sendiri. Sultra membutuhkan kepercayaan pada anak-anak tanahnya sendiri. Lebih dari itu, masyarakat Sultra perlu mengakui bahwa putra daerah bukan sekadar pelengkap demokrasi.

Jika hari ini aku menuliskan kegelisahan ini, tujuannya bukan untuk memecah belah tapi Tulisan ini justru ingin mengingatkan,  politik yang sehat tidak pernah tumbuh dari pengerdilan identitas asli.

penulis: Hj.Suri Syahriah Mahmud. S.E. M.M

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hauling batu bara di jalan umum Barito Utara Desa Sikui

    Hauling Batu Bara di Jalan Umum, Warga Desa Sikui Desak Pemkab Barito Utara Bertindak Tegas

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Usupriyadi
    • visibility 1.925
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Warga Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, memprotes aktivitas angkutan batu bara di jalan umum. Truk pengangkut batu bara melintas hampir setiap hari. Akibatnya, debu beterbangan di sekitar permukiman. Selain itu, kondisi jalan mulai rusak. Karena itu, warga merasa khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan. Hendriwon T.K., warga Desa […]

  • Aksi mahasiswa tolak RKAB PD Kolaka di depan Dirjen Minerba Kementerian ESDM

    Gelar Aksi Jilid III di Depan Dirjen Minerba, JADKOMHAS Desak Penolakan RKAB PD Aneka Usaha Kolaka

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Jaringan Advokasi Mahasiswa Indonesia (JADKOMHAS) menggelar aksi demonstrasi jilid III di depan kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM pada Jumat, 30 Januari 2025. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut Dirjen Minerba menolak RKAB PD Aneka Usaha Kolaka (PD AUK). Koordinator aksi, Iyan Mangidi, memimpin demonstrasi tersebut. Ia menilai pemerintah […]

  • penukaran rupiah lama dicabut di kantor Bank Indonesia

    Sejumlah Rupiah Lama Dicabut, Hak Penukaran Warga Masih Berlaku

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 317
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Sejumlah uang Rupiah lama kini tidak dapat lagi digunakan sebagai alat pembayaran sah. Warga tidak bisa memakainya untuk transaksi sehari-hari. Kondisi ini berisiko merugikan masyarakat jika mereka tidak segera menukarkannya. Banyak warga masih menyimpan uang lama sebagai tabungan, koleksi, atau warisan keluarga. Sebagian warga belum mengetahui bahwa uang tersebut sudah tidak berlaku. […]

  • suasana RDPU DPR RI membahas kasus Amsal Sitepu videografer desa

    DPR Soroti Kasus Videografer Desa, Komisi III Siapkan RDPU untuk Uji Keadilan Penanganan Amsal Sitepu

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Komisi III DPR RI akan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Senin (30/3/2026). Rapat ini membahas kasus videografer Amsal Sitepu di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Publik menyoroti kasus tersebut karena dinilai tidak adil. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengatakan pihaknya mengadakan RDPU untuk menampung berbagai pandangan. DPR ingin mendengar langsung […]

  • industrialisasi nasional didorong pemerintah Indonesia

    Menperin Dukung Seruan Prabowo Percepat Industrialisasi Nasional

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 161
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendukung penuh arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat industrialisasi nasional agar Indonesia mampu memproduksi sendiri berbagai kebutuhan strategis, mulai dari kendaraan bermotor hingga produk elektronik. Presiden Prabowo menyampaikan arahan itu saat pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Rabu. Selain […]

  • Demonstrasi Besar di Australia Tolak Kunjungan Presiden Israel

    Demonstrasi Besar di Australia Tolak Kunjungan Presiden Israel

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com  | Demonstrasi besar di Australia terjadi secara serentak di sejumlah kota utama setelah masyarakat menyatakan penolakan terhadap rencana kunjungan Presiden Israel. Sejak pagi, massa mulai berkumpul dan bergerak menuju pusat-pusat kota. Karena itu, aksi ini langsung menyedot perhatian publik nasional dan internasional. (10/02/2026). Aksi Massa Meluas di Kota-Kota Besar Ribuan warga memenuhi jalan […]

expand_less