Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mahasiswa Sultra Desak ESDM Tolak RKAB dan Cabut IUP Tambang di Pulau Kabaena

Mahasiswa Sultra Desak ESDM Tolak RKAB dan Cabut IUP Tambang di Pulau Kabaena

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 453
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, kabaristana.com | Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara–Jakarta menggelar aksi demonstrasi untuk memprotes dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Tambang Bumi Sulawesi dan PT Tekonindo di Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan keresahan masyarakat. Mereka menilai aktivitas pertambangan telah merusak lingkungan pesisir dan daratan. Akibatnya, nelayan dan petani setempat menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat.

Mahasiswa Soroti Ancaman Kerusakan Lingkungan

Koordinator Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara–Jakarta, Eghy Seftian, menyatakan bahwa praktik pertambangan saat ini mengancam keberlanjutan Pulau Kabaena.

Selain itu, ia menilai perusahaan mengabaikan prinsip pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, aktivitas tambang tersebut berpotensi melanggar hak masyarakat atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat.

Dugaan Pelanggaran Tambang di Blok Watalara

Berdasarkan laporan warga, PT Tambang Bumi Sulawesi menjalankan kegiatan tambang di Blok Watalara, Desa Pu’ununu, tanpa memenuhi kaidah pertambangan yang baik.

Perusahaan diduga tidak membangun sediment pond. Akibat kelalaian itu, lumpur dan material tambang berpotensi mengalir langsung ke sungai dan laut, terutama saat hujan deras turun.

Karena itu, masyarakat pesisir menyampaikan kekhawatiran atas keberlanjutan sumber mata pencaharian mereka.

Aktivitas Tambang Diduga Rusak Lahan Pertanian

Sementara itu, PT Tekonindo diduga mencemari lahan pertanian warga di Desa Pongkalaero. Warga melaporkan penurunan kualitas tanah sejak aktivitas tambang berjalan.

Namun demikian, pemerintah dinilai belum melakukan pengawasan optimal. Oleh sebab itu, mahasiswa meminta negara hadir untuk melindungi pulau kecil yang rentan terhadap kerusakan ekologis.

Empat Tuntutan Koalisi Mahasiswa

Dalam aksi tersebut, Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara–Jakarta menyampaikan empat tuntutan utama:

  1. Mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menolak penerbitan RKAB PT Tambang Bumi Sulawesi dan PT Tekonindo.

  2. Menuntut pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) kedua perusahaan di Kabaena Selatan.

  3. Meminta audit lingkungan yang menyeluruh, independen, dan transparan di Pulau Kabaena.

  4. Mendesak aparat menegakkan hukum lingkungan secara tegas dan adil.

Mahasiswa Siapkan Aksi Lanjutan

Eghy menegaskan bahwa Pulau Kabaena bukan ruang eksploitasi tanpa batas. Sebaliknya, pulau tersebut merupakan ruang hidup masyarakat yang wajib negara lindungi.

“Jika pemerintah mengabaikan tuntutan ini, kami akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar,” ujarnya.

Dengan demikian, koalisi berharap pemerintah segera menempatkan keselamatan lingkungan dan rakyat di atas kepentingan investasi tambang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Savvy Wonders eco tech sustainable gadgets

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle Rahman
    • visibility 622
    • 0Komentar

    JAKARTA, Perkembangan teknologi terus mengaburkan batas antara dunia digital dan dunia fisik. Inovasi baru muncul hampir setiap hari dan mengubah cara manusia hidup, bekerja, serta berinteraksi. Oleh karena itu, banyak pengusaha dan pecinta teknologi melihat era ini sebagai peluang besar untuk berkembang. Selain itu, berbagai gadget modern mulai memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Perangkat […]

  • ASEAN pilih China dalam persaingan geopolitik dengan Amerika Serikat 2026

    ASEAN Pilih China: Survei 2026 Ungkap Pergeseran Arah Kawasan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 363
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Asia Tenggara mengalami perubahan arah geopolitik pada 2026. Survei terbaru dari ISEAS-Yusof Ishak Institute menunjukkan mayoritas tipis responden di kawasan memilih China dibanding Amerika Serikat dalam skenario pilihan paksa. Laporan State of Southeast Asia 2026 yang rilis 7 April mencatat 52% responden memilih China, sementara 48% memilih Amerika Serikat. Selisih tipis ini […]

  • Angga Raka Prabowo tanggapi kasus penyiraman air keras Andrie Yunus

    Pemerintah Apresiasi Kinerja Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 240
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengapresiasi kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Kepala Bakom RI, Angga Raka Prabowo, menilai Polri bergerak cepat dan tepat. Ia menyebut langkah ini penting untuk memastikan penegakan hukum berjalan berbasis bukti. Pemerintah juga menyampaikan […]

  • Kondisi Jalan Memprihatinkan, Warga Malungai Raya Minta Perbaikan Permanen

    Kondisi Jalan Memprihatinkan, Warga Malungai Raya Minta Perbaikan Permanen

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Usupriyadi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    BARITO SELATAN, kabaristana.com — Warga Desa Malungai Raya dan Dusun Muara Malungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, meminta pemerintah segera memperbaiki jalan di wilayah mereka. Warga menilai kondisi jalan dari Kilometer 55 menuju Desa Malungai Raya sangat memprihatinkan. Kerusakan juga terjadi hingga Dusun Muara Malungai, Desa Bintang Ara. […]

  • Forum Pemred Hotman mengecam pernyataan Hotman Paris yang dinilai merendahkan wartawan

    Forum Pemred Kecam Sikap Hotman Paris yang Dinilai Merendahkan Wartawan

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 129
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com)  — Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Indonesia mengecam sikap pengacara Hotman Paris Hutapea yang dinilai merendahkan profesi wartawan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung. Karena itu, Forum Pemred meminta seluruh narasumber menghormati kerja jurnalistik dan menjaga kebebasan pers. Ketua Forum Pemred Indonesia, Retno Pinasti, mengatakan pernyataan Hotman Paris tidak mencerminkan sikap profesional. Menurutnya, wartawan […]

  • ancaman Trump terhadap Iran dalam konflik serangan AS-Israel ke Teheran 2026

    Iran Tegas Hadapi Ancaman Trump, Tegaskan Peradaban Tak Bisa Dihancurkan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Teheran, (Kabaristana.com) || Pemerintah Iran menegaskan kekuatan peradaban bangsanya tetap kokoh meskipun menghadapi ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan ini muncul seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, secara tegas menyampaikan bahwa Iran akan melindungi kepentingan nasionalnya. Ia menilai keyakinan bangsa menjadi fondasi utama dalam menghadapi tekanan […]

expand_less