Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik Global » Iran Desak AS Bayar Kompensasi dan Angkat Pasukan dari Teluk Persia

Iran Desak AS Bayar Kompensasi dan Angkat Pasukan dari Teluk Persia

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • visibility 134
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TEHERAN, (Kabaristana.com) | Iran menuntut Amerika Serikat membayar kompensasi atas kerusakan akibat serangan militer serta menarik seluruh pasukannya dari kawasan Teluk Persia sebagai syarat utama untuk menghentikan konflik yang terus meningkat.

Anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan tuntutan tersebut dalam wawancara dengan stasiun televisi Iran SNN pada Sabtu. Ia menegaskan Iran hanya akan mempertimbangkan penghentian konflik jika Washington memenuhi dua syarat utama yang dianggap penting bagi keamanan negara itu.

Rezaei menjelaskan bahwa Iran meminta kompensasi penuh atas kerusakan yang muncul akibat serangan militer Amerika Serikat. Selain itu, pemerintah Iran juga menuntut jaminan keamanan agar serangan serupa tidak kembali terjadi.

Menurutnya, jaminan keamanan tersebut hanya dapat tercapai jika Amerika Serikat menarik seluruh pasukan militernya dari kawasan Teluk Persia.

“Penghentian perang hanya bisa dipertimbangkan jika Iran menerima kompensasi atas seluruh kerusakan dan mendapatkan jaminan keamanan nyata. Hal itu hanya dapat terwujud jika Amerika Serikat menarik pasukannya dari Teluk Persia,” kata Rezaei.

Iran Minta Negara Timur Tengah Tutup Pangkalan AS

Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, sebelumnya juga menyampaikan seruan kepada negara-negara Timur Tengah. Ia meminta negara-negara di kawasan itu menutup pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah mereka.

Dalam pernyataan pada Kamis (12/3), Mojtaba Khamenei menilai keberadaan pangkalan militer AS memperbesar ketegangan regional. Ia juga mendesak pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Iran agar membayar ganti rugi atas kerusakan yang terjadi.

Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran di satu sisi dan Amerika Serikat serta Israel di sisi lain.

Serangan Militer Picu Eskalasi Konflik

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Operasi tersebut menyasar beberapa fasilitas strategis, termasuk lokasi di ibu kota Teheran.

Serangan itu merusak sejumlah infrastruktur dan menimbulkan korban sipil. Pemerintah Iran mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai agresi yang melanggar hukum internasional.

Sebagai balasan, militer Iran meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran banyak pihak karena konflik berpotensi meluas di kawasan yang memiliki peran penting dalam jalur perdagangan energi global.

AS dan Israel Singgung Perubahan Kekuasaan Iran

Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan serangan militer itu sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman yang mereka kaitkan dengan program nuklir Iran.

Namun, sejumlah pernyataan pejabat kedua negara juga menyinggung kemungkinan perubahan kepemimpinan di Iran sebagai bagian dari tujuan strategis mereka.

Pemerintah Iran menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan untuk kepentingan sipil.

Iran Tetapkan Masa Berkabung Nasional

Konflik tersebut juga memicu perubahan besar dalam kepemimpinan Iran. Pada hari pertama operasi militer AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas.

Pemerintah Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk menghormati pemimpin yang telah lama memegang pengaruh besar dalam politik negara tersebut.

Di tengah masa berkabung dan situasi keamanan yang masih tegang, pemerintah Iran terus menyuarakan tuntutan agar Amerika Serikat bertanggung jawab atas dampak konflik.

Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan kompensasi maupun permintaan penarikan pasukan dari Teluk Persia.

Komentar (1)

  • Hacklink

    En uygun fiyatlı hacklink paketleri ile tanışın. Web sitenizin arama motoru sıralamalarını hızlıca yükseltecek backlink çözümleri. 4030

    Balas15 Maret 2026 8:55 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASN mengikuti upacara bendera di kantor pemerintahan terkait kebijakan cuti bersama ASN 2026.

