Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik Global » Iran Desak AS Bayar Kompensasi dan Angkat Pasukan dari Teluk Persia

Iran Desak AS Bayar Kompensasi dan Angkat Pasukan dari Teluk Persia

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • visibility 197
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TEHERAN, (Kabaristana.com) | Iran menuntut Amerika Serikat membayar kompensasi atas kerusakan akibat serangan militer serta menarik seluruh pasukannya dari kawasan Teluk Persia sebagai syarat utama untuk menghentikan konflik yang terus meningkat.

Anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan tuntutan tersebut dalam wawancara dengan stasiun televisi Iran SNN pada Sabtu. Ia menegaskan Iran hanya akan mempertimbangkan penghentian konflik jika Washington memenuhi dua syarat utama yang dianggap penting bagi keamanan negara itu.

Rezaei menjelaskan bahwa Iran meminta kompensasi penuh atas kerusakan yang muncul akibat serangan militer Amerika Serikat. Selain itu, pemerintah Iran juga menuntut jaminan keamanan agar serangan serupa tidak kembali terjadi.

Menurutnya, jaminan keamanan tersebut hanya dapat tercapai jika Amerika Serikat menarik seluruh pasukan militernya dari kawasan Teluk Persia.

“Penghentian perang hanya bisa dipertimbangkan jika Iran menerima kompensasi atas seluruh kerusakan dan mendapatkan jaminan keamanan nyata. Hal itu hanya dapat terwujud jika Amerika Serikat menarik pasukannya dari Teluk Persia,” kata Rezaei.

Iran Minta Negara Timur Tengah Tutup Pangkalan AS

Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, sebelumnya juga menyampaikan seruan kepada negara-negara Timur Tengah. Ia meminta negara-negara di kawasan itu menutup pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah mereka.

Dalam pernyataan pada Kamis (12/3), Mojtaba Khamenei menilai keberadaan pangkalan militer AS memperbesar ketegangan regional. Ia juga mendesak pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Iran agar membayar ganti rugi atas kerusakan yang terjadi.

Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran di satu sisi dan Amerika Serikat serta Israel di sisi lain.

Serangan Militer Picu Eskalasi Konflik

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Operasi tersebut menyasar beberapa fasilitas strategis, termasuk lokasi di ibu kota Teheran.

Serangan itu merusak sejumlah infrastruktur dan menimbulkan korban sipil. Pemerintah Iran mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai agresi yang melanggar hukum internasional.

Sebagai balasan, militer Iran meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran banyak pihak karena konflik berpotensi meluas di kawasan yang memiliki peran penting dalam jalur perdagangan energi global.

AS dan Israel Singgung Perubahan Kekuasaan Iran

Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan serangan militer itu sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman yang mereka kaitkan dengan program nuklir Iran.

Namun, sejumlah pernyataan pejabat kedua negara juga menyinggung kemungkinan perubahan kepemimpinan di Iran sebagai bagian dari tujuan strategis mereka.

Pemerintah Iran menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan untuk kepentingan sipil.

Iran Tetapkan Masa Berkabung Nasional

Konflik tersebut juga memicu perubahan besar dalam kepemimpinan Iran. Pada hari pertama operasi militer AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas.

Pemerintah Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk menghormati pemimpin yang telah lama memegang pengaruh besar dalam politik negara tersebut.

Di tengah masa berkabung dan situasi keamanan yang masih tegang, pemerintah Iran terus menyuarakan tuntutan agar Amerika Serikat bertanggung jawab atas dampak konflik.

Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan kompensasi maupun permintaan penarikan pasukan dari Teluk Persia.

Komentar (1)

  • Hacklink

    En uygun fiyatlı hacklink paketleri ile tanışın. Web sitenizin arama motoru sıralamalarını hızlıca yükseltecek backlink çözümleri. 4030

    Balas15 Maret 2026 8:55 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentrokan Maut Menteng menewaskan satu orang dan melukai satu korban kritis. Polisi mengungkap kronologi kejadian.

    Polisi Ungkap Kronologi Bentrokan Maut di Menteng yang Tewaskan Satu Orang

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 80
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — Polisi mengungkap kronologi bentrokan antara dua kelompok warga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7). Insiden tersebut menewaskan satu orang dan membuat satu korban lainnya dalam kondisi kritis. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan polisi menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas […]

  • padi pascabanjir Aceh ditanam petani

    Petani Aceh Utara Tanam Padi Pascabanjir Usai Rehabilitasi Sawah

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 357
    • 0Komentar

    jakarta, kabaristana.com | Padi pascabanjir Aceh kembali menghijau di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Petani mulai menanam padi setelah banjir merendam sawah mereka beberapa waktu lalu. Petani Desa Pinto Makmur mengolah kembali lahan yang sempat rusak akibat banjir. Pemerintah menyelesaikan rehabilitasi sawah sebelum musim tanam dimulai. Tim lapangan membersihkan lumpur, memperbaiki struktur tanah, dan […]

  • Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2024
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 701
    • 0Komentar

    CHARLESTON, (KABARISTANA.COM) – Presiden Amerika Serikat Joe Biden menghadapi aksi protes saat menyampaikan pidato di Gereja Mother Emanuel AME, Charleston, Carolina Selatan. Beberapa aktivis anti-perang menyela pidato tersebut dan menuntut gencatan senjata di Gaza. Salah satu demonstran berteriak agar pemerintah Amerika Serikat segera mendorong penghentian perang di Palestina. Ia menilai penghormatan terhadap korban konflik harus […]

  • Agus Salim diplomasi Indonesia

    KH Agus Salim: (The Grand Old Man) Pejuang Diplomasi, Intelektual Bangsa, dan Penjaga Martabat Indonesia

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Wandi
    • visibility 469
    • 2Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com | Agus Salim diplomasi Indonesia menempatkan kecerdasan dan etika sebagai senjata utama perjuangan. Sejak awal, ia memilih jalur pemikiran dan diplomasi untuk melawan kolonialisme. Dengan demikian, perjuangannya tidak hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga di mata dunia internasional. Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia menghadapi tekanan besar dari kekuatan kolonial. Dalam situasi tersebut, […]

  • Komjak mendorong Kejaksaan Agung segera menetapkan Jampidsus definitif pengganti Febrie Adriansyah

    Febrie mundur, Komjak nilai perlu segera ada Jampidsus definitif

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Komisi Kejaksaan (Komjak) RI mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) segera menunjuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) definitif setelah Febrie Adriansyah mengundurkan diri. Komjak menilai pejabat definitif penting untuk menjaga arah kebijakan dan memastikan penanganan perkara tetap berjalan efektif. Ketua Komjak RI Pujiyono Suwadi mengatakan penunjukan Rudi Margono sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Jampidsus […]

  • Netanyahu Timur Tengah dalam konflik Israel di Lebanon yang memicu ketegangan kawasan

    Strategi di Balik Eskalasi: Mengapa Perdamaian Timur Tengah Kian Menjauh?

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel meningkatkan operasi militernya di Lebanon. Sejumlah analis melihat langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar respons keamanan sesaat. Operasi Militer Bukan Sekadar Taktis Pengamat Timur Tengah menilai Israel tidak hanya menargetkan kekuatan Hizbullah. Mereka melihat adanya upaya sistematis untuk membentuk ulang […]

expand_less