    Prabowo Tetapkan Cuti Bersama ASN 2026, Jadwal Libur Nasional Jadi Acuan Pelayanan Publik

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 325
    • 1Komentar

    jakarta, kabaristana.com | Cuti bersama ASN 2026 menjadi acuan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pelayanan publik sepanjang tahun depan. Kepastian jadwal libur ini membantu instansi mengatur layanan administrasi, kesehatan, dan sektor strategis agar tetap berjalan saat libur nasional. Kebijakan ini penting karena jadwal libur aparatur sipil negara kerap memengaruhi jam operasional instansi pemerintah. Dengan kepastian sejak […]

  • KPK periksa PPT ET terkait dugaan korupsi investasi

    KPK Periksa Dirut PT Catur Elang Perkasa Terkait Investasi PPT Energy Trading

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Direktur Utama PT Catur Elang Perkasa, Mochamad Zaenuri, terkait dugaan korupsi investasi di PPT Energy Trading Co., Ltd (PPT ET), Rabu, 13 Mei 2026. Kasus KPK periksa PPT ET terus berkembang setelah penyidik mendalami nilai investasi perusahaan patungan Indonesia–Jepang tersebut. Tim penyidik juga menelusuri proses akuisisi sejumlah perusahaan […]

  • gencatan senjata Gaza dilanggar terlihat dari kehancuran bangunan di Jalur Gaza

    Gencatan Senjata Gaza Kembali Diuji, Serangan dan Pembatasan Bantuan Memicu Krisis Kemanusiaan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 260
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Gencatan senjata Gaza dilanggar dan memicu peningkatan ketegangan di berbagai wilayah. Selain itu, serangan yang terus berlangsung memperburuk kondisi kemanusiaan dan menekan kehidupan warga sipil. Pasukan Israel melancarkan serangan dengan artileri, tembakan berat, serta dukungan laut. Serangan itu menghantam permukiman warga dan merusak fasilitas sipil di Jalur Gaza. Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza […]

  • penolakan pilkada tidak langsung tercermin dari aspirasi publik dalam pilkada

    Suara Masyarakat Minta Pilkada Tetap Dipilih Langsung, Elite Jangan Tunggu Didemo

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 376
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Publik secara tegas menolak wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada). Masyarakat menolak rencana mengalihkan Pilkada dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan oleh DPRD. Sejumlah lembaga survei nasional mencatat sikap publik yang konsisten mempertahankan Pilkada langsung. Survei yang dirilis Litbang Kompas, LSI Denny JA, dan Populi Center menunjukkan hasil seragam. Mayoritas responden […]

  • Kepemimpinan perempuan Asia dan stabilitas politik

    Jejak “The Iron Lady” Asia: Dari Jepang hingga Megawati, Perempuan dan Stabilitas Kekuasaan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 125
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Kemenangan Sanae Takaichi dalam pemilu musim dingin Jepang 2026 langsung menorehkan sejarah baru. Ia menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang, memimpin koalisi mayoritas kuat di parlemen, sekaligus memperoleh mandat luas untuk mendorong agenda fiskal dan keamanan nasional. Perbandingan dengan Margaret Thatcher muncul cepat. Julukan The Iron Lady kembali digaungkan, bahkan sebelum hasil […]

  • Aksi mahasiswa terkait kejahatan lingkungan PT TMS di Jakarta

    Mahasiswa Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT TMS, KPK Diminta Bertindak

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 268
    • 0Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com | Koalisi Mahasiswa Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Dalam aksi itu, massa mendesak aparat penegak hukum memeriksa istri Gubernur Sulawesi Tenggara terkait dugaan keterlibatan dalam kasus kejahatan lingkungan. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penyerobotan kawasan hutan lindung oleh PT TMS. Para mahasiswa dan aktivis lingkungan […]

expand_less